
Cokelat Melawan Gigi Berlubang: Theobromine Sejajar dengan Fluoride
Bayangkan bahan aktif dari kakao — komoditas yang selama ini identik dengan permen dan minuman manis penyebab karies — justru menjadi senjata untuk melindungi email
Latest News

Bayangkan bahan aktif dari kakao — komoditas yang selama ini identik dengan permen dan minuman manis penyebab karies — justru menjadi senjata untuk melindungi email

Bayangkan sebuah partikel berlian berukuran 70 nanometer, ribuan kali lebih kecil dari rambut manusia, berhasil masuk ke dalam sel hidup dan “merasakan” keberadaan radikal bebas

Sebuah partikel intan berukuran 70 nanometer — lebih kecil dari satu sel darah merah — disuntikkan ke dalam sel ragi hidup. Di dalam sel itu,

Sebuah pertanyaan sederhana tapi sulit dijawab selama puluhan tahun: bagaimana cara melihat radikal bebas di dalam sel yang masih hidup, secara langsung, tanpa merusak selnya?

Bayangkan seorang dokter gigi yang harus memutuskan kapan tepatnya memasang alat ortodonti pada seorang anak usia sembilan tahun. Terlalu dini, hasilnya tidak optimal. Terlalu lambat,

Dua hari setelah terjatuh saat berlarian di halaman rumah, seorang anak perempuan berusia 4 tahun tiba di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo, Fakultas

Bayangkan jaringan gusi yang seharusnya kokoh menopang gigi, perlahan hancur dari dalam. Bukan karena kecelakaan, bukan karena tumor, melainkan karena serangkaian reaksi berantai yang dipicu

Dosen Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), drg. Raras Ajeng Enggardipta, MDSc., Sp.KG, bersama tim ilmuwan dari Tokushima University,

Bayangkan sebuah celah sempit di permukaan gigi geraham anak — begitu dalam hingga sikat gigi pun tak mampu menjangkau dasarnya. Di sinilah bakteri bersembunyi, sisa

Seorang anak laki-laki berusia 5,5 tahun datang ke klinik bersama ibunya dengan satu keluhan sederhana: gigi depannya gigis. Tidak pernah sakit, tidak pernah jatuh, tidak
Latest News
SKDGI 2026 Pertajam Kompetensi Dokter Gigi
SI-OBA: Ketika Angka Harus Membuktikan Kompetensi