
Kawat Gigi Bukan Sekadar Meluruskan Gigi: Ini yang Terjadi pada Wajah Anda
Bayangkan seorang pasien duduk di kursi perawatan ortodontik, kawat-kawat halus menempel di deretan giginya, elastik kecil menarik rahang atas dan bawah ke posisi yang lebih
SDG 3

Bayangkan seorang pasien duduk di kursi perawatan ortodontik, kawat-kawat halus menempel di deretan giginya, elastik kecil menarik rahang atas dan bawah ke posisi yang lebih

Bayangkan seorang anak berusia delapan tahun duduk di kursi dokter gigi, mulutnya dipenuhi adonan alginate berbau menyengat, tray plastik menekan langit-langit mulutnya. Refleks muntah muncul.

Angka itu terasa mengejutkan sekaligus menggugah: pada anak-anak dengan Down syndrome usia 6 hingga 8 tahun, rata-rata volume rongga mulut hanya sekitar 15,34 cm³. Bandingkan

Cangkang kepiting dan daun teh hijau. Dua bahan yang tampaknya jauh dari dunia kedokteran gigi ternyata menyimpan potensi besar sebagai agen penyembuhan luka gingiva. Itulah

Angka 88,8 persen. Itulah proporsi penduduk Indonesia yang tercatat mengidap penyakit gigi dan mulut menurut RISKESDAS 2018 — sebuah angka yang seharusnya mengejutkan, tapi justru

Bayangkan secangkir kopi robusta, belum disangrai, masih hijau, diubah menjadi gel dan dioleskan pada luka gusi tikus. Ide ini bukan sekadar eksperimen dapur; ia lahir

Pasien itu mungkin tidak pernah curiga. Kawat behel di giginya tampak mengkilap, tambalan amalgam di gigi belakang sudah bertahun-tahun setia menutup lubang, dan mulut terasa

Angka itu terlihat kecil: 1,23 CFU/cm². Tapi di balik satuan koloni bakteri per sentimeter persegi itu, tersimpan pertanyaan yang selama ini menggantung di setiap klinik

Bayangkan seseorang yang sedang menjalani perawatan kawat gigi rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan setiap hari karena ingin menjaga kesehatan tulang. Tanpa disadari, suplemen itu mungkin

Perempuan itu datang dengan keluhan yang sudah lama ia simpan: gigi depan atas yang berdesakan, gigi taring yang menonjol keluar, dan deretan gusi yang terlalu
Latest News