FKG UGM kembali menggelar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027. Proses seleksi yang berlangsung ketat tersebut tidak hanya menilai kemampuan akademik calon peserta, tetapi juga menekankan integritas, kesehatan psikologis, serta kesiapan profesional calon dokter gigi spesialis di masa depan.
Dalam pembukaan seleksi, panitia menyampaikan bahwa tahapan seleksi telah berlangsung sejak beberapa minggu sebelumnya, mulai dari pemberkasan, tes tertulis, hingga tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) dan wawancara. Seleksi kemudian dilanjutkan dengan ujian berbasis departemen serta ujian praktik pada hari berikutnya.

Ketua panitia seleksi drg. Hendri Susanto, M.Kes., PhD, Sp.PM menjelaskan, jumlah peserta pada gelombang kedua tahun ini mencapai sekitar 133 pendaftar untuk berbagai program spesialisasi. Antusiasme dokter gigi muda untuk melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Gigi UGM kembali menunjukkan tren tinggi. Pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027, jumlah pendaftar mencapai ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan data panitia seleksi, total terdapat sekitar 133 pendaftar yang mengikuti proses seleksi pada berbagai program studi spesialis. Persaingan paling ketat terjadi pada Program Studi Konservasi Gigi dan Ortodonsia yang kembali menjadi pilihan utama para peserta.
Konservasi Gigi dengan 46 peminat dan Ortodonsia 39 peminat, beberapa program studi lain juga mencatat persaingan cukup kompetitif. Program Magister Ilmu Kedokteran Gigi Klinis (IKGK) memperoleh total 7 peminat.
Sementara itu, Program Kedokteran Gigi Anak (KGA) memperoleh total 14 peminat, Prostodonsia sebanyak 11 peserta, serta Periodonsia mencapai 7 peserta.
Adapun Program Radiologi Kedokteran Gigi memperoleh 7 peminat, sedangkan Program Ilmu Penyakit Mulut (IPM) menjadi program dengan jumlah pendaftar paling sedikit, yakni hanya 2 peminat.
Meski jumlah pendaftarnya relatif kecil, pimpinan fakultas justru menilai bidang Penyakit Mulut memiliki prospek besar di masa depan.

“Secara nasional, Ilmu Penyakit Mulut menjadi salah satu bidang prioritas kebutuhan pemerintah. Peluang kerjanya sangat terbuka,” ungkap Dekan FKG UGM.
Menurutnya, kebutuhan dokter gigi spesialis di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkat, terutama untuk bidang-bidang yang masih kekurangan tenaga ahli.
“Kita tinggalkan saja persoalan jumlah dan persaingan. Yang penting semua menjalani proses ini dengan sehat, tenang, dan maksimal,” ujarnya dalam sambutan pembukaan seleksi.
Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D menyebut tingginya minat pada kedua program tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan layanan spesialis kedokteran gigi di masyarakat.
“Konservasi Gigi memang selalu menjadi primadona. Dari tahun ke tahun peminatnya sangat tinggi dan kualitas mahasiswanya juga sangat baik,” ujar Dekan FKG UGM
Waspadai Kecurangan Digital
Selain menyoroti pentingnya aspek psikologis, panitia juga menyinggung meningkatnya potensi kecurangan dalam pelaksanaan tes daring. Dalam evaluasi sejumlah seleksi sebelumnya, ditemukan indikasi penggunaan bantuan jarak jauh dan manipulasi perangkat saat tes berlangsung.
Panitia mengaku kini semakin ketat melakukan pengawasan berbasis video dan aktivitas digital peserta.
“Percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan menggunakan cara-cara curang karena sekarang pola pengawasan juga semakin canggih,” tegas Dekan FKG UGM kepada peserta.
Kasus kecurangan, menurut panitia, tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga mencederai etika profesi kedokteran yang menuntut kejujuran dan tanggung jawab tinggi sejak proses pendidikan.

Minat Tinggi pada Program Studi Tertentu
Dalam pemaparan internal seleksi, bidang konservasi gigi disebut masih menjadi program paling diminati. Program tersebut dinilai memiliki konsistensi baik dalam kualitas pendidikan maupun tingkat kelulusan mahasiswa.
Sebaliknya, beberapa bidang seperti Ilmu Penyakit Mulut masih memiliki jumlah pendaftar relatif lebih sedikit, meskipun secara nasional justru menjadi salah satu bidang prioritas kebutuhan tenaga spesialis kesehatan gigi.
Pimpinan fakultas menyebut pemerintah saat ini mulai memberi perhatian lebih pada pemenuhan dokter gigi spesialis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan daerah.
“Secara nasional, kebutuhan dokter spesialis di bidang penyakit mulut cukup besar. Ini menjadi peluang yang sebenarnya sangat menjanjikan,” jelasnya.
Ia juga membuka kemungkinan redistribusi minat peserta ke program studi yang masih membutuhkan tambahan mahasiswa, selama mekanisme akademik memungkinkan.

Menjaga Kualitas Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
FKG UGM menegaskan bahwa proses seleksi ketat merupakan bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan dokter gigi spesialis di Indonesia. Sistem penerimaan kini juga disesuaikan dengan kapasitas kelulusan dan kemampuan pendidikan masing-masing program studi.
Menurut pimpinan fakultas, model seleksi yang ketat diperlukan agar kualitas lulusan tetap terjaga dan tidak terjadi ketimpangan antara jumlah mahasiswa masuk dengan kapasitas pembinaan akademik maupun klinik.
“Kami ingin memastikan bahwa yang masuk benar-benar siap menjalani pendidikan spesialis secara profesional, akademik, dan mental,” kata Dekan FKG UGM.
Di sisi lain, FKG UGM juga mendukung pengembangan pendidikan dokter gigi spesialis di berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga spesialis nasional yang terus meningkat.
Seleksi yang Humanis

Meski berlangsung kompetitif, suasana seleksi tetap dibangun secara humanis. Para peserta diminta tidak menjadikan proses seleksi sebagai tekanan berlebihan, melainkan bagian dari ikhtiar profesional untuk meraih cita-cita.
Panitia juga mengingatkan bahwa hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, karena perjalanan karier setiap dokter memiliki jalannya masing-masing.
“Yang penting sudah berusaha maksimal. Diterima atau tidak, itu bagian dari proses hidup dan pembelajaran,” ujar Dekan FKG UGM
Dengan kombinasi antara seleksi akademik, psikologis, integritas, dan kesiapan profesional, FKG UGM berharap dapat melahirkan dokter gigi spesialis yang tidak hanya unggul secara ilmu pengetahuan, tetapi juga matang secara etika dan kemanusiaan.

FKG UGM Menjawab Tantangan Kebutuhan Dokter Spesialis
FKG UGM menilai tingginya minat terhadap pendidikan spesialis menunjukkan meningkatnya kesadaran dokter gigi muda untuk meningkatkan kompetensi profesional di tengah tantangan pelayanan kesehatan modern.
Di sisi lain, fakultas juga terus berupaya menjaga kualitas pendidikan dengan membatasi jumlah penerimaan sesuai kapasitas pembelajaran klinik dan kemampuan pembinaan akademik masing-masing departemen.
Dengan seleksi yang semakin kompetitif dan komprehensif, FKG UGM berharap dapat melahirkan dokter gigi spesialis yang unggul secara akademik, berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan gigi nasional di masa depan.
(Reporter: Andri Wicaksono, Photographer: Fajar Budi Harsakti)