News

/

Artikel, Latest News

Alat Tambal Gigi yang Paling Aman? Ini Jawaban Peneliti UGM!

Kabar baik buat kamu yang sering bermasalah dengan gigi berlubang parah! Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) berhasil menemukan jenis alat pembersih saraf gigi (instrumen rotari) yang paling aman untuk pasien. Dipimpin oleh drg. Margareta Rinastiti, Ph.D., riset ini membuktikan bahwa alat bermerek HyFlex CM jauh lebih aman karena tidak membuat akar gigi gampang patah dibandingkan dua merek populer lainnya, ProTaper Next dan ProTaper Gold.

Temuan ini sangat penting karena selama ini banyak orang tidak tahu bahwa proses pembersihan gigi berlubang dalam ternyata punya risiko tersendiri bagi kekuatan gigi. Riset yang dipublikasikan dalam Indonesian Dentistry Magazine ini menjadi angin segar bagi dunia medis dan masyarakat luas demi mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Ketika gigi kita berlubang sangat dalam hingga mengenai saraf, rasa sakitnya luar biasa. Solusi terbaik untuk menyelamatkannya agar tidak perlu dicabut adalah dengan perawatan saluran akar (perawatan endodontik). Dalam prosedur ini, dokter gigi akan memasukkan jarum kecil khusus yang berputar (instrumen rotari berbahan nikel-titanium) ke dalam saluran sempit di dalam akar gigi. Tugas alat ini adalah membersihkan jaringan saraf yang membusuk, membunuh bakteri, dan membentuk ulang saluran agar bisa ditutup rapat.

Namun, proses pembersihan ini ibarat pisau bermata dua. Setiap kali alat tersebut berputar dan mengikis dinding dalam gigi, ada tekanan mekanis besar yang tertinggal. Tekanan inilah yang berbahaya. Gesekan alat bisa menciptakan retakan-retakan halus yang sangat kecil pada dinding akar gigi, bahkan tidak terlihat oleh mata telanjang.

Lama-kelamaan, akibat tekanan saat kita mengunyah makanan sehari-hari, retakan kecil tersebut bisa melebar dan membuat akar gigi pecah atau patah secara vertikal. Jika akar gigi sudah patah di dalam gusi, tidak ada pilihan lain bagi dokter selain mencabut gigi tersebut. Di sinilah dilemanya, kita ingin menyelamatkan gigi, tetapi proses pembersihannya justru berisiko melemahkan struktur gigi itu sendiri.

Untuk memecahkan masalah tersebut, drg. Margareta Rinastiti bersama timnya dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi FKG UGM melakukan sebuah eksperimen langsung. Mereka ingin mencari tahu alat mana yang paling ramah dan minim risiko bagi gigi pasien. Tim peneliti membandingkan tiga merek instrumen rotari yang paling laris dan paling sering digunakan oleh dokter gigi di seluruh dunia, ProTaper Next (PN), ProTaper Gold (PG), and HyFlex CM (HC).

Dalam penelitian ini, mereka menggunakan 30 sampel gigi geraham kecil (premolar) manusia yang sudah dicabut. Gigi-gigi tersebut dibagi rata menjadi tiga kelompok, di mana masing-masing kelompok dibersihkan menggunakan salah satu dari ketiga merek alat di atas sesuai dengan standar operasional pabrik.

Setelah proses pembersihan selesai, semua sampel gigi dibawa ke laboratorium untuk diuji kekuatannya menggunakan universal testing machine. Alat canggih ini memberikan tekanan vertikal secara terus-menerus kepada gigi, meniru beban jepitan saat manusia mengunyah kuat, sampai akar gigi tersebut benar-benar patah. Kekuatan maksimum yang bisa ditahan gigi sebelum patah dicatat dalam satuan Newton (N).

Selain itu, para peneliti juga memotong akar gigi dan melihat dinding bagian dalamnya menggunakan mikroskop elektron super canggih (Scanning Electron Microscope) dengan pembesaran hingga 2.500 kali. Tujuannya untuk melihat seberapa bersih alat-alat tersebut dalam menyapu bakteri.

Hasil pengujian laboratorium ini memberikan angka yang sangat jelas dan signifikan secara statistik. Gigi yang dipreparasi atau dibersihkan menggunakan HyFlex CM keluar sebagai juara bertahan dengan tingkat keamanan tertinggi. Data kekuatan rata-rata gigi menahan tekanan setelah dirawat:

Merek Alat Perawatan GigiKekuatan Menahan Tekanan (Newton)Status Keamanan
HyFlex CM1.875,46 NSangat Kuat & Paling Aman
ProTaper Next1.399,18 NCukup Kuat
ProTaper Gold1.385,66 NCukup Kuat

Dari tabel di atas, kita bisa melihat bahwa gigi yang dirawat dengan HyFlex CM mampu menahan beban tekanan yang jauh lebih tinggi sebelum akhirnya patah. Sementara itu, gigi yang dirawat dengan ProTaper Next dan ProTaper Gold memiliki ketahanan yang jauh di bawahnya dan cenderung lebih rapuh. Menariknya, dari segi kebersihan dinding saluran akar, ketiga alat ini sebenarnya sama-sama bersih dalam membuang kotoran. Namun, HyFlex CM menang telak dalam menjaga tulang gigi tetap kokoh.

“Perbedaan ketahanan fraktur akar dari ketiga instrumen ini dipengaruhi oleh desain penampang melintang dan ukuran taper yang berbeda-beda. HyFlex CM memiliki kombinasi penampang segitiga-persegi dengan taper tetap, yang tampaknya lebih menguntungkan dibanding sistem ProTaper.” ujar drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG(K)., Ph.D., dan tim, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, 2023

Mengapa merek HyFlex CM bisa jauh lebih unggul dan ramah terhadap gigi pasien? Para peneliti UGM membeberkan beberapa alasan ilmiah yang berhasil disederhanakan:

Sangat Lentur (Controlled Memory): Alat ini dibuat dengan teknologi pemanasan logam khusus yang membuatnya memiliki sifat “ingatan terkendali”. Artinya, jarum kecil ini sangat fleksibel. Ia bisa meliuk-liuk mengikuti bentuk alami saluran akar gigi yang berbelok-belok tanpa memaksakan tekanan berlebih pada dinding gigi. Uniknya, alat ini bisa kembali ke bentuk semula yang lurus setelah disterilkan dengan suhu panas.

Sentuhan yang Lebih Lembut ke Dinding Gigi: Sudut kemiringan pisau (heliks) pada HyFlex CM hanya 8,3 derajat, jauh lebih kecil dibandingkan ProTaper Next (18,5 derajat) dan ProTaper Gold (19,1 derajat). Sudut yang kecil ini membuat gesekan terhadap dinding gigi menjadi sangat minimal, sehingga risiko memicu retakan halus berkurang drastis.

Hemat Struktur Gigi: HyFlex CM menggunakan desain ketebalan yang tetap (constant taper), berbeda dengan ProTaper yang semakin ke atas bentuknya semakin melebar secara agresif. Alat yang terlalu melebar cenderung mengikis terlalu banyak struktur asli gigi. Ingat rumus alaminya: makin banyak bagian dalam gigi yang terkikis, makin tipis dan rapuhlah gigi tersebut.

Putaran yang Lebih Cepat dan Stabil: Alat ini beroperasi pada kecepatan 500 rpm (rotasi per menit), lebih tinggi dari dua kompetitornya yang berjalan di 300 rpm. Kecepatan yang lebih tinggi ini justru menghasilkan pemotongan jaringan busuk yang lebih efisien dengan tekanan yang tersebar merata, bukan menumpuk di satu titik.

    Gigi yang sudah mati atau berlubang dalam memang pada dasarnya sudah kehilangan nutrisi, sehingga secara alami menjadi lebih rapuh dibanding gigi yang sehat walafiat. Melalui hasil riset FKG UGM ini, para dokter gigi kini memiliki panduan sains yang valid dalam memilih instrumen kerja mereka. Pilihan alat medis yang tampaknya sangat teknis di ruang praktik ternyata menyimpan konsekuensi jangka panjang yang sangat nyata bagi pasien. Memilih alat yang ramah terhadap struktur gigi seperti HyFlex CM bisa menjadi faktor penentu utama.

    Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti

    Foto : FreePik

    Sumber DOI : http://doi.org/10.22146/majkedgiind.82711

    Tags

    Share News

    Related News
    16 July 2026

    Bibir Tak Bisa Menutup Rapat: Solusi Alat Mioungsional untuk Anak

    16 July 2026

    Permukaan Implan Gigi Pun Bisa Menjadi “Rumah” bagi Bakteri Mematikan

    16 July 2026

    Tambal Gigi Retak, Apakah Cukup Hanya Ditambal Ulang?

    en_US