PELEPASAN PROGRAM PASCASARJANA FKG UGM PERIODE 22 APRIL 2026
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) resmi melepas lulusan Program Pascasarjana pada 22 April 2026. Prosesi yang digelar di Auditorium kampus FKG UGM, menandai kelulusan dokter gigi spesialis serta lulusan program magister yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan data resmi pelepasan, lulusan periode April 2026 terdiri dari berbagai program studi spesialis, di antaranya Bedah Mulut & Maksilofasial, Orthodontics, Periodontics, Prostodonsia, serta program Magister (S2) Ilmu Kedokteran Gigi.
Secara rinci, pada periode ini tercatat sedikitnya:
- Program Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial : 6 lulusan
- Program Spesialis Ortodonsia : 2 lulusan
- Program Spesialis Periodonsia : 4 lulusan
- Program Spesialis Prostodonsia : 4 lulusan
- Program Magister (S2) : 3 lulusan
Para lulusan berasal dari berbagai daerah, seperti Medan, Surabaya, Samarinda, Banyumas, Semarang, Palembang, Tarakan, hingga Yogyakarta, menunjukkan jangkauan nasional FKG UGM dalam mencetak tenaga kesehatan gigi profesional.
Prestasi Akademik Tinggi
Mayoritas lulusan meraih predikat “Pujian” (cum laude) dengan indeks prestasi tinggi, bahkan mencapai IPK 3,98 pada program magister. Hal ini mencerminkan kualitas akademik serta ketatnya proses pendidikan di FKG UGM.
Beberapa penelitian yang dihasilkan para lulusan juga menunjukkan kontribusi ilmiah yang kuat, mulai dari kajian biomaterial kedokteran gigi, teknologi CAD/CAM, hingga riset klinis terkait penyakit periodontal dan kesehatan masyarakat.

Lulusan Harus Siap Mengabdi
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Periodonsia FKG UGM, Dr. drg. Rezmelia Sari, MSc., Sp.Perio., Subsp.RPID(K)
menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian di dunia profesional.
“Hari ini adalah titik awal. Dunia di luar sana menanti kontribusi dari ilmu yang sudah dipelajari. Kami yakin para wisudawan telah memiliki bekal kompetensi, integritas, dan empati untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa proses pendidikan yang panjang telah membentuk tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter profesional para lulusan.

Lulusan Harus Siap Praktik Nyata di Masyarakat
Sementara itu, Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D mengibaratkan kelulusan sebagai kepemilikan ‘SIM’ dalam dunia profesi.
“Hari ini kalian seperti baru mendapatkan SIM. Artinya, perjalanan tingkat lanjut telah dimulai. Gunakan ilmu dengan hati-hati, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung nama baik almamater serta mengambil pelajaran dari setiap proses pendidikan, termasuk pengalaman sulit selama studi.

Suara Wisudawan: Ilmu untuk Kemanusiaan
Perwakilan wisudawan, drg. Lastry Ruth Maya T.M. Padang, MDSc., Sp.Perio menyampaikan bahwa perjalanan menjadi dokter gigi spesialis penuh tantangan & tidak mudah dilalui.
“Kami berdiri di sini bukan hanya membawa gelar, tetapi membawa cerita perjuangan panjang, malam-malam yang terasa singkat, kelelahan, dan keraguan yang akhirnya terbayar hari ini,” ungkapnya sesekali suaranya tercekat menahan haru.
drg. Lastry menegaskan bahwa ilmu kedokteran gigi bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi amanah untuk melayani masyarakat.
“Ilmu harus hidup di tengah masyarakat, menjadi jembatan bagi peningkatan kualitas hidup manusia,” tambahnya.
Kontribusi untuk Kesehatan Gigi &Mulut Nasional
Dengan latar belakang lulusan yang berasal dari berbagai daerah dan institusi, FKG UGM berharap para alumni dapat memperkuat layanan kesehatan gigi di seluruh Indonesia, baik di rumah sakit, klinik, institusi pendidikan, maupun pengabdian masyarakat.
Prosesi pelepasan ini sekaligus menegaskan peran FKG UGM sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran gigi yang terus menghasilkan tenaga profesional berkompeten dan berintegritas tinggi di tingkat nasional.
(Reporter: Andri Wicaksono, S.Sos., M.I.Kom, Fotografi: Fajar Budi Harsakti, SE)