Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menyelenggarakan simulasi mitigasi bencana kebakaran di Gedung Dental Learning Center (DLC), Jumat (30/1). Kegiatan ini bertujuan menguji dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh sivitas akademika dalam menghadapi situasi darurat.
Kepala Kantor Administrasi FKG UGM, Wulansari, S.S., menjelaskan bahwa simulasi ini melatih respons cepat seluruh penghuni gedung. “Kami melaksanakan simulasi ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap potensi bencana. Kami ingin memastikan semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan saat kondisi darurat terjadi,” ujar Wulansari.
Pihak fakultas memilih Gedung DLC sebagai lokasi simulasi karena tingginya intensitas penggunaan bangunan tersebut. Gedung ini menampung aktivitas belajar mengajar, praktikum mahasiswa, serta menyimpan berbagai alat penelitianyang sering digunakan.
Skenario simulasi bermula saat titik api muncul di salah satu ruangan. Sivitas FKG UGM yang melihat kejadian tersebut segera menekan tombol alarm darurat dan memanggil rekan terdekat untuk memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Pada saat bersamaan, tim medis bergerak menuju titik api untuk mengevakuasi korban dari dalam ruangan. Dalam skenario ini, simulasi dirancang di mana kondisi api membesar dan tidak berhasil dipadamkan dengan APAR, sehingga petugas harus meminta bantuan tim pemadam kebakaran.
Selain melatih kesiapan sumber daya manusia, kegiatan ini menguji keandalan infrastruktur keamanan. Ketua Tim Kerja Keselamatan Infrastruktur Lingkungan, Hendricus Sujatmiko, mengatakan bahwa pihaknya harus memastikan sistem proteksi gedung, seperti alarm dan instalasi pemadam, berfungsi secara optimal saat terjadi kebakaran.

Simulasi ini turut melibatkan petugas keamanan fakultas yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat kampus. Petugas Keamanan FKG UGM, Riszky, menilai latihan taktis semacam ini sangat krusial bagi timnya. “Kegiatan seperti ini merupakan upaya agar kita sebagai petugas keamanan selalu siap dan sigap menghadapi kondisi gawat darurat, dalam hal ini adalah kebakaran,” tegas Riszky.
Latihan ini juga memberikan pengalaman bagi para staf dan mahasiswa. Ahmad Faiq, seorang laboran di FKG UGM, mendapat kesempatan mempraktikkan langsung cara menyemprotkan APAR ke arah titik api. “Ini pengalaman pertama saya menggunakan APAR. Ternyata tidak begitu sulit menggunakannya, tadi dipandu oleh tim K5L UGM tentang cara pakainya,” kata Faiq.
Peserta lainnya, Tryanindita Noorvitasari, menyebut praktik langsung ini memberinya pengalaman dalam merespons alarm darurat. Ia merasa kegiatan ini membuatnya lebih peduli terhadap keamanan lingkungan kerja dan memahami prosedur penyelamatan diri.
Author: Fajar Budi Harsakti
Foto: Dok. Humas FKG UGM