News

/

Artikel, Latest News, SDG 3, SDG 9

Saat yang Tepat Mengangkat Tumor Gigi Sebelum Kawat Dipasang

Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo UGM dengan keluhan sederhana: gigi taring kirinya tidak kunjung tumbuh. Tidak ada nyeri, tidak ada bengkak berarti. Tapi foto panoramik mengungkap sesuatu yang tersembunyi di dalam tulang rahangnya — sebuah odontoma, tumor jinak yang tumbuh diam-diam dan memblokir jalur erupsi gigi permanen.

Kasus ini bukan satu-satunya. Peneliti dari Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UGM baru saja mempublikasikan sebuah case series at the International Journal of Surgery Case Reports (2025), merangkum lima kasus odontoma yang semuanya bersinggungan dengan rencana perawatan ortodonti pasien.

Tumor Kecil, Masalah Besar di Balik Kawat Gigi

Odontoma adalah tumor odontogenik paling umum, mencakup 35 hingga 76 persen dari seluruh tumor sejenis. Jenisnya ada dua: compound and complex. Yang compound jauh lebih sering ditemukan — sekitar 67 persen kasus — dan bentuknya menyerupai kumpulan gigi-gigi mini yang tersusun tak beraturan di dalam rahang.

Dari lima pasien yang diulas, semuanya datang dengan keluhan serupa: gigi taring atau premolar yang “hilang” atau tidak tumbuh pada waktunya. Usia mereka berkisar 15 hingga 28 tahun. Empat di antaranya perempuan. Tidak ada yang merasakan sakit bermakna. Odontoma mereka baru terdeteksi lewat foto rontgen panoramik, bahkan pada beberapa kasus diperlukan Cone-Beam Computed Tomography (CBCT) untuk memetakan posisi tumor secara tiga dimensi sebelum operasi dilakukan.

Tim yang terdiri dari dr. Ratna Faniati, drg. Bramasto Purbo Sejati, dan drg. Pingky Krisna Arindra menegaskan bahwa pendekatan multidisiplin, antara bedah mulut dan ortodonti adalah kunci keberhasilan penanganan kasus-kasus ini.

Golden Time“: Kapan Tumor Harus Diangkat?

Inti dari publikasi ini bukan sekadar laporan kasus, melainkan konsep golden time: waktu ideal pengangkatan odontoma agar perawatan ortodonti sesudahnya berjalan efektif.

Jika tumor menghalangi jalur erupsi gigi secara vertikal, pengangkatan sebelum pemasangan alat ortodonti sangat dianjurkan. Setelah tumor dibuang, tubuh merespons dengan fenomena yang disebut Regional Acceleratory Phenomenon (RAP), percepatan aktivitas sel tulang di sekitar area operasi yang justru membantu gigi impaksi bergerak lebih cepat ke posisi idealnya.

Namun jika tumor tidak menghalangi erupsi melainkan hanya menggeser posisi gigi di sekitarnya secara horizontal, pengangkatan bisa dilakukan saat perawatan ortodonti sudah berjalan. Keputusan ini bergantung pada lokasi tumor, angulasi gigi yang terdampak, dan ketersediaan ruang di lengkung gigi — faktor-faktor yang harus dinilai secara individual untuk setiap pasien.

Kelima pasien dalam studi ini mencapai hasil fungsional dan estetis yang baik. Gigi yang semula tersumbat akhirnya berhasil diarahkan ke posisi yang seharusnya — sebuah pencapaian kecil yang, bagi seorang remaja yang ingin tersenyum percaya diri, berarti jauh lebih besar dari angka di atas kertas.

Reporter: Nanda Ayu – Andri Wicaksono

Tags

Share News

Related News
2 July 2026

Ketika Rahang Patah, Tulang Mana yang Lebih Cepat Pulih?

2 July 2026

Temu Putih Melawan Radang: Bukti dari Laboratorium FKG UGM

2 July 2026

Minyak Temu Putih Turunkan Gula Darah Sekaligus Atasi Gingivitis pada Tikus Hiperglikemia

en_US