Suasana sore di Auditorium Margono Suradji Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (11/05/2026) menjadi panggung kebanggaan. Tepuk tangan panjang, sorot mata haru, serta deretan selempang prestasi menjadi saksi bagaimana kampus kedokteran gigi tertua dan paling bergengsi di Indonesia itu sedang merayakan satu hal penting: lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membawa nama institusi ke panggung nasional hingga internasional.
Momentum “Awarding Mahasiswa Berprestasi 2025 dan serah terima pengurus organisasi kemahasiswaan 2026” bukan sekadar seremoni tahunan. Acara ini menjadi penegasan bahwa kultur prestasi di FKG UGM terus tumbuh menjadi ekosistem matang yang menghubungkan riset, kepemimpinan, inovasi, olahraga, seni, hingga rekognisi global.
Sebanyak 97 medali berhasil diraih mahasiswa FKG UGM sepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut terdiri atas kompetisi tingkat universitas, nasional, hingga internasional,. Angka itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah fakultas.

Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D menegaskan bahwa prestasi mahasiswa kini menjadi kekuatan strategis dalam membangun reputasi institusi di level dunia.
“Prestasi mahasiswa bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi menjadi modal rekognisi internasional bagi fakultas dan universitas. Reputasi kita sebenarnya sangat kuat, tinggal bagaimana kita mampu menghadirkan strategi agar rekognisi global itu benar-benar terlihat,” ujar Prof. Suryono.
Ia bahkan mengibaratkan Universitas Gadjah Mada sebagai “model hebat yang perlu difoto dengan berbagai sudut terbaik”. Menurutnya, banyak karya besar UGM yang sesungguhnya unggul, tetapi belum maksimal dalam strategi publikasi dan pengakuan internasional.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dalam pemaparannya, Prof. Suryono mengungkap bahwa FKG UGM berhasil menembus berbagai kategori bergengsi pada pemeringkatan dunia berbasis inovasi dan dampak sosial tahun 2026.
“FKG UGM masuk Top 100 dunia di 8 kategori. Bahkan hilirisasi riset kita ada yang meraih peringkat satu dunia. Ini membuktikan bahwa fakultas kecil sekalipun bisa bersaing dengan kampus-kampus elite dunia,” tegasnya.


Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa
Selain penghargaan prestasi, acara juga ditandai dengan serah terima kepengurusan organisasi mahasiswa. Pergantian kepemimpinan berlangsung khidmat, menjadi simbol estafet perjuangan generasi muda FKG UGM.
KETUA ORGANISASI MAHASISWA FKG UGM 2026
| No | Organisasi | Pengurus 2025 | Pengurus 2026 |
|---|---|---|---|
| 1 | BEM KM FKG UGM | Muhammad Burhanudin | Atailah Faza Aditama |
| 2 | GAMAPRO | Auladi Arya Farozi | Muhammad Alfatih Suaidi |
| 3 | HMPKG | drg. Geri Beta | drg. Adity Admoko |
Dalam prosesi tersebut, Wakil Dekan FKG UGM Bidang Akademik, dan Kemahasiswaan Prof. drg. Rosa Amalia, M.Kes.,Ph.D bersama Kepala Unit Kemahasiswaan FKG UGM drg. Muhammad Fahmi Alfian, M.P.H. turut menyaksikan penandatanganan berita acara serah terima jabatan sebagai simbol dimulainya kepemimpinan baru.
Momentum ini memperlihatkan bahwa FKG UGM tidak hanya mencetak ilmuwan dan klinisi, tetapi juga pemimpin masa depan dengan kemampuan organisasi, komunikasi, dan pengabdian sosial.
Bertabur Prestasi dari Berbagai Program Studi
Prestasi mahasiswa FKG UGM tahun ini datang dari spektrum yang sangat luas. Mulai dari scientific competition, literature review, oral presentation, olahraga, seni, dari skala Universitas, Nasional, hingga forum riset internasional.
Mahasiswa program spesialis, profesi, magister, hingga sarjana tampil mendominasi berbagai kompetisi.
PRESTASI MAHASISWA FKG UGM 2025
| No | Study Program | Prestasi |
|---|---|---|
| 1 | Specialist in Oral and Maxillofacial Surgery | Juara Nasional PAPMI – Scientific Research Competition |
| 2 | Specialist in Pediatric Dentistry | Juara Internasional Conference Brawijaya |
| 3 | Specialist in Periodontics | Juara Internasional Postgraduate Research Day |
| 4 | Specialist in Orthodontics | Juara Internasional Airlangga Annual Orthodontic Seminar |
| 5 | Specialist in Prosthodontics | Juara Nasional FORTEGI |
| 6 | Specialist in Oral Medicine | Juara Internasional ASEAN Geriatric Dentistry Conference |
| 7 | Dentist Profession Education | Juara Internasional Literature Review Competition |
| 8 | Dental Hygiene | Juara Internasional Esai Ilmiah |
| 9 | Bachelor In Dentistry | Dominasi Scientific Meeting Nasional dan Internasional |
Diantara ratusan nama penerima penghargaan, beberapa mahasiswa tampil sangat menonjol karena berhasil mengoleksi lebih dari satu medali.
Fatimah Islamiah menjadi salah satu sorotan utama setelah berhasil mengoleksi enam penghargaan nasional dan internasional, termasuk juara pada kompetisi literature review, scientific competition, hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Sementara itu, Ananda Akila Nuril Iza meraih empat penghargaan dari berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional dan internasional.
Nama lain seperti Evrin Korina juga tampil gemilang melalui tiga penghargaan prestisius dalam bidang scientific dentistry competition.
Prestasi yang Tidak Lagi Bersifat Individual
Fenomena menarik dari capaian FKG UGM tahun ini adalah berubahnya pola prestasi mahasiswa. Jika sebelumnya penghargaan lebih bersifat individual dan sporadis, kini kultur kompetitif telah menjadi gerakan kolektif.
Mahasiswa tidak lagi sekadar mengikuti lomba, tetapi mulai memahami pentingnya rekognisi akademik, jejaring internasional, hingga dampak inovasi terhadap reputasi institusi.
Kepala Unit Kemahasiswaan drg. Fahmi begitu akrab disapa menilai perubahan budaya ini menjadi indikator penting transformasi pendidikan tinggi.
“Prestasi hari ini bukan sekadar piala. Ini adalah investasi reputasi, investasi jejaring akademik, dan investasi masa depan mahasiswa,” ujarnya dalam acara tersebut.
Lumbung Prestasi di Kampus
Di balik gemerlap medali dan selempang prestasi kebanggan, terdapat pesan besar yang ingin disampaikan FKG UGM yakni, perguruan tinggi tidak boleh hanya puas menjadi baik secara internal, tetapi harus mampu hadir dalam kiprah global.
Karena itu, strategi internasionalisasi, hilirisasi riset, dan penguatan publikasi kini menjadi fokus utama.
FKG UGM menyadari bahwa era kompetisi perguruan tinggi modern tidak lagi sekadar soal jumlah lulusan, tetapi bagaimana kiprah & karya mahasiswa dan dosennya mampu berkumandang di kancah dunia.
Dan sore itu, riuh tengah tepuk tangan panjang diiringi anthem kejuaraan khas milik Queen, “We Are The Champions” yang menggema di penghujung acara Penganugerahan Prestasi Mahasiswa FKG UGM 2025.
(Reporter: Andri Wicaksono, Photographer: Fajar Budi Harsakti)