News

/

Latest News

Halo…Hai…Tendik Juga Stakeholder…

Halo..Hai.., sapaan khas yang menyeruak ruangan workshop Tendik FKG UGM pada 11 April 2026 dilantukan oleh Arih Budi Utomo sebagai pemateri. Arih membukakan mata seluruh peserta workshop pada hari itu, bahwa tendik juga stakeholder. Stakeholder adalah berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam kesuksesan dan kelangsungan hidup sebuah institusi. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda dan memiliki tujuan serta kepentingan yang beragam terkait dengan aktivitas dan keputusan institusi. Stakeholders dalam suatu Fakultas mencakup berbagai ranah seperti dekanat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, & mitra. Dalam hal ini, tendik sebagai salah satu bagian di dalam kampus, sehingga diharapkan rasa handarbeni (rasa memiliki) terhadap institusi semakin kuat, esprit de corps fakultas kokoh.

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan (Tendik) pada 11 April 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya kerja di lingkungan fakultas dihadiri 113 tendik FKG UGM.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D dalam arahannya menekankan pentingnya pengembangan kapasitas individu sekaligus penguatan kolaborasi anta runit. Ia menyampaikan bahwa setiap elemen dalam organisasi memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian visi institusi.

Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM juga mengapresiasi berbagai inisiatif pengembangan diri yang telah dilakukan oleh tenaga kependidikan, termasuk keberanian untuk berbagi pengalaman di forum nasional serta menghasilkan karya tulis. Hal tersebut dinilai sebagai wujud nyata dari semangat belajar dan adaptasi di tengah dinamika perubahan.

“Kita semua memiliki potensi untuk berkembang. Dengan kolaborasi yang baik, setiap individu dapat memberikan kontribusi terbaik bagi institusi,” ujar Dekan FKG UGM.  Wakil Dekan FKG UGM Bidang Keuangan, SDM, Aset, & IT drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, M.Biotech., Ph.D dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa kolaborasi adalah prestasi dan sukses bersama yang diupayakan bagi civitas FKG UGM. Materi dibawakan oleh Arih Budi Utomo seorang business communication consultant yang berpangalaman mengawaki pengembangan karakter dan komunikasi budaya organisasi.

Penguatan Budaya Kerja dan Integritas

Workshop ini turut menyoroti pentingnya budaya kerja yang berlandaskan integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme. Dalam diskusi yang berlangsung, peserta diajak untuk merefleksikan praktik kerja sehari-hari, termasuk dalam menghadapi tantangan implementasi sistem kerja fleksibel.

Beberapa pengalaman yang dibagikan menunjukkan perlunya keselarasan antara kebijakan dan komitmen individu dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, penguatan disiplin dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan kinerja organisasi.

Pada forum terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto PhD, dalam sebauh forum di Universitas Airlangga baru-baru ini menegaskan bahwa pendorongan kemampuan tendik dalam memanfaatkan teknologi. Khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kegiatan tatap muka ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian program berkesinambungan. Hari ini, Tendik bukan hanya pada lingkup kerja pelaksana saja, tapi Tendik juga harus mampu memrambah ke ranah konseptual sesuai bidangnya, Perguruan Tinggi membutuhkan expertise konseptual di bidang IT, Corporate Communication, e-budgeting, sustainable technology, green campus, dan bidang support system lainnya. Menurutnya, tanpa tendik yang profesional dan adaptif, sulit bagi negara untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.

“Tenaga kependidikan hari ini tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga bertindak sebagai lokomotif perbaikan system, serta konseptor. Di dunia digital, kita dituntut bekerja lebih cerdas dan meninggalkan cara-cara lama,” tuturnya.

Kolaborasi sebagai Kunci Kinerja Organisasi

Melalui berbagai sesi interaktif, peserta didorong untuk memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh individu semata, melainkan oleh kemampuan bekerja sama secara efektif. Konsep kolaborasi lintas fungsi menjadi fokus utama, dengan penekanan bahwa keberagaman peran justru memperkuat kinerja tim.

Pendekatan partisipatif yang diterapkan dalam workshop melalui diskusi kelompok, simulasi, dan refleksi bersama diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta membangun sinergi yang lebih baik antar tenaga kependidikan.

Adaptasi di Era Perubahan

Dalam sesi materi, peserta juga diajak untuk memahami dinamika perubahan yang semakin cepat, termasuk perkembangan teknologi dan tuntutan profesionalisme di dunia kerja. Kemampuan beradaptasi, belajar secara berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi menjadi kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan.

Workshop ini sekaligus menjadi ruang “pit stop” bagi seluruh peserta untuk mengevaluasi diri, memperkuat motivasi, serta menyelaraskan kembali tujuan individu dengan arah strategis fakultas.

Komitmen Menuju Kinerja Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, FKG UGM menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Diharapkan, hasil dari workshop ini tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan institusi di masa mendatang, serta meningkatnya kapasitas SDM Tendik FKG UGM.

(Redaksi: Andri Wicaksono, S.Sos., M.I.Kom)

Tags

Share News

Related News
13 April 2026

Abitoni, The Elite Guardian of FKG UGM

13 April 2026

The Hybrid Strategic Assistant, Hadirkan Paradigma Baru di Relung Kerja Kesekretariatan

8 April 2026

3 GB Perkuat Sinyal Alam Keilmiahan FKG UGM !

en_US