News

/

Latest News

Gedung Dental Learning Center FKG UGM Raih Gold Sertifikasi Greenship

Dental Learning Center (DLC) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) resmi meraih peringkat Gold dalam Sertifikasi Greenship Green Building Council Indonesia (GBCI). Capaian tersebut ditetapkan dalam sidang Final Assessment yang diselenggarakan PT Sertifikasi Bangunan Hijau pada 9 Februari 2026.

Wulansari, S.S., selaku Kepala Kantor FKG UGM, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses panjang pemenuhan standar bangunan hijau, baik dari sisi desain, operasional, maupun tata kelola lingkungan.

“Sejak awal kami memahami bahwa ini bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi membangun sistem yang berkelanjutan. Semua syarat yang diminta kami penuhi satu per satu, termasuk aspek yang detail sekalipun,” ujar Wulansari.

Dalam catatan asesor PT Sertifikasi Bangunan Hijau, terdapat empat poin utama yang menjadi kekuatan DLC FKG UGM.

Pertama, pengelolaan sampah yang terstruktur dan konsisten. FKG UGM menerapkan sistem pemilahan sampah di berbagai titik gedung dan memastikan tidak terjadi penumpukan. Sampah yang telah dipilah dikelola melalui kerja sama dengan pihak terkait sehingga alurnya jelas dan terdokumentasi.

 Kedua, pemanfaatan air tadah hujan. DLC mengoptimalkan sistem penampungan air hujan untuk kebutuhan non-konsumsi seperti flushing dan penyiraman. Langkah ini dinilai signifikan dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber air eksternal sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Ketiga, pengelolaan lahan yang memperhatikan aspek ekologis. Pembangunan gedung tidak dilakukan dengan pendekatan konvensional yang mengorbankan ruang hijau. Area tetap dirancang agar vegetasi eksisting terjaga dan lingkungan sekitar tetap rindang.

Keempat, dan menjadi poin yang paling diapresiasi, adalah tidak adanya pohon yang ditebang selama proses pembangunan. Sebanyak sembilan pohon yang berada di area terdampak justru dipindahkan dan ditanam kembali.

“Tidak ada satu pun pohon yang ditebang saat pembangunan DLC. Sembilan pohon yang terdampak kami pindahkan dan tanam kembali. Itu menjadi salah satu poin penting yang diapresiasi asesor,” kata Wulansari.

Ia menambahkan bahwa proses asesmen berjalan lancar karena seluruh dokumen teknis dan data pendukung telah disiapkan secara lengkap. Menurutnya, kesiapan data menjadi faktor penting dalam membuktikan bahwa praktik keberlanjutan di DLC bukan sebatas konsep, melainkan sudah diterapkan secara operasional.

Sertifikasi Greenship dari GBCI sendiri merupakan standar nasional bangunan hijau yang menilai aspek efisiensi energi, konservasi air, pengelolaan material dan limbah, kualitas udara dalam ruang, serta pengelolaan lahan. Peringkat Gold menunjukkan bahwa gedung telah memenuhi standar tinggi dalam praktik keberlanjutan.

Capaian ini menempatkan DLC FKG UGM sebagai salah satu gedung pendidikan di lingkungan UGM yang telah memenuhi kriteria bangunan hijau secara komprehensif. Ke depan, FKG UGM berkomitmen mempertahankan standar tersebut melalui evaluasi berkala dan penguatan sistem pengelolaan lingkungan di tingkat operasional.

 “Yang paling menantang justru setelah sertifikasi. Kami harus memastikan sistem ini berjalan konsisten dan terus ditingkatkan,” tutup Wulansari.

Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Fajar Budi Harsakti

Tags

Share News

Related News
12 February 2026

Belajar ke Singapura, Mereguk & Menakar Kesiapan Menuju Pendidikan Kedokteran Gigi Bertaraf Global

11 February 2026

FKG UGM–FKG UNEJ Perkuat Sinergi Tridharma, Bangun Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi yang Adaptif & Berdaya Saing

11 February 2026

3 Koas FKG UGM Menyerap Ilmu & Empati di Osaka University

en_US