Tepuk tangan bergemuruh memenuhi auditorium FKG UGM ketika deretan nama-nama pemenang Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi ke-XXXVIII diumumkan. Suasana haru dan penuh kebanggaan itu, tersimpan kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan solidaritas yang akhirnya mengantarkan FKG UGM mendominasi ajang nasional paling bergengsi bagi calon dokter gigi spesialis konservasi gigi di Indonesia.
Sebagai tuan rumah penyelenggara UKOMNAS XXXVIII yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026, FKG UGM tidak hanya berhasil memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, tetapi juga menunjukkan kualitas pendidikannya melalui prestasi para residen. Ujian nasional ini diikuti 71 peserta dari 6 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan spesialis konservasi gigi di Indonesia, yakni UGM, UI, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sumatera Utara. Ujian terdiri atas tiga tahapan, yakni Computer-Based Test (CBT), Student Oral Case Analysis (SOCA), dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai standar nasional penjaminan kompetensi dokter gigi spesialis.

Prestasi yang diraih FKG UGM menjadi sorotan. Dari 5 besar peringkat nasional, 4 di antaranya berhasil diraih oleh residen UGM. Drg. Lira Wiet Jayanti keluar sebagai Peringkat 1 Nasional, disusul drg. Adi Nugraha di Peringkat 2, drg. Agrippina Hadi di Peringkat 4, serta drg. Mahar Rosa Erwidawan di Peringkat 5. Tidak hanya itu, drg. Lira Wiet Jayanti juga meraih predikat Terbaik SOCA, drg. Agrippina Hadi memperoleh nilai sempurna pada kategori Terbaik SOCA, sementara drg. Mahar Rosa Erwidawan dinobatkan sebagai Terbaik CBT, sebagaimana ditampilkan dalam dokumentasi hasil pengumuman UKOMNAS.

Dominasi tersebut bukan sekadar pencapaian akademik. Di balik angka-angka itu terdapat perjalanan panjang para residen yang selama bertahun-tahun ditempa melalui pembelajaran klinik, diskusi ilmiah, simulasi kasus, hingga latihan menghadapi ujian kompetensi nasional.
Koordinator Lapangan UKOMNAS XXXVIII, drg. Fajar Satrio, Sp.KG, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari budaya belajar yang terus dibangun di lingkungan Program Studi Spesialis Konservasi Gigi FKG UGM.
“Prestasi ini bukan semata-mata tentang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana para residen mampu membuktikan bahwa proses pendidikan yang mereka jalani telah membentuk kompetensi, integritas, dan profesionalisme. Mereka belajar untuk melayani pasien dengan standar terbaik, dan penghargaan ini adalah konsekuensi dari proses tersebut.”
Menurutnya, keberhasilan para peserta tidak lahir secara instan. Selama berbulan-bulan, para residen menjalani pembinaan intensif, evaluasi berulang, serta latihan menghadapi berbagai skenario klinis yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
“Mereka sering kali mengorbankan waktu bersama keluarga, menghadapi tekanan akademik yang tinggi, namun tetap saling mendukung satu sama lain. Itulah nilai yang paling membanggakan,” they said.
Keberhasilan FKG UGM juga memperlihatkan kuatnya sistem pendidikan yang mengedepankan kolaborasi. Para dosen, pembimbing, penguji internal, tenaga kependidikan, hingga sesama residen berkontribusi menciptakan lingkungan belajar yang saling menguatkan.
Salah satu peraih Peringkat 1 Nasional, drg. Lira Wiet Jayanti, mengaku penghargaan tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh tantangan.
“Saat nama saya dipanggil sebagai peringkat pertama, yang terlintas justru wajah para dosen, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendukung saya. Saya percaya tidak ada keberhasilan yang dicapai sendirian. Semua ini adalah hasil dari doa, kerja keras, dan kebersamaan.”
Ia berharap keberhasilannya dapat menjadi penyemangat bagi residen-residen berikutnya agar terus percaya pada proses belajar.
“Kompetensi bukan hanya soal mendapatkan nilai tinggi, tetapi bagaimana ilmu yang kami pelajari benar-benar bermanfaat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” she said.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Lokal UKOMNAS XXXVIII, Dr. drg. Tunjung Nugraheni, M.Kes., Sp.KG., Subsp.K.E., menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah sekaligus meraih prestasi nasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi FKG UGM.
“Kami bersyukur pelaksanaan UKOMNAS berjalan lancar dan para residen mampu menunjukkan performa terbaiknya. Ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang telah mempersiapkan kegiatan ini secara matang.”
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan UKOMNAS bukan sekadar agenda evaluasi akademik, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga mutu pendidikan dokter gigi spesialis di Indonesia.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan UKOMNAS sebagai instrumen penjaminan mutu lulusan agar memiliki kompetensi dalam aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan gigi yang aman, bermutu, dan sesuai standar nasional.
(Reporter: Nanda Ayu, Andri Wicaksono, Foto: Arsip Residen PPDGS Konservasi Gigi FKG UGM)