News

/

Latest News

FKG UGM Perkenalkan Layanan Laboratorium Riset Terpadu

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) melalui Laboratorium Riset Terpadu (LRT) memperkenalkan berbagai fasilitas dan layanan penelitian kepada mahasiswa jenjang pascasarjana. Dr. drg. Anne Handrini Dewi, M.Kes. selaku Kepala LRT memberikan gambaran mengenai sumber daya laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung riset di bidang kedokteran gigi pada kegiatan Penunjang Akademik (7/11).

Dr. drg. Anne menjelaskan bahwa Laboratorium Riset FKG UGM menyediakan lima layanan uji utama yang dirancang untuk menunjang kebutuhan penelitian secara menyeluruh, meliputi uji fisiomekanik, mikrobiologi, fisikokimiawi, biologi molekuler, dan histologi. Setiap layanan dilengkapi dengan peralatan berteknologi tinggi yang sebagian besar telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas ini baik secara mandiri maupun dengan menitipkan sampel kepada penyelia dan laboran,” jelasnya. Model kerja yang fleksibel ini memudahkan mahasiswa untuk fokus pada proses analisis tanpa harus terhambat aspek teknis pengujian.

Salah satu keunggulan Laboratorium Riset FKG UGM adalah keberadaan alat Bioprinter sebagai satu-satunya di Asia Tenggara. Perangkat ini digunakan untuk mencetak membran 3D yang mengandung sel, membuka peluang besar bagi pengembangan penelitian regeneratif di bidang kedokteran gigi. Selain itu, Laser Speckles menjadi inovasi penting lainnya yang digunakan untuk memantau proses penyembuhan luka secara in vivo dengan mengukur tingkat angiogenesis atau pembentukan pembuluh darah baru secara real time.

Tak hanya itu, Laboratorium Riset juga dilengkapi dengan Scanning Electron Microscope (SEM) yang mampu menghasilkan citra mikrostruktur dengan resolusi tinggi yang sangat berguna untuk dokumentasi ilmiah maupun publikasi.

Dalam kesempatan tersebut, Anne juga menekankan pentingnya Ethical Clearance (EC) sebagai prasyarat untuk melakukan penelitian dan menggunakan laboratorium. Proses pengurusan EC memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan sehingga perlu dipersiapkan sejak awal oleh para peneliti. “Dengan adanya EC, kami ingin memastikan setiap kegiatan riset berjalan sesuai kaidah etik dan bertanggung jawab terhadap subjek maupun hasil penelitian,” pungkasnya.

Melalui fasilitas yang ada di Laboratorium Riset FKG UGM diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menunjang keperluan penelitian sehingga dapat melahirkan penelitian yang berkualitas dan berdampak.

Author and Photographer: Fajar Budi Harsakti

Tags

Share News

Related News
3 February 2026

Ketika Gigi Hilang, Gizi Menjadi Soal: Ikhtiar ‘Senyum Baru’ dari Lereng Blado, Kabupaten Batang

3 February 2026

Mencecap Ilmu Klinis di ‘Negeri Singa’, Mahasiswa FKG UGM Memperluas Horizon Pembelajaran Global

3 February 2026

Meretas Cerita Dibalik Koas & Residen Untuk Menjadi Dokter Gigi

en_US