News

/

Latest News

FKG UGM Lantik 47 Dokter Gigi Baru, Tekankan Integritas dan Semangat Pengabdian Masyarakat

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Upacara Pelantikan Dokter Gigi. Sebanyak 47 lulusan dilantik dengan tingkat kelulusan 100%. Upacara diselenggarakan di gedung Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, pada Senin, 23 Juni 2026. Dengan adanya pelantikan ini, para lulusan diharapkan tidak hanya unggul dalam kompetensi klinis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi saat terjun ke masyarakat.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. Henny Primasari, dalam sambutannya, menyampaikan pesan reflektif tentang arti gelar profesi yang baru diraih. Ia mengatakan bahwa pengambilan sumpah profesi adalah awal dari tanggung jawab moral yang sebenarnya.

“Hari ini bukan garis akhir dari perjuangan, Saudara sekalian. Justru hari ini adalah titik awal dari pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar drg. Henny Primasari di depan para lulusan dan keluarga yang hadir.

Di tengah dinamika dan tantangan akses kesehatan di berbagai daerah di Indonesia, ia mendorong para lulusan untuk menjadi agen perubahan. “Jadilah dokter gigi yang tidak hanya pintar secara akademik dan terampil secara klinis, tetapi juga rendah hati, berempati, menjunjung tinggi etika, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Senada dengan itu, Dekan FKG UGM, Prof. Drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. memberikan pembekalan moral dengan pendekatan yang hangat dan interaktif. Ia membuka arahannya dengan sebuah perumpamaan visual yang menunjukkan nyala api dari sebuah dompet, yang ia simbolkan sebagai “Api Mrapen”. Simbol ini bertujuan agar para lulusan memiliki semangat yang tidak padam dan keberanian untuk mengabdikan ilmu mereka hingga ke pelosok daerah.

Prof. Drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. menekankan pentingnya budi pekerti di dunia profesional. Ia mengingatkan bahwa keahlian akademis harus selalu sejalan dengan karakter yang kuat. “Karakter harus menjadi bagian yang tidak terlupakan untuk kalian. Banyak orang memiliki kompetensi tetapi tidak memiliki karakter, dan ini harus kita hindari,” tegasnya.

Sebagai respons terhadap perkembangan era digital, Prof. Drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. juga menyampaikan pesan yang ia susun melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). “Soal tarif, saya tahu kalian bingung mau menetapkan harga berapa. Pesan saya, boleh mahal, asalkan ikhlas. Jangan seperti teman saya yang dulu, tambal gigi dengan tarif kos-kosan, tetapi hasilnya seperti tambal panci bocor. Pasien mungkin meringis saat membayar, tetapi jangan sampai meringis saat melihat diri sendiri,” ujar Suryono yang disambut tawa meriah dari hadirin.

Rangkaian pelantikan ini menjadi momen penting bagi institusi dalam melepas putra-putri terbaiknya. Para dokter gigi baru FKG UGM diharapkan mampu membawa nama baik almamater, memegang teguh integritas, dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.

Penulis: Annisa Dwi Noviyanti
Photo: Fajar Budi Harsakti

Tags

Share News

Related News
24 June 2026

Kisah drg. Adinda, Alumni FKG UGM Ikuti Program Penugasan Khusus Kemenkes RI di NTT

24 June 2026

Pembukaan Pelatihan Kompetensi Dokter Gigi Bidang Implan di FKG UGM

23 June 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan SMA IT Al Azhar Jambi

en_US