Komitmen FKG UGM dalam memperkuat kualitas pendidikan, layanan, dan inovasi kedokteran gigi terus ditunjukkan, salah satunya pada partisipasi Program Studi Prostodonsia dalam ajang internasional Prosthodontics Refreshment 2026 in Conjunction with 3rd Indonesian Prosthodontics Annual Meeting (IPAM) yang berlangsung di Bandung pada 21–22 Mei 2026 lalu. Kegiatan yang mengusung tema “Transforming Oral & Maxillofacial Rehabilitation Through Advanced Prosthodontics” tersebut menjadi ruang strategis untuk memperbarui wawasan keilmuan, memperkuat jejaring profesional, sekaligus mengukuhkan posisi FKG UGM dalam pengembangan ilmu prostodonsia di tingkat nasional dan global.

Tidak sekadar hadir sebagai peserta, delegasi FKG UGM juga berperan sebagai narasumber akademik, juri kompetisi ilmiah, peserta workshop teknologi terkini, hingga peraih prestasi dalam kompetisi ilmiah nasional. Kehadiran para dosen dan residen Prostodonsia UGM menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan kedokteran gigi saat ini tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu klinis, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin mendisrupsi praktik kedokteran gigi.
Menyongsong Era Rehabilitasi Oral Berbasis Teknologi
Seminar internasional yang diikuti sekitar 400 dokter gigi dan dokter gigi spesialis prostodonsia dari berbagai wilayah Indonesia menghadirkan para pakar dunia yang membahas perkembangan mutakhir rehabilitasi oral dan maksilofasial. Materi yang disampaikan mencakup perencanaan rehabilitasi rongga mulut secara komprehensif, manajemen nyeri orofasial, inovasi prostetik maksilofasial berbasis kebutuhan pasien, hingga teknologi estetika keramik anterior.
Berbagai topik tersebut menunjukkan bahwa masa depan prostodonsia tidak lagi hanya berfokus pada penggantian gigi yang hilang, melainkan berkembang menjadi disiplin yang mengintegrasikan aspek biologis, fungsional, estetis, dan digital secara simultan.
Menurut drg. Pramudya Aditama, M.DSc., Sp.Pros, keikutsertaan dalam forum internasional seperti IPAM menjadi sarana penting untuk memastikan bahwa kurikulum dan praktik pendidikan Prostodonsia FKG UGM selalu selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
“Forum ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mempelajari perkembangan terbaru dalam rehabilitasi oral dan maksilofasial. Berbagai inovasi yang dipresentasikan para pakar dunia menjadi referensi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan klinis di FKG UGM.”
Digital Dentistry Menjadi Arus Utama
Salah satu benang merah yang mengemuka dalam hampir seluruh sesi ilmiah adalah semakin dominannya teknologi digital dalam praktik prostodonsia. Berbagai pembicara menyoroti pemanfaatan digital denture, pemindaian digital, perencanaan implan berbasis perangkat lunak, hingga teknik pencetakan gigi yang lebih efisien dan presisi.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma pelayanan kedokteran gigi dari pendekatan konvensional menuju layanan berbasis data dan teknologi. Digitalisasi memungkinkan proses diagnosis, perencanaan, hingga pembuatan prostesis dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan nyaman bagi pasien.
Bagi institusi pendidikan seperti FKG UGM, fenomena tersebut menjadi sinyal penting untuk terus memperkuat kompetensi digital para dosen maupun peserta didik.
drg. Mohammad Fadyl Yunizar, MPH., Ph.D, yang turut mengikuti kegiatan ilmiah dan workshop, menilai bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Perkembangan teknologi digital dalam prostodonsia berlangsung sangat cepat. Melalui kegiatan ini kami mendapatkan banyak pembelajaran mengenai bagaimana teknologi dapat meningkatkan akurasi diagnosis, efektivitas perawatan, dan pengalaman pasien secara keseluruhan”, papar drg. Fadyl.
FKG UGM Berkontribusi Dalam Kompetisi Ilmiah Nasional
Selain mengikuti seminar, delegasi FKG UGM juga berpartisipasi aktif dalam kompetisi ilmiah yang menjadi bagian dari rangkaian IPAM 2026. Pada ajang tersebut, Prof. drg. Titik Ismiyati, MS., Sp.Pros(K) dipercaya menjadi juri kategori literature/systematic review, mewakili Program Studi Prostodonsia FKG UGM.

Sementara itu, residen Prostodonsia FKG UGM, drg. Mohammad Fadyl Yunizar, MPH, Ph.D berhasil menjadi finalis kategori case report melalui karya berjudul “Surgical Guide Implant Planning for Implant-Retained Overdenture in A Severely Resorbed Mandible with Superficially Positioned Mandibular Nerve: Case Report”. Prestasi tersebut kemudian berbuah manis dengan diraihnya Juara III kategori Case Report pada malam penganugerahan.
Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa kualitas penelitian dan kajian klinis yang dikembangkan di FKG UGM mampu bersaing di tingkat nasional.
Prof. Titik Ismiyati menegaskan bahwa budaya akademik yang kuat harus terus dipupuk untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Prestasi dalam kompetisi ilmiah bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana penelitian dan kajian klinis yang dilakukan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat.”
Mengawal Standar Pendidikan Prostodonsia Nasional
Peran strategis FKG UGM juga tampak melalui keterlibatan dalam Rapat Kerja Kolegium Prostodonsia yang dihadiri pengurus Ikatan Prostodontis Indonesia (IPROSI), panitia, serta delegasi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, hingga Bali. NTB, NTT dan Kalimantan.
Forum tersebut menjadi wadah penting untuk membahas arah pengembangan pendidikan spesialis prostodonsia, penyelarasan standar kompetensi, serta tantangan yang akan dihadapi profesi di masa depan.
Keterlibatan FKG UGM dalam forum kolegium menunjukkan kontribusi aktif institusi ini dalam menjaga mutu pendidikan spesialis dan memperkuat tata kelola akademik di tingkat nasional.
Membangun Masa Depan Prostodonsia Indonesia
Partisipasi dalam seminar, workshop, kompetisi ilmiah, dan rapat kolegium memperlihatkan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi utama dalam menjaga daya saing institusi pendidikan kesehatan. Delegasi FKG UGM yang terdiri atas Prof. Dr. drg. Titik Ismiyati, MS., Sp.Pros(K) drg. Murti Indrastuti, M.Kes, Sp.Pros(K) drg. Pramudya Aditama, MDSc., Sp.Pros, dan drg. Mohammad Fadyl Yunizar, MPH., Ph.D tidak sekedar membawa pulang sertifikat keikutsertaan, tetapi juga pengetahuan, jejaring kolaborasi, serta inspirasi untuk mendorong transformasi pendidikan kedokteran gigi dan pelayanan prostodonsia di Indonesia.
Ditengah berpacunya teknologi kedokteran gigi, FKG UGM menunjukkan bahwa keunggulan akademik tidak cukup dibangun melalui bangku kuliah dan laboratorium semata. Keunggulan lahir dari keterbukaan cara berpikir terhadap dinamika inovasi, keberanian berkompetisi, serta kemampuan membangun kolaborasi skala internasional.
Keikutsertaan Departemen Prostodonsia dalam IPAM 2026 menjadi bukti bahwa FKG UGM terus bergerak sebagai institusi yang tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan prostodonsia Indonesia yang berdaya saing global.
(Kontributor: drg. Pramudya Aditama, MDSc., Sp.Pros, Redaksi: Andri Wicaksono)