News

/

Artikel, Latest News

Nano Kalsium dan Vitamin D Percepat Erupsi Gigi Tikus Sejak dalam Kandungan

Jarum caliper bergerak perlahan mengukur seberapa jauh gigi seri tikus-tikus kecil itu muncul dari gusi. Hari ke-14 setelah kelahiran. Hasilnya jelas: anak-anak tikus dari induk yang diberi suplemen nano kalsium dan vitamin D selama kehamilan memiliki gigi yang lebih panjang, lebih cepat tumbuh, dibanding kelompok mana pun.

Itulah inti temuan penelitian yang dilakukan oleh drg. Heriati Sitosari, M.D.Sc., Ph.D. bersama tim dari Departemen Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences pada Desember 2020, menjadi salah satu kontribusi riset FKG UGM dalam memahami bagaimana nutrisi ibu hamil membentuk perkembangan gigi sejak tahap paling awal kehidupan.

Dari Partikel Kecil, Pertanyaan Besar

Nano kalsium bukan sekadar kalsium yang dihaluskan. Partikel dengan dimensi kurang dari atau sama dengan 100 nanometer ini memiliki reaktivitas kimia yang jauh lebih tinggi, tingkat penetrasi seluler yang lebih besar, dan kemampuan melepaskan ion kalsium dua hingga tiga kali lebih banyak dibanding kalsium mikro konvensional. Di atas kertas, ini terdengar menjanjikan bagi ibu hamil yang membutuhkan asupan kalsium optimal untuk perkembangan janin.

Namun ada sisi lain yang mengganjal para peneliti. Karena lebih reaktif secara kimiawi dan memiliki derajat ekskresi rendah, nano kalsium berpotensi menimbulkan toksisitas seluler. Belum lagi, saat penelitian ini dirancang, belum ada studi yang secara spesifik memeriksa dampak suplemen nano kalsium dan vitamin D selama kehamilan terhadap perkembangan gigi janin, khususnya pada proses erupsi.

Pertanyaan itulah yang mendorong tim riset untuk merancang eksperimen menggunakan tikus Sprague Dawley, model hewan yang lazim digunakan dalam penelitian odontologi karena pola erupsi giginya yang terukur dan relatif konsisten.

Tiga Kelompok, Satu Pertanyaan

Dua belas tikus betina Sprague Dawley berusia 12 minggu dibagi menjadi tiga kelompok setelah dikonfirmasi hamil melalui pengamatan vaginal plug. Kelompok pertama mendapat nano kalsium dan vitamin D3, kelompok kedua mendapat mikro kalsium dan vitamin D3, sementara kelompok kontrol hanya mendapat air suling. Pemberian dilakukan secara intragastrik setiap hari, mulai hari pertama kehamilan hingga 21 hari setelah kelahiran, melewati masa menyusui.

Pengamatan erupsi gigi seri rahang atas dan bawah dimulai pada hari ke-7 setelah kelahiran. Tim mencatat kapan tepatnya gigi pertama kali menembus gusi, lalu mengukur tinggi erupsi pada hari ke-14 dan ke-21 menggunakan sliding caliper. Dari kedua pengukuran itu, laju erupsi dihitung.

Hasilnya konsisten dan bermakna secara statistik. Erupsi gigi seri pada kelompok nano kalsium terjadi lebih cepat, tingkat erupsinya lebih tinggi pada hari ke-14 maupun ke-21, dan perbedaan ini signifikan secara statistik (p < 0,05) dibanding kelompok mikro kalsium maupun kontrol. Satu-satunya variabel yang tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok adalah laju erupsi, yakni kecepatan pertumbuhan gigi dari hari ke-14 ke hari ke-21.

“Konsumsi suplemen nano kalsium dan vitamin D selama kehamilan dan masa menyusui pada tikus Sprague Dawley menyebabkan erupsi dini dan dapat mempercepat tingkat erupsi gigi seri rahang atas dan bawah.” — drg. Heriati Sitosari, M.D.Sc., Ph.D., dan tim peneliti

Mengapa Gigi Bisa Lebih Cepat Tumbuh?

Penjelasannya bertolak dari penelitian sebelumnya oleh tim yang sama. Nano kalsium terbukti mempercepat deposisi enamel pada tikus yang ibunya mendapat suplemen serupa. Proses amelogenesis yang lebih cepat terjadi karena dentinogenesis pun berlangsung lebih awal. Mahkota gigi yang selesai terbentuk lebih cepat akan memicu rangkaian fisiologis berikutnya: resorpsi tulang alveolar membuka jalur erupsi, pembentukan akar berlanjut, dan gigi pun muncul ke rongga mulut lebih awal dari biasanya.

Di tingkat molekuler, kalsium berperan sebagai second messenger yang mengaktifkan jalur sinyal ERK, yang pada gilirannya mengaktifkan Runx2, faktor transkripsi kunci untuk diferensiasi osteoblas. Semakin tinggi kadar ion kalsium intraselular, semakin aktif jalur ini bekerja. Itulah mengapa bioavailabilitas nano kalsium yang lebih tinggi berujung pada proses perkembangan gigi yang lebih cepat.

Vitamin D3 yang ditambahkan dalam suplemen memperkuat mekanisme ini. Bentuk aktif vitamin D, yakni 1,25(OH)2D3, merupakan stimulator utama absorpsi kalsium di usus. Kombinasi keduanya menciptakan kondisi optimal untuk mineralisasi jaringan keras gigi selama masa kritis perkembangan janin.

Namun peneliti juga mencatat keterbatasan. Karena gigi seri tikus Sprague Dawley tumbuh terus-menerus sepanjang hidup, studi ini tidak dapat mengevaluasi gerakan post-eruptif gigi. Selain itu, pertanyaan tentang apakah nano kalsium juga memengaruhi ekspresi gen-gen kritis yang mengatur erupsi, seperti CSF-1, OPG, VEGF, dan RANKL pada folikel dental, masih menunggu jawaban dari riset lanjutan.

Implikasi yang Masih Perlu Dijawab

Temuan ini membuka kemungkinan menarik: nano kalsium berpotensi menjadi suplemen kehamilan tambahan yang efektif untuk mendukung perkembangan gigi optimal pada janin. Nutrisi ibu selama kehamilan bukan hanya soal kesehatan tulang, melainkan juga memengaruhi kapan dan bagaimana gigi pertama anak akan muncul ke dunia.

Meski demikian, kekhawatiran soal reaktivitas kimia dan potensi toksisitas nano kalsium belum sepenuhnya terjawab. Jarak antara temuan pada model hewan dan rekomendasi klinis untuk manusia masih panjang. Penelitian drg. Heriati Sitosari, M.D.Sc., Ph.D. dan tim meletakkan satu batu penting di jalan panjang itu, menunjukkan bahwa ukuran partikel yang tidak kasat mata bisa menentukan kapan gigi pertama seorang anak akan menembus gusi.

Sumber DOI : –

Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto : Pixels

Tags

Share News

Related News
15 July 2026

Biji Kelor Melawan Bakteri Pembandel di Saluran Akar Gigi

15 July 2026

Ketika Gigi Anak Bisa Bercerita Tentang Usianya

15 July 2026

Lubang di Lantai Kamar Pulpa: Perawatan Gigi Justru Menciptakan Masalah Baru

en_US