News

/

Latest News

Perawatan Pasca Implan Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Jangka Panjang

Keberhasilan perawatan implan gigi tidak hanya ditentukan oleh proses pemasangan, tetapi juga oleh perawatan dan pemantauan pascaoperasi yang dilakukan secara konsisten. Pesan tersebut disampaikan oleh drg. Adella Syvia Maharani, MDSc, Sp.Pros saat menjadi pemateri dalam kegiatan Kelas Implan Gigi yang berlangsung di Gedung Margono Soeradji Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) Lantai 2, Rabu (24/6/2026).

Dalam sesi pembelajaran tersebut, drg. Adella Syvia Maharani, MDSc., Sp. menyoroti pentingnya kontrol berkala, edukasi pasien, serta pemeliharaan kebersihan area implan guna mencegah terjadinya komplikasi seperti peri-implant mucositis dan peri-implantitis yang dapat berujung pada kegagalan implant.

“Keberhasilan implan tidak berhenti saat pemasangan selesai. Pasien harus memahami cara merawat implan dan rutin melakukan kontrol agar kondisi jaringan dan tulang di sekitar implan tetap sehat,” jelasnya.

Menurut drg. Adella Syvia Maharani, MDSc., Sp., salah satu tantangan terbesar dalam perawatan implan adalah menjaga kepatuhan pasien terhadap instruksi pascaoperasi. Edukasi mengenai kebersihan rongga mulut, konsumsi obat sesuai anjuran, hingga pentingnya menghindari faktor risiko tertentu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan terapi.

Ia juga menjelaskan perbedaan kondisi jaringan implan yang sehat dengan kondisi yang mulai mengalami peradangan. Tanda-tanda seperti kemerahan, perdarahan saat probing, peningkatan kedalaman poket, hingga kehilangan tulang perlu diwaspadai sebagai indikasi awal terjadinya penyakit peri-implan.

Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prosedur evaluasi klinis dan radiografis setelah pemasangan implan. Pemeriksaan meliputi kondisi jaringan lunak, stabilitas implan, mobilitas, Bleeding on Probing (BoP), serta perubahan ketinggian tulang penyangga yang dipantau secara berkala melalui radiografi.

“Monitoring harus dilakukan secara rutin. Pemeriksaan klinis dan radiografis membantu kita mendeteksi masalah lebih awal sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius,” ungkapnya.

Dalam materi tersebut, drg. Adella Syvia Maharani, MDSc., Sp. juga membahas pentingnya pemilihan alat perawatan yang aman bagi permukaan implan, termasuk penggunaan instrumen non logam tertentu, interdental brush, serta teknik pembersihan yang tepat. Menurutnya, penggunaan alat yang tidak sesuai dapat merusak permukaan implan dan meningkatkan risiko akumulasi plak.

Kegiatan Kelas Implan Gigi ini menjadi sarana peningkatan kompetensi bagi para dokter gigi dalam memahami aspek pemeliharaan dan evaluasi jangka panjang pasien implan. Dengan pemahaman yang baik mengenai perawatan pascaimplantasi, diharapkan tingkat keberhasilan implan dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama.

(Reporter: Anny Anggraini, Fotografer: Anny Anggraini, Redaksi: Andri Wicaksono)

Tags

Share News

Related News
26 June 2026

Dasar-Dasar Implantologi & Perkembangan Teknologi Implan Gigi

26 June 2026

Pentingnya Desain Flap Jaringan Lunak, Dalam Keberhasilan Implan Gigi

25 June 2026

Anestesi Lokal Pada Implant Dental, Ketepatan Teknik Lebih Penting Daripada Jenis Obat

en_US