News

/

Artikel, Latest News

Nanas Bukan Sekadar Buah: Ekstrak Bonggolnya Ternyata Mempercepat Sembuhnya Luka di Mulut

Luka di dalam mulut terasa sepele, tapi siapa pun yang pernah mengalami sariawan traumatik tahu betapa sakitnya setiap kali menelan atau sekadar berbicara. Selama ini, pengobatannya bergantung pada gel antiseptik komersial. Sebuah penelitian dari Departemen Biologi Oral FKG UGM kini membawa kabar menarik: bagian nanas yang biasa dibuang begitu saja, yakni bonggolnya, ternyata menyimpan potensi penyembuhan luka yang signifikan.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Taibah University Medical Sciences (2025) ini dipimpin oleh Dr. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., bersama tim dari Departemen Biologi Oral dan Departemen Material Kedokteran Gigi FKG UGM. Mereka menguji efek nanoemulgel ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap fase inflamasi dalam proses penyembuhan ulkus traumatikus pada mukosa bukal.

Ketika Bonggol Nanas Menjadi Obat

Bonggol nanas selama ini dianggap limbah. Padahal, bagian tersebut justru mengandung kadar bromelain tertinggi di antara seluruh bagian tanaman nanas. Bromelain adalah enzim proteolitik yang dikenal memiliki efek antiinflamasi, antitrombus, dan kemampuan mendukung debridemen luka.

Dalam penelitian ini, ekstrak bonggol nanas diformulasikan dalam bentuk nanoemulgel dengan konsentrasi 1%. Ukuran partikel rata-rata mencapai 260,65 nm, masuk dalam kisaran nanopartikel yang ideal (10–1000 nm). Formulasi ini memungkinkan bahan aktif terdistribusi lebih merata dan menembus jaringan mukosa lebih efektif dibanding gel biasa.

Dua puluh empat tikus Wistar jantan diinduksi ulkus traumatikus menggunakan punch biopsy berdiameter 3 mm pada mukosa bukal. Kelompok perlakuan menerima nanoemulgel ekstrak bonggol nanas, sementara kelompok kontrol positif mendapat Aloclair Plus Gel, produk komersial yang sudah umum digunakan untuk ulkus mulut. Gel diaplikasikan sekali sehari selama empat hari.

Neutrofil Melonjak, Luka Menyempit

Hasilnya berbicara cukup keras. Diameter luka pada kelompok perlakuan secara statistik lebih kecil dibanding kelompok kontrol (p < 0,05). Jumlah neutrofil, sel pertahanan pertama yang bertugas membersihkan agen penyebab cedera, mencapai puncaknya pada hari pertama dan lebih tinggi pada kelompok perlakuan. Ekspresi COX-2, penanda penting fase inflamasi, juga lebih tinggi secara bermakna pada hari kedua dan ketiga di kelompok yang diberi ekstrak nanas.

Temuan ini menarik karena secara biologis menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas bukan menekan inflamasi secara mentah-mentah, melainkan justru mengoptimalkan fase inflamasi agar berlangsung lebih teratur dan efisien. Inflamasi yang terkendali adalah syarat utama agar luka bisa melanjutkan ke fase proliferasi dan remodeling.

“Pineapple stem extract induced the inflammatory phase and accelerated wound healing, as indicated clinically by the decreased diameter of traumatic ulcers, higher neutrophil count, and greater COX-2 expression level in the treatment group compared with the control.”

Juni Handajani et al., Journal of Taibah University Medical Sciences, 2025

Bromelain diduga bekerja melalui hidrolisis fibrin pada luka dan perbaikan komponen matriks ekstraseluler seperti kolagen, laminin, dan elastin, sehingga memicu pelepasan faktor pertumbuhan dan angiogenesis. Flavonoid, tanin, dan saponin yang juga terkandung dalam bonggol nanas turut berkontribusi melalui sifat antioksidan dan antiinflamasinya.

Penelitian ini masih memiliki keterbatasan: formulasi optimal untuk terapi mukosa oral belum ditentukan, dan observasi jangka panjang masih diperlukan. Namun, temuan awal ini membuka jalan bagi pengembangan terapi berbasis bahan alam lokal yang murah, mudah didapat, dan tidak bergantung pada produk impor. Bonggol nanas yang selama ini berakhir di tempat sampah mungkin sedang menunggu giliran menjadi gel di rak apotek.

Penulis: Anny Anggraini

Foto: ChatGPT

Tags

Share News

Related News
2 July 2026

Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu

2 July 2026

Jahitan yang Menentukan Nasib Implan Gigi

2 July 2026

Gigi Patah Bukan Akhir: Bikuspidisasi Selamatkan Geraham yang Hampir Dicabut

en_US