News

/

Artikel, Latest News

FKG UGM Bekali Koas Angkatan 92 Ilmu Odontologi Forensik untuk Misi Kemanusiaan dan Hukum

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menyelenggarakan pembekalan materi Odontologi Forensik bagi mahasiswa program profesi dokter gigi (koas) di Ruang Lab CBT, Gedung DLC Lantai 5 FKG UGM, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini disiapkan guna membekali mahasiswa dengan keterampilan klinis serta pemahaman mendalam mengenai peran krusial dokter gigi dalam sistem hukum dan identifikasi jenazah.

Penanggung Jawab Koas Odontologi Forensik FKG UGM, Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech., menegaskan bahwa pembelajaran odontologi forensik tidak sekadar penuntasan syarat akademis. Lebih dari itu, keahlian ini merupakan wujud kesiapan moral serta profesionalitas seorang dokter gigi saat dipanggil sebagai saksi ahli dalam proses hukum.

“Sebagai dokter gigi, jika suatu saat kita dipanggil oleh pengadilan untuk menjadi saksi ahli dalam analisis forensik, kita tidak bisa menolak. Mau tidak mau kita harus hadir dan memberikan keahlian kita bagi penegakan hukum dan kemanusiaan,” ujar Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech., dalam pemaparan materinya.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa profesi mendapatkan paparan komprehensif terkait sejumlah metode analisis dan prosedur simulasi forensik. Penekanan utama diberikan pada keakuratan data antemortem (pemeriksaan rekam medis gigi semasa hidup) serta kedisiplinan prosedur postmortem (pemeriksaan kondisi gigi jenazah). Mengingat pentingnya ketepatan dalam proses identifikasi, mahasiswa diingatkan bahwa validitas data forensik memegang dampak sosial dan legal yang amat besar bagi keluarga korban maupun proses peradilan.

Selain identifikasi dasar odontogram, para peserta juga dibekali materi simulasi khusus. Di antaranya mencakup cheiloscopy (analisis pola sidik bibir), palatoscopy or rugoscopy (analisis pola rugae palatal atau lipatan langit-langit mulut), serta estimasi usia dental (dental age estimation) menggunakan metode ilmiah modern seperti Demirjian dan AlQahtani. Metode-metode analisis ini menjadi instrumen penunjang utama apabila data identifikasi primer mengalami keterbatasan.

Seluruh tahapan praktikum dan simulasi tersebut dirancang secara terintegrasi pada fase koas junior. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan laporan ilmiah dan evaluasi berkala sebagai prasyarat ujian profesionalisme. Melalui pendekatan terstruktur ini, FKG UGM bertekad mencetak lulusan dokter gigi yang unggul secara klinis, berwawasan kritis, handal dalam analisis forensik, serta senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan praktiknya di masyarakat.

(Redaksi: Andri Wicaksono ,Hazra, Foto: Anisa)

Tags

Share News

Related News
7 September 2026

Mahasiswa UGM Kembangkan SOLAR BRIDGE: Jembatan Interlocking Bertenaga Surya untuk Krisis Darurat Korban Banjir

7 September 2026

Pertajam Kesadaran Kesehatan Gigi Anak, Departemen IKGA FKG UGM Sosialisasi & Launching Aplikasi MyOFunCare di TK ABA Gedongtengen

7 September 2026

Pembekalan Bagian IKGM FKG UGM: Bekali Mahasiswa Koas Strategi Stase, Etika Profesi, dan Melek Regulasi Kesehatan