News

/

Latest News

FKG UGM Rancang Sistem Pemanenan Air Hujan Kapasitas 12.000 Liter

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat terwujudnya kampus hijau yang mandiri energi dan ramah lingkungan. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, pimpinan dan tim teknis FKG UGM menggelar pemaparan hasil perencanaan Feasibility Study (FS) serta Detail Engineering Design (DED) sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) dan pengolahan air bersih di Gedung Dental Learning Center (DLC) FKG UGM. 

Sistem inovasi ini mengintegrasikan teknologi Gama Rain Filter yang dikembangkan oleh Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM serta sistem pemurnian air Reverse Osmosis (RO) dan Ultraviolet (UV). Langkah strategis ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air, menghemat biaya pembelian air pusat/PDAM, serta menekan emisi lingkungan secara berkelanjutan. 

Kegiatan pemaparan serta peninjauan lokasi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia FKG UGM, drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, M.Biotech., Ph.D., Kepala Kantor Administrasi Wulansari, S.S., serta Ketua Unit Sarana dan Prasarana FKG UGM, Buana Yaksa Surya Atmaja, ST., M.Eng. 

Daya Tampung 12.000 Liter

Berdasarkan rancangan teknis yang dipaparkan, sistem pemanenan air hujan di area Gedung DLC dan Mushola akan dilengkapi dengan 6 buah tangki penampung (toren) berkapasitas masing-masing 2000 liter, sehingga mampu menampung total 12.000 liter air hujan. Air yang ditangkap dari atap Gedung OECF/DLC dan mushola dialirkan melalui pipa saluran 4 inci dan filter sedimen/busa untuk memisahkan endapan fisik seperti pasir, batuan, dan logam. 

Selain penampungan toren atas (water tower), dokumen DED juga mencakup perencanaan struktur ground tank beton bertulang bawah tanah lengkap dengan rumah pompa, instalasi hidran, serta saluran jaringan pipa distribusi di kawasan gedung.

Ketua Unit Sarana dan Prasarana FKG UGM, Buana Yaksa Surya Atmaja,ST., M.Eng. menjelaskan bahwa kebutuhan air harian di lingkungan gedung tersebut mencapai sekitar 16.000 liter per hari. Angka ini dihitung dari estimasi populasi 1.900 orang (1.600 mahasiswa serta 300 dosen dan tenaga kependidikan) dengan rata-rata konsumsi 8 liter per orang). 

“Dengan daya tampung 12.000 liter, kita dapat menopang hampir 75 persen atau tiga perempat dari total kebutuhan air harian secara mandiri. Ini menjadi solusi krusial agar operasional fakultas tidak bergantung penuh pada air pusat UGM yang alirannya sering tidak menentu,” terang Buana. 

Penghematan Anggaran dan Efisiensi Air Minum

Pimpinan FKG UGM menyambut positif rancangan ini dan mendorong agar air hasil olahan tidak hanya dimanfaatkan untuk fasilitas sanitasi/toilet, tetapi juga dikembangkan melalui teknologi RO dan UV agar layak konsumsi sebagai air minum. Langkah ini berpotensi menekan biaya pengeluaran air kemasan/galon fakultas yang mencapai kisaran Rp3 juta per bulan. 

Pemanfaatan potensi curah hujan tahunan kawasan yang mencapai sekitar 2.691 mm/tahun ini diproyeksikan mampu menghemat pengeluaran bulanan secara signifikan sekaligus mengurangi limpasan air hujan menuju jaringan drainase kota. 

“Langkah kecil menuju keberlanjutan hari ini adalah investasi besar bagi kelestarian lingkungan dan kenyamanan generasi mendatang di kampus kita” ungkap Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan & SDM FKG UGM di sela-sela peninjauan lapangan.

Langkah tindak lanjut pasca-pemaparan perencanaan ini, pihak FKG UGM akan segera mengolah data teknis dan berkoordinasi dengan Pelaksana Pengadaan Langsung (P2L) UGM serta Direktorat Aset UGM. Koordinasi ini dilakukan untuk mengurus perizinan konstruksi, pelaksanaan lelang pengadaan, serta memastikan pemanfaatan lahan tetap memenuhi regulasi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 40 persen di kawasan UGM. 

Melalui sinergi perencanaan teknis yang matang, berwawasan lingkungan, dan terukur, FKG UGM semakin optimis mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang mandiri, adaptif, serta berkelanjutan. 

(Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Arsip FKG UGM)

Tags

Share News

Related News
22 October 2026

Dorong Teknologi Digital Kedokteran Gigi: FKG UGM Gelar “Dentistry Collaborative Update 2026”

22 October 2026

Transformasi Digital Kedokteran Gigi: FKG UGM Dorong Penerapan CAD/CAM dan Intraoral Scanner

22 October 2026

Akselerasi Teknologi Restorasi Gigi: FKG UGM Integrasikan Pendekatan Biomimetik dengan Protokol Terkini