Perkembangan teknologi medis yang kian pesat terus mengubah lanskap perawatan kesehatan, tak terkecuali di bidang kedokteran gigi. Menjawab tantangan era digitalisasi dan tuntutan perawatan klinis yang makin presisi, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menggelar workshop dan hans on Dentistry Collaborative Update (DCU) 2026. Acara ini dilaksanakan di Gedung Dental Learning Center FKG UGM, Minggu (18/10/2026).
Forum ilmiah ini menjadi wadah kolaboratif bagi para akademisi, praktisi, hingga mahasiswa kedokteran gigi untuk memperbarui ilmu pengetahuan dan keterampilan practical. Pada gelaran kali ini, fokus utamanya terletak pada transformasi teknik restorasi klinis yang lebih konservatif serta integrasi ekosistem digital Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing (CAD/CAM) (CAD/CAM).
Sinergi BEM KM dan Dekanat dalam Transformasi Edukasi

Penyelenggaraan DCU 2026 berangkat dari komitmen nyata mahasiswa BEM KM FKG UGM dalam menghadirkan ruang inklusif untuk transfer pengetahuan berkelanjutan. Ketua BEM KM FKG UGM, Athaillah Faza Adithama, menyampaikan bahwa forum ilmiah ini dirancang sebagai wadah kolaborasi akademis dan praktis guna menjembatani dinamika perkembangan ilmu kedokteran gigi mutakhir dengan kebutuhan riil di lapangan.
Langkah dan inisiatif mahasiswa ini mendapat apresiasi serta dukungan penuh dari pihak dekanat. Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. mengungkapkan bahwa fakultas sangat mendukung ruang edukasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kapasitas serta kompetensi Athaillah Faza Adithama dokter gigi, dokter gigi spesialis maupun praktisi di era transformasi digital. Beliau menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir dan pembaruan keilmuan secara konsisten bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bentuk tanggung jawab moral profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi yang aman, terjangkau, dan berkualitas tinggi bagi masyarakat.
“Sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi sangat krusial agar inovasi teknologi yang berkembang pesat dapat benar-benar diimplementasikan secara tepat demi meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Prof. Suryono.
Pendekatan Biomimetik: Preservasi Gigi Maksimal

Memasuki sesi materi pertama, pembahasan berfokus pada filosofi Biomimetic Restorative Dentistry yang dibawakan oleh drg. Fajar Satrio, Sp.KG. Pendekatan ini menekankan pentingnya mempertahankan struktur biologis alami gigi semaksimal mungkin melalui pemanfaatan teknologi adhesi modern.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa restorasi yang berhasil tidak hanya berfokus pada hasil estetika akhir, melainkan pada ketepatan protokol dan diagnosis sejak awal. Keberhasilan perawatan jangka panjang sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap prosedur restorasi yang tepat, sehingga gigi mampu kembali berfungsi secara optimal setara kondisi alaminya.
Read more: Akselerasi Teknologi Restorasi Gigi: FKG UGM Integrasikan Pendekatan Biomimetik dan Protokol Presisi
Setelah sesi materi, peserta juga mendapatkan upgrade ilmu melaui sesi hands on restorasi gigi yang dipandu langsung oleh drg. Fajar.
Alur Kerja Digital CAD/CAM demi Presisi Perawatan

Menyambung topik restorasi modern, sesi kedua diisi oleh drg. Mohammad Fadyl Yunizar, MPH., Ph.D., yang mengupas tuntas penerapan alur kerja digital (digital workflow) pada restorasi indirek dilanjutkan dengan simulasi penggunaan CAD/CAM serta Intraoral Scanner (IOS)
Pemanfaatan CAD/CAM dan intraoral scanners (IOS) dinilai memberikan lompatan besar dalam meningkatkan akurasi analisis, efisiensi alur kerja, hingga keterprediksian hasil akhir perawatan. Pengadopsian teknologi digital ini terbukti mampu meminimalkan invasi tindakan sekaligus memberikan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi bagi pasien selama proses perawatan berlangsung.
Read more: Transformasi Digital Kedokteran Gigi: FKG UGM Dorong Penerapan CAD/CAM dan Intraoral Scanner
Melalui penyelenggaraan Dentistry Collaborative Update 2026, FKG UGM kembali mempertegas peran strategisnya dalam mencetak tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Foto: Panitia Dental Collaborative Update
Author: Dody Hendro