
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menyelenggarakan babak semifinal Olimpiade Kedokteran Gigi Dasar (OKGD) serta Denta Paramitha’s Science Festival and Research Competition (DEPA’S INFECTION) secara luring (offline) pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di Ruang Auditorium Margono Soeradji FKG UGM, ajang tahunan Denta Paramitha’s Science Festival and Research Competition (DEPA’S INFECTION) ke-16 ini mengusung tema “Transformation of Dentistry in the Digital Era: Integration of Technology and AI in Clinical Practice” guna merespons pesatnya integrasi teknologi dan kecerdasan buatan dalam praktik klinik kedokteran gigi.
Rangkaian acara ini menjadi tempat unjuk gigi bagi generasi muda penemu dan calon dokter gigi masa depan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kompetisi tahunan ini menghadirkan iklim kompetitif yang sehat, kritis, dan analitis melalui penyaringan ketat, baik di tingkat SMA maupun perguruan tinggi.
Inovasi Digital dan Pentingnya Nalar Kritis Manusia
Integrasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital di bidang kesehatan gigi terbukti dapat mempermudah proses diagnosis, perencanaan perawatan, hingga komunikasi dengan pasien. Namun, kemajuan teknologi tidak dipandang sebagai pengganti peran esensial manusia.
Ketua Umum Denta Paramitha periode 2026, Vanash Puspananda Pridasari, menyampaikan bahwa nilai utama sebuah kompetisi tidak hanya terletak pada piala atau sertifikat, melainkan pada pembentukan nalar kritis dan sikap ilmiah peserta.
“Teknologi dan kecerdasan buatan mulai mempengaruhi cara kita belajar, melakukan penelitian, mendiagnosis, merencanakan perawatan, hingga berkomunikasi dengan pasien. Namun, ada hal-hal yang tetap menjadi tanggung jawab kita sebagai manusia: rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, integritas ilmiah, dan keberanian untuk mempertanyakan segala sesuatu secara bertanggung jawab. Piala akan tersimpan, sertifikat suatu saat nantinya akan menjadi arsip, tetapi kemampuan untuk berpikir kritis, mempertahankan gagasan berdasarkan bukti, menerima kritik, dan belajar dari perspektif yang lain adalah bekal yang jauh lebih berharga nantinya.” Vanash Puspananda Pridasari, Ketua Umum Denta Paramitha 2026.

Seleksi Ketat dan Jangkauan Peserta dari Seluruh Nusantara
Ketua Pelaksana DEPACS Infection ke-16, drg. Mohammad Fadyl Yunizar, M.P.H., Ph.D., menjelaskan bahwa ajang ini dirancang secara terstruktur untuk memberikan nilai tambah nyata bagi para peserta. Pada kategori OKGD tingkat SMA, tercatat sebanyak 151 tim mengikuti babak penyisihan pada 5 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, disaring menjadi 50 tim semifinalis pada 22 Agustus 2026 yang hadir secara luring di FKG UGM untuk berkompetisi dan mengikuti Tour de Faculty.
“Pelaksanaan DEPACS Infection tahun ini ketua pelaksananya adalah dosen agar sertifikat yang didapatkan peserta dapat diakui secara resmi oleh Dikti. Harapannya ini dapat menjadi nilai tambah ketika para siswa ingin melanjutkan pendidikan di FKG UGM,” ungkap drg. Fadyl.
“Pesertanya luar biasa beragam dari seluruh Indonesia yang datang semuanya ke Jogja untuk menikmati berbagai pengalaman yang ada di sini. Harapannya, acara ini memberikan manfaat yang besar dan meningkatkan ketertarikan para siswa untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi.” drg. Mohammad Fadyl Yunizar, M.P.H., Ph.D., Ketua Pelaksana DEPA’S INFECTION ke-16.

Siswa SMA yang lolos ke babak semifinal berasal dari berbagai wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga perwakilan dari Pulau Sumatra (Pekanbaru dan Medan) serta Kalimantan Timur (Penajam Paser Utara). Sementara pada tingkat mahasiswa (UDSRC), tim finalis mewakili berbagai universitas ternama, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hang Tuah (UHT), dan UGM sebagai tuan rumah.
Mendorong Semangat Berjuang dan Pengabdian Bangsa
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., yang menyambut antusias kehadiran para peserta dan guru/orang tua pendamping. Untuk mencairkan suasana dan menyulut semangat para peserta, Prof. Suryono memberikan kejutan berupa atraksi sulap menyalakan api dari dalam dompet sebagai simbol semangat yang membara.
“Agar Adik-adik sekalian nanti bisa berjuang dengan semangat yang membara, saya buatkan atraksi kecil ini supaya semangatnya terus menyala. Selamat datang di FKG UGM, berkompetisilah dengan semangat yang membara tetapi tetap harus fair. Semoga sukses selalu dan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi di bidang Kedokteran Gigi.” Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., Dekan FKG UGM.

Senada dengan Dekan, Kepala Unit Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling FKG UGM, drg. Muhammad Fahmi Alfian, M.P.H., mengingatkan peserta akan identitas UGM sebagai Kampus Perjuangan. Dalam sambutannya, ia membacakan pesan bersejarah Presiden Soekarno mengenai pengabdian kepada tanah air.
“Gadjah Mada adalah mata airmu. Tinggalkanlah kelak Gadjah Mada ini bukan untuk mati tergenang dalam rawanya ketiadaan amalan atau rawanya kemudian diri sendiri. Tetapi mengalirlah ke laut, bergulunglah ke laut, lautnya pengabdian kepada negara dan tanah air yang berirama, bergelombang, dan bergelora. Semoga proses hadir di sini bermakna; siswa SMA dapat menjadi tunas muda duta kesehatan, dan mahasiswa menjadi peneliti muda yang memberikan kontribusi di level nasional.” drg. Muhammad Fahmi Alfian, M.P.H., Kepala Unit Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling FKG UGM.

Melalui pelaksanaan babak semifinal dan final yang berlangsung selama dua hari, FKG UGM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak akademisi bertaraf internasional, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki integritas ilmiah, daya pikir analitis, dan semangat pengabdian tinggi bagi masyarakat.
(Redaksi: Andri Wicaksono, Hazra, Nanda, Foto: Dody Hendro, Anisa)