News

/

Latest News, SDG 4

Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD,Paparkan Pencegahan Periodontitis Terkini di FKG UGM

Penyakit periodontal kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai masalah kesehatan gigi dan mulut biasa, melainkan telah diidentifikasi sebagai faktor krusial yang memengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pesan penting ini menjadi sorotan utama dalam kuliah ilmiah bertajuk “Periodontal Medicine for Sustainable Health” yang menghadirkan Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD, seorang Guru Besar dari Departemen Periodontologi Fakultas Kedokteran Gigi Hokkaido University, Jepang.

Acara ini diselenggarakan secara daring oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) pada Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan International Dental Summer Course 2026. Kuliah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pencegahan serta penanganan periodontitis demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dalam pemaparannya, Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD, menjelaskan bahwa periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, yang lambat laun dapat merusak jaringan penyangga gigi. Jika dibiarkan dan tidak ditangani sejak dini, penyakit ini berisiko menyebabkan kehilangan tulang alveolar, mobilitas atau kegoyangan gigi, hingga hilangnya gigi yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan.

Menurut Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD, keberhasilan dalam mengatasi periodontitis sangat bergantung pada diagnosis yang tepat, pengendalian biofilm bakteri, serta keterlibatan aktif dari pasien itu sendiri dalam menjaga kebersihan rongga mulut. Ia meluruskan anggapan bahwa penanganan bakteri cukup dilakukan dengan obat-obatan instan.

“Biofilm bakteri tidak dapat dihilangkan begitu saja hanya dengan obat kumur ataupun antibiotik, melainkan harus dibersihkan secara mekanis melalui penyikatan gigi, penggunaan benang gigi (dental floss), pembersih interdental, serta tindakan profesional seperti scaling,” tegas Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD,.

Ia juga menambahkan di sela-sela diskusi interaktif bahwa perubahan perilaku harian pasien adalah fondasi utama dalam merawat kesehatan periodontal. “Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Perubahan perilaku pasien menjadi kunci utama dalam mempertahankan kesehatan periodontal untuk jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD, menguraikan bahwa proses perawatan periodontitis harus dilakukan secara bertahap. Fase tersebut dimulai dari pemeriksaan dan diagnosis menyeluruh, dilanjutkan dengan terapi dasar periodontal, tindakan bedah jika memang diperlukan, hingga tahap Supportive Periodontal Therapy (SPT) sebagai fase pemeliharaan jangka panjang. Pendekatan terstruktur ini dilakukan untuk mengendalikan infeksi sekaligus mencegah penyakit tersebut kambuh kembali.

Apabila pasien sudah mengalami kerusakan tulang yang parah akibat periodontitis, terdapat beberapa teknik regenerasi jaringan periodontal modern yang dapat diterapkan. Teknik tersebut meliputi penggunaan bone graft, cangkok tulang autogen, serta enamel matrix derivative (EMD). Namun, pemilihan metode ini harus disesuaikan secara cermat dengan kondisi klinis masing-masing pasien agar hasilnya optimal.

Di samping aspek klinis di area mulut, sesi ini juga menekankan pentingnya konsep periodontal medicine, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan erat antara kesehatan mulut dengan kesehatan sistemik tubuh. Berbagai riset menunjukkan bahwa periodontitis berhubungan dengan puluhan penyakit kronis berbahaya, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, rheumatoid arthritis, hingga gangguan saluran cerna.

Hubungan ini dipicu oleh penyebaran bakteri periodontal, mediator inflamasi, serta ketidakseimbangan mikrobiota yang menyebar dan memicu peradangan pada organ tubuh lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD, membagikan hasil penelitian terbarunya mengenai bakteri Porphyromonas gingivalis, yang menunjukkan adanya potensi kuat bakteri tersebut menyebabkan inflamasi pada usus melalui jalur saluran pencernaan.

Menutup kuliah ilmiahnya, Prof. Naoki Takahashi, DDS., PhD, mengingatkan kembali bahwa menjaga kesehatan periodontal pada hakikatnya adalah sebuah investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat luas. Pengendalian penyakit periodontal tidak hanya berfungsi mempertahankan fungsi pengunyahan makanan dan kualitas hidup seseorang, melainkan juga berpotensi menekan risiko berbagai penyakit kronis berbahaya serta mendukung terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di masa depan.

(Reporter: Any, Nanda, Andri)

Tags

Share News

Related News
14 July 2026

Bentuk Penampang Melintang File Endodontik Menentukan Ketahanan dan Kelenturannya

14 July 2026

Ketika-Air-Liur-Menyimpan-Rahasia-Hormonal-Penelitian-FKG-UGM-Ungkap-Hubungan-Estrogen dan Keratinisasi Epitel Mulut

14 July 2026

Kontrasepsi-Hormonal-dan-Jejak-Kimiawi-di-Sel-Mukosa-Mulut

en_US