News

/

Latest News

FKG UGM Gelar Ujian MMPI sebagai Tahapan Seleksi IUP

Pendidikan kedokteran gigi kerap diidentikkan dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi dan ketelitian klinis. Realitas pendidikan kedokteran gigi sangat menuntut ketahanan fisik dan psikis. Mahasiswa tidak hanya diuji lewat ujian tertulis, tetapi juga harus menghadapi fase pendidikan klinis (koas). Rentetan beban ini menjadikan mahasiswa kedokteran gigi cukup rentan mengalami kelelahan mental jika tidak memiliki mekanisme koping yang baik. Nyatanya kecerdasan intelektual saja nampaknya belum cukup untuk mencetak seorang dokter gigi.

Berangkat dari kesadaran akan tingginya dinamika psikologis tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menempatkan kesiapan mental sebagai salah satu syarat mutlak dalam menjaring mahasiswa baru. Hal ini nampak pada proses seleksi Program Sarjana Pendidikan Dokter Gigi jalur International Undergraduate Program (IUP) yang menyelenggarakan tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) pada Sabtu, 9 Mei 2026 secara daring.

Dalam pelaksanaannya secara daring, 49 peserta diminta menyelesaikan 567 pernyataan dalam waktu kurang lebih dua jam. Tes ini menuntut kejujuran peserta dalam menilai kondisinya sendiri. Soal ini dirancang untuk membaca kecenderungan kepribadian peserta, mulai dari manajemen stres, kontrol emosi, ketahanan mental, hingga cara mereka beradaptasi dalam situasi sulit.

Dalam pelaksanaannya, tes ini difasilitasi langsung oleh dokter spesialis dari Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa UGM. Instrumen ini difungsikan murni sebagai alat saring (screening) awal untuk memotret profil kepribadian dan kondisi psikologis peserta secara objektif.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Dokter Gigi FKG UGM, drg. Aryan Morita, M.Sc., Ph.D., menyebut tes psikologis memegang peranan esensial. Bagi institusi, hasil dari tes ini menjadi landasan dalam menentukan kelayakan peserta untuk menempuh pendidikan.

“Kecakapan kognitif memang penting, dan itu sudah kita saring di tahap sebelumnya yaitu AcEPT dan GMST. Namun, saat nanti mahasiswa masuk ke fase klinis, mereka akan dihadapkan dengan tanggungjawab yang lebih besar. Lewat tes ini, kami mencari kandidat yang tidak hanya cerdas, tapi juga stabil secara emosional,” papar drg. Aryan.

Langkah seleksi berlapis ini pada akhirnya merepresentasikan komitmen teguh FKG UGM sebagai institusi pendidikan. Fakultas menyadari bahwa ruang-ruang layanan kesehatan masa depan membutuhkan sosok tenaga medis yang tangguh secara mental, berempati, dan mampu menjaga profesionalisme.

Author: Fajar Budi H.

Tags

Share News

Related News
18 May 2026

Pembubaran Panitia Dies Natalis ke-78 FKG UGM Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi Alumni dan Masyarakat

13 May 2026

FKG UGM Sediakan Air Minum Gratis dari Olahan Air Hujan

13 May 2026

BEM FKG UGM Perkuat Jejaring Keorganisasian lewat UGM Dental Visit ke FKG UNPAD

en_US