News

/

Latest News

Entry Exam Jadi Quality Control untuk Mahasiswa sebelum Masuk Fase Klinik

Pelaksanaan Entry Exam di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada sebagai quality control untuk memastikan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki fase klinik (3/2). Koordinator kegiatan, drg. Shoimah Alfa Makmur, MDSc., Sp.KGA., menyampaikan bahwa ujian ini berperan menilai kesiapan mahasiswa secara menyeluruh sebelum menjalani pendidikan klinik sebagai koas.

drg. Shoimah menjelaskan bahwa secara umum format entry exam pada periode ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Ujian tetap terdiri atas CBT dan OSCE dengan pola soal yang dirancang untuk mengukur kesiapan mahasiswa secara komprehensif. “Pola soal tetap mengacu pada evaluasi kesiapan mahasiswa dari aspek pengetahuan dasar klinik, penalaran klinis, serta sikap profesional,” ujar drg. Shoimah.

Menurutnya, entry exam bertujuan memastikan mahasiswa telah memiliki pemahaman konsep dasar kedokteran gigi secara klinis sehingga mampu menalar kasus secara logis, bukan sekadar mengandalkan hafalan. Ia juga menyebut kesiapan mahasiswa sebagai calon koas juga mencakup aspek mental, etika, dan profesionalisme yang akan menjadi bekal utama selama menjalani pendidikan klinik.

Menjelang memasuki fase koas, drg. Shoimah berpesan agar mahasiswa kembali menguatkan konsep dasar yang telah diperoleh selama program sarjana dan membiasakan diri berpikir sistematis dalam menghadapi kasus klinik. “Belajarlah memahami kasus, bukan menghafal soal. Jaga sikap profesional sejak awal, disiplin, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik di lingkungan klinik maupun di luar,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa fase koas merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter dokter gigi. “Masuk koas itu bukan soal paling pintar, tapi soal siap belajar, siap ditegur, dan siap berkembang. Ketika menjadi mahasiswa koas mereka akan ditempa guna membentuk calon dokter gigi yang andal,” pungkasnya.

Entry Exam periode kali ini diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi syarat yudisium program sarjana. Sebanyak 121 peserta mengikuti ujian teori berbasis Computer-Based Test (CBT). Dari hasil seleksi tersebut, 87 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Writer and Photojournalist: Fajar Budi Harsakti

Tags

Share News

Related News
4 February 2026

Dokter Ada, Layanan Kesehatan Tak Meluas: Rona Pendidikan Dokter Spesialis & Politik Distribusi Kesehatan

4 February 2026

Tantangan Pendidikan Kedokteran Gigi di Tengah Gelombang Sociopreneurship & Generasi Digital

4 February 2026

FKG UGM Membuka ‘Jalan Baru’ Pendidikan Kedokteran Gigi yang Berkelanjutan

en_US