
Bawang Putih di Luka Gingiva: Temuan Tak Terduga dari Laboratorium UGM
Siapa sangka bumbu dapur yang harganya tak lebih dari beberapa ribu rupiah itu menyimpan potensi medis yang cukup untuk mengalahkan obat paten? Dr. drg. Indra
SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan

Siapa sangka bumbu dapur yang harganya tak lebih dari beberapa ribu rupiah itu menyimpan potensi medis yang cukup untuk mengalahkan obat paten? Dr. drg. Indra

Bayangkan seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke klinik gigi untuk pemeriksaan rutin. Ia tidak tahu bahwa tulang-tulangnya perlahan menipis. Tidak ada rasa sakit. Tidak

Bayangkan seorang anak berusia sepuluh tahun yang terlahir dengan celah di bibir dan langit-langitnya. Setelah bertahun-tahun menjalani operasi dan perawatan, ia tiba di klinik ortodonti

Selama ini, ekspansi rahang atas pada anak-anak lebih sering dibicarakan dalam konteks gigi berjejal atau gigitan silang. Tapi sebuah meta-analisis terbaru dari Fakultas Kedokteran Gigi

Bayangkan seorang anak duduk tenang di kursi periksa, mulutnya sedikit terbuka bahkan saat ia tidak sedang berbicara atau mengunyah. Bagi sebagian orang tua, itu tampak

Selama ini, rasa ngilu saat gigi terpapar dingin atau panas dianggap sekadar sinyal nyeri. Tapi ada sesuatu yang lebih dalam terjadi di sana: cairan di

Bayangkan sebuah kelenjar kecil di bawah rahang yang selama ini diam bekerja memproduksi air liur, tiba-tiba “terbangun” dan memunculkan penanda sel punca saat salurannya tersumbat.

Bayangkan seorang anak usia sebelas tahun yang tidur dengan mulut terbuka setiap malam, terbangun dengan tenggorokan kering, dan di sekolah sulit berkonsentrasi. Kondisi itu bukan

Bayangkan sebuah gigi yang gagal terbentuk sempurna bukan karena kuman, bukan karena trauma, melainkan karena satu gen yang berhenti bekerja. Itulah pertanyaan yang mendorong drg.

Bayangkan seorang dokter jaga di unit gawat darurat, tengah malam, dengan tumpukan hasil foto rontgen yang harus dibaca satu per satu. Mata lelah, konsentrasi menurun
Berita Terbaru