Berita

/

Berita Terbaru, SDG 4

Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D, Menuju Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026

“Pekerjaan kami di bidang rekayasa jaringan adalah menyediakan tempat atau ‘rumah’ bagi sel agar kemampuan regeneratif tubuh pasien kecelakaan atau penderita luka kronis seperti diabetes dapat dibantu. Riset ini membutuhkan pendekatan interdisipliner antara sains, teknik, dan kedokteran,” Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D

Suasana hangat & penuh kebanggaan mewarnai Gedung OECF FKG UGM, pada Senin (20/07/26). Jajaran Dekanat FKG UGM menerima kunjungan jajaran Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie ke-22 Tahun 2026 yang dipimpin oleh Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng beserta Tim Penghargaan Achmad Bakrie untuk menyampaikan undangan dan mengapresiasi capaian salah satu inovator Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. di bidang kesehatan.

Pertemuan penyerahan apresiasi di FKG UGM mempertegas iklim akademis dan mutu riset di FKG UGM. Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, SH., MM., Ph.D., secara khusus memberikan sanjungan tinggi atas konsistensi karya ilmiah Prof. Ika. Ia mengenang momen bersejarah saat pernah berada dalam satu tim riset mahasiswa bersama Prof. Ika pada tahun 1991.

Kolaborasi masa muda tersebut berhasil membawa FKG UGM menjuarai kompetisi ilmiah di Universitas Brawijaya lewat penemuan penggunaan Chiclia barbata sebagai bahan alternatif cetak kedokteran gigi.

“Prof. Ika itu pernah satu tim riset dengan saya tahun 1991. Dulu mengantarkan UGM menjadi juara di Brawijaya. Karya itu sebagian dijadikan skripsi yang mengantarkan saya lulus dokter gigi 4 tahun 9 bulan. Secara penjaminan mutu, saya sudah membuktikan sendiri kualitas beliau sejak dulu,” kenang Prof. Suryono yang disambut hangat oleh para hadirin.

Tercatat, di bawah kepemimpinan Dekan saat ini, Prof. Ika telah 3 hingga 4 kali dikawal meraih penghargaan tingkat nasional bergengsi, termasuk Habibie Award, penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta apresiasi dari Kemendikbudristek.

Melanjutkan deretan prestasi tersebut, Ketua Dewan Juri Independen, Prof. Sofia, menyampaikan bahwa Penghargaan Achmad Bakrie ke-22 tahun 2026 diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kepeloporan Prof. Ika dalam menciptakan kemandirian medis bangsa.

“Prof. Ika Dewi Ana menduduki peringkat teratas sebagai pelopor rekayasa jaringan dan biokeramik medis di Indonesia. Inovasi beliau, GAMACHA, menjadi produk bone graft berbasis karbonat apatit pertama yang telah mendapatkan izin edar Kemenkes dan diproduksi massal sebagai solusi mandiri pemulihan tulang pasca cangkok,” papar Prof. Sofia.

Dalam tanggapannya, Prof. Ika Dewi Ana menyampaikan rasa haru & syukur yang mendalam atas apresiasi ini. Ia menceritakan bahwa riset rekayasa jaringan yang ia tekuni terinspirasi dari prinsip regenerasi biologis alami, seperti kemampuan ekor kadal atau cicak yang tumbuh kembali.

“Pekerjaan kami di bidang rekayasa jaringan adalah menyediakan tempat atau ‘rumah’ bagi sel agar kemampuan regeneratif tubuh pasien kecelakaan atau penderita luka kronis seperti diabetes dapat dibantu. Riset ini membutuhkan pendekatan interdisipliner antara sains, teknik, dan kedokteran,” ungkap Prof. Ika.

Melalui apresiasi ini, Dekan FKG UGM maupun Prof. Ika menaruh harapan besar agar capaian gemilang tersebut dapat menular dan menginspirasi para dosen serta peneliti muda di lingkungan FKG UGM untuk terus menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Penyelenggara mengonfirmasi bahwa Penghargaan Achmad Bakrie ke-22 tahun 2026 juga dianugerahkan kepada tiga tokoh lainnya di bidang Sains dan Teknologi, Pemikiran Sosial, serta Seni dan Budaya.

Seluruh penerima penghargaan dijadwalkan menghadiri jamuan ramah tamah bersama generasi keluarga Bakrie pada 25 Agustus 2026 di Jakarta, sebelum menghadiri puncak Malam Penganugerahan pada 26 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara tersebut juga akan disiarkan secara nasional melalui stasiun TV One dan ANTV.

(Reporter: Andri Wicaksono, Nanda. Fotografer: Fajar Budi Harsakti)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
21 Juli 2026

FKG UGM Usung Konsep Green Dentistry pada Summer Course 2026

21 Juli 2026

Ketika Karier Mandek, Siapa yang Bertanggung Jawab?

21 Juli 2026

Nanokitosan Lawan Bakteri Tersembunyi di Balik Kawat Gigi

id_ID