Berita

/

Berita Terbaru

Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D Resmi Dilantik Sebagai Dekan FKG UGM Periode 2026-2031

 Ada yang berbeda di Gedung Margono Soeradji pada Rabu pagi (30/9/2026). Di balik senyum hangat dan ucapan selamat yang memenuhi ruangan, tersimpan sebuah momen penting yang menentukan arah masa depan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) lima tahun mendatang.

Hari itu menandai dikukuhkannya kembali Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. sebagai Dekan FKG UGM Periode 2026–2031 berdasarkan Keputusan Rektor UGM Nomor 1030/UN1.P/KPT/HUKOR/2026. Namun, apa sebenarnya tantangan besar yang menanti di balik amanah periode kedua ini?

Sejak acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor oleh pembawa acara, seluruh hadirin menyimak dengan seksama. Dokumen legalitas yang ditandatangani oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menetapkan masa jabatan baru ini berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2031.

Prosesi penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan antara Prof. Suryono dan Ketua Senat FKG UGM, Prof. Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio(K), berlanjut dengan penyerahan dokumen khusus,Buku Memorandum Jabatan Dekanan Periode 2021–2026. Penyerahan ini bukan formalitas belaka, melainkan potret rekam jejak sekaligus fondasi awal untuk melangkah ke babak yang lebih berani.

Kehadiran Ibu Haslinda Narti Suryono, jajaran Wakil Dekan, Sekretaris Senat, hingga perwakilan mahasiswa yang mendampingi momen foto bersama mempertegas satu hal: kepemimpinan ini berdiri di atas kebersamaan yang kokoh. Namun, pertanyaan utamanya adalah, ke mana arah angin perubahan FKG UGM akan dibawa?

Rasa penasaran hadirin terjawab saat Prof. Suryono menyampaikan pidato pertamanya usai pelantikan. Beliau mengungkapkan bahwa momen pelantikan 19 Dekan se-UGM oleh Rektor pada pagi harinya diwarnai oleh suasana haru dan pesan mendalam yang tersirat.

“Ada pesan tersirat dari Ibu Rektor maupun MWA bahwa tantangan pengelolaan perguruan tinggi ke depan jauh lebih kompleks dibanding periode-periode sebelumnya. Namun, kita tidak boleh melihat situasi dan dinamika eksternal ini sebagai sebuah ancaman semata. Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama mentransformasikan tantangan tersebut menjadi peluang,” ungkap Prof. Suryono penuh ketegasan.

Lantas, bagaimana Prof. Suryono menyiasati lanskap perguruan tinggi yang kian dinamis ini? Jawaban beliau terangkum dalam dua pilar utama “Kampus Berdampak dan Berkelanjutan”.

  • Berdampak (Impactful): FKG UGM tidak lagi hanya berfokus pada ruang kelas, tetapi hadir memberikan solusi konkret bagi permasalahan kesehatan gigi dan mulut di tengah masyarakat.
  • Berkelanjutan (Sustainable): Menuntut fleksibilitas (agility) dan keberanian merespons perubahan regulasi serta teknologi global agar eksistensi FKG UGM terus melesat dalam jangka panjang.

Langkah strategis ini kian diperkuat oleh pesan dari Ketua Senat FKG UGM, Prof. Ahmad Syaify. Dengan gaya tutur yang menyejukkan namun sarat makna, Prof. Syaify mengutip filosofi klasik: “Unzhur maa qaala wa laa tanzhur man qaala” (Perhatikan apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan).

Beliau mendorong agar seluruh ide-ide cemerlang dari para kandidat pada proses seleksi kepemimpinan sebelumnya dijadikan amunisi untuk memperkaya program kerja dekanat. Prof. Ahmad Syaify kemudian membacakan ikrar penting tentang arti sebuah kepemimpinan sejati:

“Pimpinan Fakultas ke depan bukan hanya dituntut untuk mampu mengelola organisasi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan, menyatukan perbedaan, mendengar suara civitas akademika, mengambil keputusan dengan keberanian, serta menjaga kehormatan institusi. Sebab institusi yang besar tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh banyak orang yang memiliki tujuan yang sama, bekerja dengan integritas yang sama, dan percaya bahwa kepentingan institusi berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.” Jelas Prof. Ahmad Syaify

Pertanyaan yang tersisa di benak seluruh civitas akademika kini bukan lagi tentang siapa yang memimpin, melainkan karya besar apa yang akan diukir bersama dalam lima tahun ke depan. Satu hal yang pasti, FKG UGM telah siap meniti jalan baru menuju kejayaan yang berdampak dan berkelanjutan.

(Reporter: Andri Wicaksono, Hazra, Foto: Fajar Budi Harsakti)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
25 September 2026

PPDGS FKG UGM, Hadirkan Senyum untuk Guru dan Karyawan SMA N 3 Yogyakarta

24 September 2026

Large Multimodal Model Hantarkan drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes Meraih Gelar Doktor Pada Ujian Terbuka FK-KMK UGM

19 September 2026

Kedokteran Gigi Presisi lewat Citra 3 Dimensi