Medicine Scientific Meeting (MTERMS 2026)
Dalam kegiatan bertema “From Discovery to Therapy: Advances in Tissue Engineering and Regenerative Medicine” tersebut Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO., hadir sebagai peserta sekaligus pembicara pada Symposium Session for the 10th MTERMS 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, memperluas wawasan akademik, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara.
MTERMS 2026 tidak hanya menjadi panggung untuk menyampaikan hasil penelitian. Forum tersebut juga diisi dengan presentasi oral dari keynote speakers, poster competition, poster presentation, hingga keterlibatan dalam proses judge poster presentation.
Pengetahuan tidak hanya diperoleh dari materi yang dipresentasikan, tetapi juga dari perjumpaan dengan peneliti, institusi, fasilitas riset, serta pendekatan ilmiah yang berkembang di lingkungan akademik internasional.

SHED-Conditioned Medium Berpotensi Mempercepat Penyembuhan Ulkus Mukosa Bukal Traumatik
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Stem Cells from Human Exfoliated Deciduous Teeth Spent Medium (SHED-SM), yaitu medium terkondisi yang berasal dari sel punca gigi sulung manusia, memiliki potensi besar dalam mempercepat penyembuhan ulkus traumatik pada mukosa bukal. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah F1000Research pada tahun 2025 dan dipresentasikan pada Malaysian Tissue Engineering & Regenerative Medicine Scientific Meeting (MTERMS) 2026.
Ulkus traumatik merupakan salah satu cedera rongga mulut yang paling sering ditemukan dan dapat disebabkan oleh tergigit, gesekan gigi tajam, penggunaan alat ortodonti, maupun trauma mekanis lainnya. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara.
Evaluasi efektivitas nanoemulgel SHED-SM terhadap proses penyembuhan luka mukosa bukal. Penelitian dilakukan menggunakan kultur sel fibroblas NIH-3T3 dan model ulkus traumatik pada 30 ekor tikus Wistar Jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SHED-SM meningkatkan viabilitas sel serta menghasilkan perbedaan signifikan pada jumlah neutrofil dan ekspresi berbagai biomarker penyembuhan luka, seperti COX-2, VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor), dan Kolagen Tipe I (Col-1) dibandingkan kelompok kontrol.
VEGF berperan dalam pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), sementara Kolagen Tipe I sangat penting dalam pembentukan jaringan baru selama proses regenerasi. Peningkatan ekspresi kedua faktor ini mengindikasikan bahwa SHED-SM mampu mendukung fase proliferasi dan remodeling jaringan secara lebih efektif.
Keunggulan SHED-SM terletak pada kandungan berbagai molekul bioaktif seperti faktor pertumbuhan, sitokin, dan vesikel ekstraseluler yang dapat merangsang regenerasi jaringan tanpa memerlukan transplantasi sel hidup. Pendekatan ini dikenal sebagai Cell free therapy dan dinilai lebih aman serta mudah diaplikasikan dalam bidang kedokteran gigi regeneratif.
Kesimpulan penelitian SHED-SM menunjukkan potensi untuk mempercepat penyembuhan ulkus traumatik mukosa bukal dan dapat dikembangkan sebagai alternatif terapi regeneratif pada luka rongga mulut di masa depan. Penelitian lanjutan dan uji klinis pada manusia masih diperlukan sebelum teknologi ini dapat diterapkan secara luas dalam praktik klinis. Penelitian ini merupakan hasil dari Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) tahun 2024 antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia. Tim peneliti yaitu

Prof. Dr. Drg. Juni Handajani, drg., M.Kes., PhD., PBO (Universitas Gadjah Mada), Prof. Dr. drg. Hendrik Setia Budi, M.Kes., PBO (Universitas Airlangga), Prof. drg. Lisa R. Amir, PhD., PBO & drg. Sri Angky Soekanto, PhD., PBO (Universitas Indonesia).
(Kontributor: Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO. Redaksi: Andri Wicaksono)