Berita

/

Berita Terbaru

Para Kandidat Dekan FKG UGM, Serap Aspirasi Warga Kampus

FKG UGM menggelar forum penjaringan aspirasi dan dengar pendapat dalam rangka pemilihan Dekan FKG periode 2026-2031. Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi seluruh elemen sivitas kampus mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa untuk menyampaikan masukan, kritik, dan harapan secara langsung kepada para bakal calon pemimpin fakultas.

Forum tersebut diselenggarakan oleh Panitia Seleksi yang dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Regina Titi Christinawati Tandelilin, M.Sc beserta tim Pansel (Panitia Seleksi). Menurut Ketua Pansel, kehadiran, pertanyaan, masukan, dan gagasan yang telah disampaikan menunjukkan kepedulian  bersama terhadap masa depan FKG UGM dan menjadi bekal bagi para calon dekan untuk menyempurnakan atau melengkapi rencana program yang telah disiapkannya. Forum menjadi sangat bermakna sebagai bagian dari proses tahapan seleksi dekan ini karena merupakan wujud budaya akademik FKG UGM yang menjunjung tinggi keterbukaan, dialog, dan penghormatan terhadap keberagaman pandangan.

Ketua Senat FKG UGM,  Prof. Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio(K) menyampaikan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada, mengharapkan semua terus menjaga nilai-nilai ke-UGM-an, juga integritas, profesionalisme, semangat kebangsaan, pengabdian kepada masyarakat, serta menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Sependapat dengan Ketua Pansel yang menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut yang akan menjadi kekuatan dalam menentukan arah kepemimpinan FKG UGM lima tahun mendatang.

Diskusi selama 2 jam telah begitu hangat mengalir lancar dan muncul aspirasi misalnya terkait, penguatan pendidikan,  keterbukaan akses laboratorium, kesejahteraan bagi warganya, jenjang karir tenaga kependidikan, maupun akselerasi publikasi ilmiah para mahasiswa.

Beban Administrasi Dosen & Digitalisasi Kampus

Salah satu isu utama yang mengemuka disampaikan oleh perwakilan dosen, Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., yang menyoroti tingginya aktiftas administratif dosen. Dosen sering kali tersita waktunya untuk penginputan data administratif, sehingga ruang untuk pengembangan keilmuan dan penelitian kurang optimal.

Menanggapi hal tersebut, bakal calon dekan menawarkan berbagai terobosan, antara lain: akan dikembangkan Integrasi Sistem, memaparkan gagasan berbasis Internet of Things (IoT) dan penguatan sistem one-click database. Sistem ini memungkinkan aktivitas dosen terdokumentasi otomatis (misalnya melalui foto kegiatan) yang langsung terkonversi menjadi kredit poin tanpa perlu pengisian berulang.

Bakal calon dekan lainnya menyampaikan Interoperabilitas Aplikasi: disini akan menyoroti pentingnya pembangunan sistem internal fakultas yang terhubung langsung dengan aplikasi universitas (seperti Simaster). Dengan demikian, kehadiran mengajar dan aktivitas praktikum terekam otomatis demi kemudahan BKD.

Aksesibilitas Laboratorium dan Peran Laboran

Isu kesiapan laboratorium dan optimalisasi Tenaga Laboratorium Pendidikan (PLP/Laboran) turut menjadi perhatian. Pihak dosen menyampaikan harapan agar fasilitas riset di kampus sendiri semakin ramah dan mudah diakses.

Di sisi lain, perwakilan laboran menyampaikan perlunya kejelasan peran teknis laboran dalam penelitian dosen/mahasiswa serta peningkatan pelatihan dan jenjang karir tendik. Para calon dekan berkomitmen untuk mempermudah akses laboratorium termasuk mengkaji mekanisme akses lebih luwes serta melibatkan laboran secara aktif dan sah dalam tim riset.

Dari sudut pandang mahasiswa, mengusulkan adanya pembekalan khusus mengenai systematic review dan meta-analysis. Pembekalan ini dinilai sangat krusial untuk membantu mahasiswa pascasarjana memenuhi syarat publikasi internasional bereputasi tepat waktu. Usulan ini direspon positif oleh para calon dekan dengan komitmen memfasilitasi pelatihan metodologi riset lanjutan.

Selain program teknis, forum ini juga menekankan pentingnya suasana kerja yang harmonis dan damai. Para calon dekan sepakat bahwa siapapun yang terpilih nantinya harus mengedepankan prinsip transparansi, musyawarah kolektif-kolegial, serta kepemimpinan yang merangkul demi kemajuan bersama FKG UGM.

Dalam sambutan penutupnya, Ketua PanSel menyatakan, “Pada akhirnya, siapa pun yang akan menerima amanah sebagai Dekan FKG UGM kelak, memahami sesungguhnya kita semua adalah satu keluarga besar UGM yang memiliki tujuan yang sama: menjaga marwah institusi, memajukan ilmu pengetahuan, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Dengan demikian kita dapat tunjukkan wujud kampus FKG UGM adalah kampus yang berdampak.”

(Reporter: Andri Wicaksono, Nanda, Foto: Fajar Budi Harsakti)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
30 Juli 2026

Seperti apa Kurikulum Double Degree Magister Kedokteran Gigi?

29 Juli 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan SMA Negeri 1 Kota Bima

28 Juli 2026

Kuliah Pakar Prof. Dr. drg. Setyo Harnowo, Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat-D., FICD., FICCDE bersama Prodi Bedah Mulut & Maksilofasial FKG UGM

id_ID