Berita

/

Berita Terbaru

Kuliah Pakar Prof. Dr. drg. Setyo Harnowo, Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat-D., FICD., FICCDE bersama Prodi Bedah Mulut & Maksilofasial FKG UGM

Mengupas Labioplasti, Palatoplasti, dan Bedah Ortognatik

Prodi Bedah Mulut & Maksilofasial FKG UGM menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bersama Prof. Dr. drg. Setyo Harnowo, Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat-D., FICD., FICCDE, pada Senin–Selasa, 27–28 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh residen Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Bedah Mulut dan Maksilofasial sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi dan wawasan klinis dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. drg. Setyo Harnowo menyampaikan materi mengenai labioplasti, palatoplasti, dan bedah ortognatik. Ketiga topik tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi residen, khususnya dalam memahami prinsip dasar, perencanaan, pendekatan klinis, serta pertimbangan multidisiplin dalam penatalaksanaan kasus-kasus kompleks di bidang bedah mulut dan maksilofasial.

Melalui sesi kuliah dan diskusi, para residen memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai aspek penatalaksanaan pasien, mulai dari proses evaluasi dan diagnosis, perencanaan tindakan, pemilihan teknik bedah, hingga pertimbangan hasil fungsional dan estetik. Pengalaman dan keilmuan Prof. Dr. drg. Setyo Harnowo juga memberikan perspektif praktis yang berharga bagi para residen dalam menghubungkan teori dengan penerapannya di lapangan.

Kepala Program Studi Bedah Mulut & Maksilofasial FKG UGM, drg. Pingky Krisna Arindra, Sp.B.M.M. Subsp.Ped.O.M.(K), menyampaikan bahwa materi yang disampaikan Prof. Setyo sangat relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien bibir sumbing.

“Pesan dari Prof. Setyo terutama terkait dengan pembedahan pada pasien dengan bibir sumbing dan ortognatik, jadi kelainan kraniofasial,” ujar Kaprodi.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pasien bibir sumbing di Indonesia masih cukup tinggi sehingga membutuhkan penanganan yang berkelanjutan. Operasi tidak hanya dilakukan di Rumah Sakit Akademik UGM, tetapi juga di berbagai rumah sakit jejaring agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak pasien.

Menurut Kaprodi BMM FKG UGM, pengembangan layanan ortognatik juga perlu terus dilakukan, baik melalui peningkatan kompetensi, sosialisasi kepada masyarakat, maupun pemanfaatan teknologi digital yang terus berkembang.

“Untuk yang ortognatik kita memang masih perlu terus mengembangkan sesuai kebutuhan pasien, kemudian sosialisasi, serta pengembangan digital yang sampai saat ini terus berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Kaprodi menegaskan bahwa Prof. Setyo memberikan penekanan kuat pada penguasaan dasar-dasar ilmu bedah sebagai fondasi utama bagi para residen.

“Prof. Setyo menekankan terkait dengan basicnya. Fundamentalnya terkait dengan operasi pada pasien cleft & ortognatik surgery. Itu bermanfaat buat residen, terutama untuk nanti ke depannya. Basic dari beliau sangat fundamental dan itu sangat bermanfaat untuk residen kita,” tuturnya.

Melalui kuliah pakar ini, diharapkan para residen semakin memahami pentingnya penguasaan konsep dasar dalam penanganan pasien bibir sumbing dan ortognatik sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal di masa mendatang.

Materi yang disampaikan memberikan insight yang sangat berharga, terutama dalam memahami bagaimana seorang klinisi melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan pada kasus labioplasti, palatoplasti, maupun bedah ortognatik. Selain mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip tindakan, residen juga mendapatkan banyak pengalaman dan perspektif klinis yang dapat menjadi bekal dalam menangani pasien secara lebih komprehensif.

Kegiatan Kuliah Pakar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi residen untuk terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan klinis. Interaksi langsung dengan pakar juga menjadi kesempatan berharga bagi residen untuk memperoleh pengalaman dan insight yang dapat mendukung proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien di masa mendatang.

Melalui kegiatan akademik seperti ini, FKG UGM terus berkomitmen untuk menghadirkan proses pendidikan yang berkualitas dengan mengintegrasikan keilmuan, pengalaman klinis, dan perkembangan terkini dalam bidang kedokteran gigi dan bedah mulut dan maksilofasial.

(Kontributor: drg. Muhammad Reza Pahlevi, Ph.D. Redaksi & Foto: Andri Wicaksono, S.Sos, M.I.Kom)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
29 Juli 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan SMA Negeri 1 Kota Bima

27 Juli 2026

FKG UGM Pacu Akselerasi Budaya Mutu Akademik Melalui Sistem AMI 2026

27 Juli 2026

Tebal Aligner Beda, Nasib Gigi Bisa Berbeda: Riset FKG UGM Ungkap Formula Optimal Clear Aligner

id_ID