Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama Kolegium Ortodonti Indonesia. Momen bersejarah ini diselenggarakan bersamaan dengan pembukaan resmi Ujian Kompetensi Nasional (Ukomnas) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Ortodonti di Gedung Margono Soeradji FKG UGM,Jum’at (24/7/26).
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai aula FKG UGM saat acara dibuka dengan prosesi penyerahan cenderamata dari Kolegium Ortodonti Indonesia kepada pihak FKG UGM, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara pengurus kolegium, jajaran dekanat, para penguji, dan seluruh residen peserta ujian.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FKG UGM, drg. Trianna Wahyu Utami, MD.Sc., Ph.D.menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Kolegium Ortodonti Indonesia. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada penyelenggaraan ujian nasional semata, melainkan menjadi pijakan bagi kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
“Merupakan kebanggaan bagi kami bahwa Kolegium Ortodonti berkenan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan FKG UGM. Kami sangat berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti untuk Ukomnas, tetapi FKG UGM dapat terus berkontribusi mendukung seluruh kegiatan Kolegium Ortodonti demi memajukan dunia ortodonti di Indonesia,” ujar drg. Trianna.
Di akhir sambutannya,drg. Trianna turut membakar semangat para peserta ujian dengan pantun khas Yogyakarta yang menekankan pentingnya profesionalisme sejati dalam pelayanan spesialis.

Ketua Kolegium Ortodonti Indonesia, Dr. drg. Nia Ayu Ismaniati, MDSc, Sp.Ort., Subsp. D.Dkf.T.K. secara resmi membuka pelaksanaan Ukomnas PPDGS Ortodonti. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi kesiapan serta keramahan FKG UGM dan tim panitia lokal dalam memfasilitasi kegiatan nasional ini.
drg. Nia Ayu Ismaniati mengingatkan para residen bahwa Ukomnas bukan sekadar pemenuhan syarat formal kelulusan, melainkan benteng pertahanan standar mutu dan profesionalisme dokter gigi spesialis ortodonti. Menurutnya, lulusan ortodonti harus siap menghadapi tantangan di luar, di mana marak pelatihan singkat non-kompeten yang berisiko merugikan kesehatan masyarakat.

“Ujian ini bukan sekadar lulus. Kolegium Ortodonti memiliki standar agar mutu dari lulusan kita tetap terjaga dengan baik. Di luar sana banyak tantangan dari pihak-pihak yang tidak kompeten. Setelah lulus nanti, kalian harus bisa membawa nama almamater dan kolegium dengan memberikan pelayanan yang bermutu, berkualitas, serta terus belajar secara berkelanjutan,” tegas drg. Nia Ayu Ismaniati
Ujian Kompetensi Nasional PPDGS Ortodonti ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Baik pihak kolegium maupun pimpinan fakultas berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian dengan lancar, sehat, dan meraih tingkat kelulusan 100%.Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini, FKG UGM dan Kolegium Ortodonti Indonesia menegaskan komitmen bersama untuk terus melahirkan tenaga spesialis ortodonti yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan perlindungan kesehatan gigi terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Penulis : Nanda Ayu , Andri Wicaksono
Foto : Dody Hendro