News

/

Artikel, Latest News

Tulang Panjang Tersembunyi di Balik Foto Panoramik: Temuan Langka Proses Stiloid 65 mm dari RS Gigi UGM

Seorang perempuan berusia 61 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo UGM dengan keluhan yang tampaknya biasa: pipi kanan bengkak, nyeri, dan terasa menjalar hingga ke telinga. Sudah tiga bulan ia mengonsumsi antibiotik tanpa ada perbaikan berarti. Tidak ada yang menyangka, di balik foto panoramik rutin yang diambil untuk memeriksa kondisi giginya, tersembunyi sebuah temuan yang jarang sekali dijumpai dalam praktik kedokteran gigi.

Pada foto tersebut, sebuah struktur tulang memanjang terlihat jelas di sisi kanan rahang — tiga fragmen tulang yang tersusun berurutan, membentuk tonjolan sepanjang 65,06 mm. Ini bukan gigi, bukan kista, dan bukan tumor. Ini adalah proses stiloid yang memanjang jauh melampaui batas normal.

Tulang Kecil yang Bisa Menjadi Besar Masalah

Proses stiloid adalah tonjolan tulang ramping yang muncul dari tulang temporal di dasar tengkorak, mengarah ke bawah dan sedikit ke depan. Dalam kondisi normal, panjangnya berkisar antara 2 hingga 2,5 sentimeter. Bila melebihi 3 sentimeter, kondisi ini disebut elongasi proses stiloid — dan bila disertai gejala klinis seperti nyeri tenggorokan, sakit telinga, atau sensasi ada benda asing di tenggorokan, kondisi ini dikenal sebagai sindrom Eagle.

Namun yang membuat kasus ini istimewa bukan sekadar panjangnya. Berdasarkan klasifikasi Langlais — sistem pengelompokan elongasi proses stiloid yang telah digunakan sejak 1986 — tonjolan ini masuk dalam Tipe III: tersegmentasi, terdiri dari beberapa fragmen terpisah yang dihubungkan oleh pseudo-artikulasi. Tipe ini adalah yang paling jarang ditemukan.

drg. Silviana Farrah Diba, Sp. RKG. Subsp. RP (K), spesialis radiologi kedokteran gigi dari Departemen Radiologi Dentomaksilofasial FKG UGM sekaligus penulis utama laporan kasus ini, bersama tim peneliti mencatat ketiga fragmen tersebut memiliki panjang masing-masing 24,15 mm, 9,67 mm, dan 31,24 mm. Pengukuran dilakukan menggunakan perangkat lunak EzDent-i dari mesin panoramik Vatech PaX-I Insight. Ujung fragmen ketiga bahkan melampaui batas inferior mandibula — sebuah gambaran yang tidak lazim.

Parotitis, Bukan Sindrom Eagle

Ironisnya, proses stiloid yang panjang itu bukan penyebab keluhan pasien. Setelah dirujuk ke RSUP UGM untuk biopsi aspirasi jarum halus (FNAB) dan CT scan kepala, diagnosis justru mengarah ke parotitis — peradangan kelenjar parotis yang dipicu oleh infeksi bakteri, disertai abses yang meluas ke ruang bukal.

Tidak ditemukan sel-sel ganas. CT scan mengonfirmasi pembesaran kelenjar parotis kanan dengan penebalan jaringan lemak di sekitarnya. Elongasi proses stiloid pada pasien ini bersifat insidental: ditemukan secara tidak sengaja, dan tidak menimbulkan gejala sindrom Eagle.

Meski demikian, temuan ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Tim peneliti mencatat bahwa edema dan tekanan akibat infeksi parotitis secara tidak langsung bisa memperparah gejala jika proses stiloid yang panjang itu tertekan oleh pembengkakan jaringan sekitarnya. Hubungan antara keduanya, meski tidak kausal, tetap relevan secara klinis.

“Dokter gigi harus menyadari bahwa elongasi proses stiloid adalah temuan insidental yang mungkin dijumpai pada pasien selama pemeriksaan gigi rutin menggunakan foto panoramik.”

Panoramik sebagai Jendela yang Sering Terlewat

Dari penelusuran literatur yang dilakukan tim terhadap 30 laporan kasus yang diterbitkan antara 2020 hingga 2024, diperoleh gambaran yang menarik. Mayoritas kasus elongasi proses stiloid — sebanyak 15 dari 30 kasus — tergolong Tipe I (memanjang kontinu), diikuti Tipe II (pseudo-artikulasi tunggal) dengan enam kasus, dan Tipe III hanya empat kasus. Dua puluh dua kasus terjadi pada laki-laki, dengan rata-rata usia pasien 43,5 tahun.

Kasus terpanjang yang pernah dilaporkan dalam literatur tersebut mencapai 149 mm — lebih dari empat kali panjang normal — pada seorang pria berusia 58 tahun yang mengeluhkan kesulitan menelan selama dua tahun.

Foto panoramik, meski memiliki keterbatasan dibanding CBCT (cone-beam computed tomography) dalam hal visualisasi tiga dimensi, tetap menjadi modalitas utama yang digunakan dalam banyak laporan kasus. Alasannya sederhana: lebih terjangkau, radiasi lebih rendah, dan interpretasinya lebih mudah dilakukan di klinik gigi konvensional. Namun justru karena kemudahannya itulah, temuan seperti elongasi proses stiloid kerap luput dari perhatian.

Kesalahan diagnosis cukup sering terjadi. Elongasi proses stiloid kerap dikira gangguan sendi temporomandibular, nyeri odontogenik, atau bahkan tumor kepala-leher. Seorang pasien dalam literatur bahkan datang dengan keluhan suara “klik” di rahang — yang ternyata bukan masalah sendi, melainkan tekanan dari proses stiloid yang memanjang.

Ketika Anomali Tulang Menjadi Pelajaran Klinis

Laporan kasus dari FKG UGM ini, yang diterbitkan dalam European Journal of General Dentistry pada Agustus 2025, bukan sekadar dokumentasi temuan langka. Di baliknya ada pesan yang lebih dalam untuk para klinisi: foto panoramik menyimpan lebih banyak informasi daripada yang sering kita sadari.

Ketika seorang pasien datang dengan keluhan bengkak di pipi, nyeri di telinga, atau ketidaknyamanan di sekitar sendi rahang, dokter gigi tidak hanya perlu memeriksa gigi dan gusi. Seluruh area dentomaksilofasial — termasuk struktur tulang di sekitar mandibula — layak mendapat perhatian saksama.

Proses stiloid sepanjang 65 mm itu mungkin tidak berbicara langsung pada pasien ini. Tapi ia berbicara keras kepada siapa saja yang membaca fotonya dengan cermat.

Sumber DOI : DOI: 10.1055/s-0045-1809952

Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto : Pexels

Tags

Share News

Related News
20 July 2026

Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak FKG UGM Perkuat Mutu Pendidikan melalui Workshop Evaluasi Kurikulum OBE Tahap II

20 July 2026

Hubungan Kesehatan dan Integritas

20 July 2026

FKG UGM ‘Bedah’ Kurikulum & Tantangan Regulasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (Sp-2)

en_US