News

/

Latest News

Mahasiswa FKG UGM Kembangkan PRIME sebagai Media Pembelajaran Pencabutan Gigi Realistis

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan Phantom Realistic Instruction Model for Extraction (PRIME). Inovasi media pembelajaran pencabutan gigi ini dirancang secara khusus untuk menghadirkan pengalaman simulasi klinis yang jauh lebih realistis bagi mahasiswa kedokteran gigi.

Kehadiran PRIME diharapkan mampu menjembatani kebutuhan mahasiswa dalam mengasah keterampilan klinis melalui latihan yang aman, berulang, dan representatif sebelum menangani pasien secara langsung. Karya inovatif ini lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu di bawah bimbingan Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Prof. Dr. drg. Archadian Nuryanti, M.Kes.

Tim PKM-KI PRIME diketuai oleh Davin Izhrel Ngilamele (FKG), bersama empat anggota lainnya yakni Dimas Nada Saputra (FKG), Nafisa Afnan Syahira (FKG), Gary Christian Wijaya (Fakultas Teknik), dan Luthfan Chaerul Zafran (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Prof. Archadian menyampaikan bahwa PRIME dikembangkan untuk menghadirkan media pembelajaran yang mampu menutupi keterbatasan alat konvensional. “Melalui pengembangan teknologi dan desain yang inovatif, alat ini diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan koordinasi tangan, memahami anatomi gigi, serta mengasah keterampilan teknis sebelum memasuki tahap pelayanan kepada pasien,” ujarnya (27/8).

Sementara itu Ketua tim, Davin Izhrel Ngilamele, menambahkan bahwa pengembangan PRIME saat ini telah memasuki tahap penyempurnaan produk. Proses panjang telah dilalui tim, mulai dari penyusunan desain, pengadaan komponen, perakitan sistem mekanik dan elektronik, hingga integrasi akhir fungsionalitas alat.

“Setiap tahapan pengembangan kami lakukan secara terukur melalui evaluasi dan diskusi bersama dosen pembimbing. Hal ini untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan dapat bekerja sesuai dengan konsep yang dirancang,” jelas Davin.

Selain berfokus pada keandalan sistem teknis, tim juga terus melakukan penyempurnaan desain ergonomis agar PRIME dapat digunakan secara nyaman dan efektif.

Ke depan, PRIME diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi hilirisasi yang mendukung peningkatan standar pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. Melalui kesiapan klinis mahasiswa yang lebih matang, kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat juga diharapkan akan terus meningkat.

Kontributor: Tim PKM PRIME
Penyunting Naskah: Fajar Budi

Tags

Share News

Related News
28 August 2026

Ketika Efisiensi Energi Berawal dari Kesadaran Perilaku

28 August 2026

Prof. Eiji Tanaka, DDS, Ph.D Resmi Menjadi Adjunct Professor FKG UGM, Perkuat Kolaborasi Ortodonsia Indonesia–Jepang

27 August 2026

Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D Meraih Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Kesehatan

en_US