News

/

Artikel, Latest News

Teknik Bedah Flap dalam Penatalaksanaan Periodontitis Kronis

Periodontitis kronis adalah penyakit inflamasi pada jaringan penyangga gigi yang menyebabkan kerusakan periodontal: kehilangan alveolar bone, resesi gingiva, pembentukan kantong periodontal, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kehilangan gigi jika tidak ditangani secara efektif. Salah satu pendekatan bedah yang sering diterapkan adalah teknik bedah flap periodontal. Dengan membuka flap gingiva dan periosteum, bedah flap memungkinkan debridemen akar, pengangkatan jaringan granulasi, dan akses langsung ke bone defects untuk perawatan lebih dalam.

Selain prosedur mekanis, penggunaan adjuvan topikal — seperti antibiotik — dalam bedah flap telah dieksplor sebagai cara meningkatkan hasil klinis. Salah satu studi di UGM meneliti efek tambahan aplikasi metronidazol 25% secara topikal ke flap periodontal sebagai bagian dari terapi periodontitis kronis.

Studi Referensi: Aplikasi Metronidazol sebagai Tambahan

Pengaruh aplikasi metronidazol 25 persen secara topikal sebagai tambahan pada bedah flap periodontal dalam perawatan periodontal dalam perawatan periodontitis khronis. Penelitian yang dilakukan oleh drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp.Perio(K)., Ph.D., dengan bimbingan drg. Al. Sri Koes Soesilowati, Sp.Perio., S.U. ini membandingkan hasil perawatan bedah flap periodontal pada kasus periodontitis kronis dengan dan tanpa aplikasi metronidazol 25% topikal. Objek penelitian adalah pasien periodontitis kronis yang memenuhi kriteria klinis tertentu.

Temuan Klinis dan Interpretasi

Meskipun dokumen lengkapnya tidak tersedia publik, dari abstrak dan kutipan yang ada dapat dipambil beberapa poin:

  • Penambahan metronidazol topikal di area flap diharapkan dapat menambah kontrol terhadap mikroorganisme periodontal yang bersifat anaerob, memodulasi respons inflamasi, serta meningkatkan kecepatan penyembuhan jaringan penyangga.
  • Teknik flap memungkinkan akses langsung ke akar dan bone defect, sehingga aplikasi adjuvan seperti metronidazol dapat langsung bersentuhan dengan daerah yang sulit dijangkau oleh terapi non-bedah.
  • Performa klinis dinilai dari parameter-parameter seperti pengurangan kedalaman kantong periodontal, pengurangan pendarahan, perubahan tingkat peradangan, dan pemulihan attachment (bila diukur) dibanding kelompok kontrol.

Rekomendasi Klinis

Berdasarkan teori dan temuan dari studi tersebut, beberapa rekomendasi penggunaan teknik flap dengan adjuvan topikal:

  1. Indikasi yang Tepat
    • Pasien dengan periodontitis kronis dengan kedalaman kantong periodontal yang besar, bone defect yang signifikan, dan area yang tidak dapat dijangkau oleh scaling dan root planing saja.
  2. Pemilihan Antibiotik Topikal
    • Metronidazol 25% adalah pilihan yang sudah diteliti; dosis dan frekuensi aplikasinya harus disesuaikan; penggunaan topikal diminimalkan efek sistemik.
  3. Teknik Flap yang Baik
    • Desain flap yang memadai agar akses ke defect optimal, pembuluh darah tidak terganggu secara berlebihan untuk mempertahankan vaskularisasi, suturing yang tepat untuk menjaga reposisi jaringan.
  4. Kontrol Inflamasi dan Kebersihan Mulut
    • Peranan pasien sangat penting; pengendalian plak, instruksi home care, serta kontrol periodontal rutin setelah bedah.

***

Teknik bedah flap tetap menjadi salah satu intervensi penting dalam penatalaksanaan periodontitis kronis, terutama pada kasus dengan kedalaman kantong dan bone defect. Penambahan metronidazol 25% secara topikal sebagai adjuvan dalam bedah flap menunjukkan potensi meningkatkan hasil klinis, khususnya pada kontrol penyakit mikroba dan modulasi inflamasi. Praktik klinis sebaiknya mempertimbangkan indikasi yang jelas, teknik flap yang tepat, penggunaan adjuvan lokal secara hati-hati, serta kontrol kebersihan mulut pasien.

References
drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp.Perio(K)., Ph.D., drg. Al. Sri Koes Soesilowati, Sp.Perio., S.U., Pengaruh aplikasi metronidazol 25 persen secara topikal sebagai tambahan pada bedah flap periodontal dalam perawatan periodontal dalam perawatan periodontitis khronis, https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/11273

Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik

Tags

Share News

Related News
13 January 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

12 January 2026

Dies Natalis ke-78 FKG UGM: Dari Jalan Sehat hingga Transformasi Kesehatan Gigi Berbasis Sociopreneurship

12 January 2026

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

en_US