News

/

Latest News

PSMKGI: Menguji Konsolidasi, Merawat Persatuan

PEMBUKAAN PRAMUNAS PSMKGI XIX

Di tengah dinamika pendidikan kesehatan yang kian kompleks, mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Yogyakarta. Selama tiga hari, ratusan delegasi menghadiri (Pramunas) ke-19 Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia PSMKGI, sebuah forum yang bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang evaluasi, konsolidasi, dan penajaman arah gerak mahasiswa profesi kesehatan gigi.

Pramunas kali ini diikuti 173 delegasi dari 35 institusi pendidikan kedokteran gigi di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi momentum pertanggungjawaban pengurus Perhimpunan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI) atas setengah periode kepengurusan yang telah berjalan, sekaligus ruang merumuskan keputusan strategis ke depan.

Ketua PSMKGI XIX, Christopher Daru Wicaksono dalam sambutannya menegaskan bahwa Pramunas bukan sekadar rutinitas organisasi dua tahunan. Forum ini, menurut dia, adalah instrumen untuk menjaga akuntabilitas gerakan mahasiswa kedokteran gigi, sekaligus memastikan kesinambungan program lintas periode. Dengan mengusung tema yang menekankan kerja sama, tanggung jawab, dan harmoni, Pramunas diarahkan untuk memperkuat sinergi antarmahasiswa, fakultas, dan institusi pendukung.

Dukungan institusional juga mengemuka. Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UGM, Prof. Rosa Amalia, menempatkan organisasi mahasiswa sebagai ruang pembentukan karakter. Ia menilai keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi di tengah padatnya kuliah dan praktikum bukanlah beban tambahan, melainkan proses belajar kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang kelak relevan saat mereka memasuki dunia profesi.

“Mahasiswa hari ini adalah dokter gigi di masa depan,” ujarnya. Ia mengingatkan, profesionalisme tidak cukup dibangun dari kompetensi klinis semata, tetapi juga dari kepekaan sosial, kemampuan bekerja lintas perbedaan, dan kesediaan merawat persatuan dalam perbedaan pandangan.

Dari sisi organisasi nasional, Sekretaris Jenderal PSMKGI drg. Abhit Dian Maulana menyoroti posisi Pramunas sebagai forum evaluasi kinerja pengurus di tengah periode kepengurusan dua tahunan. Ia menyebutkan bahwa forum ini melibatkan tidak hanya anggota aktif, tetapi juga perwakilan institusi yang baru pertama kali bergabung. Total terdapat 45 institusi yang terhubung dalam jejaring PSMKGI, mencerminkan meluasnya partisipasi mahasiswa kedokteran gigi dalam forum nasional.

Evaluasi kinerja, menurut dia, menjadi prasyarat penting untuk memastikan organisasi tetap relevan dan adaptif. Keputusan-keputusan yang dihasilkan Pramunas diharapkan tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memperkuat peran mahasiswa kedokteran gigi dalam isu pendidikan, profesi, dan kesehatan masyarakat.

Lebih dari sekadar sidang dan laporan, Pramunas ke-19 juga memperlihatkan wajah lain gerakan mahasiswa: ruang perjumpaan lintas daerah, lintas budaya, dan lintas pandangan. Di Yogyakarta, kota yang sejak lama menjadi simpul pendidikan nasional, mahasiswa dari Sabang hingga Merauke bertemu, berdiskusi, dan merawat semangat kolektif.

Dalam konteks itu, Pramunas menjadi cermin tantangan organisasi mahasiswa hari ini: menjaga idealisme di tengah tuntutan akademik dan profesional, sekaligus memastikan organisasi tetap menjadi wahana pembelajaran demokrasi dan kepemimpinan. Bagi mahasiswa kedokteran gigi, forum ini bukan hanya tentang hari ini, melainkan tentang menyiapkan diri menyongsong tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.

(Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)

Tags

Share News

Related News
30 January 2026

Dari Cetakan Alginat ke Pindai Digital: Tantangan Pendidikan Prostodonti di Era Teknologi Digital

30 January 2026

Paradoks Kedokteran Gigi Indonesia: Menyongsong Masa Keemasan di Tengah Krisis Distribusi dan Tantangan Etika Digital

29 January 2026

Digital Workflow Berbasis CAD/CAM Perkuat Presisi Bedah Implan Gigi

en_US