News

/

Latest News

PPDGS Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM, Seleksi Angkatan Pertama Calon Radiolog Kedokteran Gigi

Keterbatasan jumlah spesialis radiologi kedokteran gigi masih menjadi persoalan struktural dalam layanan kesehatan gigi di Indonesia. Di tengah kebutuhan diagnostik yang kian kompleks, pasokan tenaga ahli di bidang ini belum sebanding. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menempatkan persoalan tersebut sebagai konteks utama dalam pelaksanaan seleksi Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) semester genap 2025.

Seleksi yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 14 dokter gigi dari berbagai daerah. Peminatan prodi ini mencerminkan minat yang terus tumbuh terhadap bidang radiologi kedokteran gigi, meskipun daya tampung pendidikan spesialis masih terbatas. Kondisi ini sekaligus menggambarkan ketimpangan antara kebutuhan layanan dan kapasitas pendidikan spesialis di Indonesia.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UGM Prof. Dr. drg. Rosa Amalia, M.Kes dalam pembukaan ujian menyatakan bahwa Program Studi RKG merupakan salah satu program termuda di lingkungan fakultas. Namun, program tersebut didukung tenaga pendidik dan pakar radiologi yang telah berkiprah di tingkat nasional. Dukungan sumber daya itu menjadi fondasi untuk menjaga mutu pendidikan sekaligus memastikan relevansi lulusan dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional

“Jumlah spesialis radiologi kedokteran gigi masih sangat sedikit, sementara perannya krusial dalam penegakan diagnosis dan perencanaan perawatan. Karena itu, seleksi dilakukan secara ketat,” papar Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UGM.

Jumlah 14 pendaftar menunjukkan dua kecenderungan utama. Pertama, minat terhadap radiologi kedokteran gigi relatif tinggi jika dibandingkan dengan ketersediaan program sejenis di Indonesia yang masih terbatas. Kedua, daya tampung yang terbatas membuat kompetisi masuk pendidikan spesialis ini tetap ketat, sekaligus membatasi laju penambahan jumlah spesialis baru.

Radiologi kedokteran gigi memegang peran sentral dalam praktik kedokteran gigi modern, terutama dalam interpretasi pencitraan untuk diagnosis yang presisi. Perkembangan teknologi pencitraan menuntut kompetensi tinggi, baik dari sisi keilmuan maupun etika profesi. Tanpa penambahan tenaga spesialis yang memadai, beban layanan berpotensi tidak terdistribusi secara merata.

Pelaksanaan seleksi melibatkan segenap jajaran Departemen Radiologi FKG UGM, penguji, panitia seleksi, serta koordinator akademik. Keterlibatan lintas unsur ini mencerminkan upaya institusi menjaga standar akademik dan profesional sejak tahap awal pendidikan. Seleksi tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan komitmen peserta untuk menempuh pendidikan spesialis yang menuntut dedikasi jangka panjang.

FKG UGM menempatkan pendidikan RKG sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan sumber daya manusia kesehatan. Meskipun kuota penerimaan terbatas, keberlanjutan program ini diharapkan mampu menambah jumlah spesialis secara bertahap dan berkontribusi pada peningkatan mutu layanan kesehatan gigi nasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UGM menegaskan bahwa keputusan para peserta untuk mengikuti seleksi merupakan bentuk tanggung jawab profesional. “Komitmen untuk melangkah lebih jauh dalam pendidikan, apa pun hasil seleksinya, merupakan kontribusi awal bagi peningkatan kesehatan masyarakat,” ujarnya

Di tengah kebutuhan yang terus meningkat, regenerasi spesialis melalui pendidikan formal menjadi kunci. Tanpa intervensi sistematis melalui institusi pendidikan, kekurangan spesialis radiologi kedokteran gigi berisiko menjadi hambatan permanen dalam pembangunan layanan kesehatan gigi yang bermutu dan berkeadilan.

(Reporter & Fotografi: Andri Wicaksono)

Tags

Share News

Related News
13 January 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

12 January 2026

Dies Natalis ke-78 FKG UGM: Dari Jalan Sehat hingga Transformasi Kesehatan Gigi Berbasis Sociopreneurship

12 January 2026

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

en_US