News

/

Artikel, Latest News

Perbandingan Efektivitas Fluoridasi Sistemik vs Topikal

Fluoridasi merupakan salah satu strategi pencegahan karies yang paling efektif dan telah digunakan secara luas dalam kesehatan masyarakat. Fluor dapat diberikan melalui dua pendekatan utama, yaitu fluoridasi sistemik dan fluoridasi topikal. Keduanya memiliki mekanisme kerja, cara kerja, serta efektivitas yang berbeda, sehingga penting untuk memahami keunggulan masing-masing metode dalam konteks pencegahan karies pada berbagai kelompok usia.

Fluoridasi Sistemik

Fluoridasi sistemik merupakan pemberian fluor melalui jalur internal, seperti air minum berfluor, suplemen fluor, atau makanan/minuman yang secara alami mengandung fluor. Fluor yang diserap akan berintegrasi dengan struktur gigi yang sedang berkembang, sehingga membuat email gigi lebih tahan terhadap demineralisasi ketika gigi telah erupsi. Metode ini umumnya sangat efektif pada anak-anak, terutama selama fase pembentukan gigi tetap. Namun, fluoridasi sistemik memerlukan pengawasan ketat untuk menghindari kelebihan paparan fluor yang dapat menyebabkan fluorosis.

Fluoridasi Topikal

Sebaliknya, fluoridasi topikal bekerja langsung pada permukaan gigi yang telah erupsi. Bentuknya dapat berupa pasta gigi berfluor, obat kumur, gel, varnish, atau aplikasi profesional di klinik. Metode ini memberikan keuntungan berupa peningkatan remineralisasi email yang terpapar asam serta menghambat aktivitas bakteri pembentuk plak. Penelitian berjudul “Pengaruh topikal aplikasi sodium fluoride 1 persen terhadap kadar fluor dalam saliva dan jumlah koloni bakteri streptococcus alpha pada plak gigi (Kajian pada anak perempuan umur 6–8 tahun di Pesantren Bin Baz)” oleh mahasiswa FKG UGM, Agustin Lis Setyorini dengan bimbingan drg. Rinaldi Budi Utomo, MS.,SpKGA(K)  menunjukkan bahwa aplikasi topikal mampu meningkatkan kadar fluor dalam saliva dan menurunkan jumlah bakteri plak tertentu, mempertegas efektivitasnya dalam pencegahan karies.

Efektivitas

Dari segi efektivitas, fluoridasi sistemik memberikan perlindungan jangka panjang sejak masa pembentukan gigi, sementara fluoridasi topikal bekerja lebih kuat dalam mengatasi tantangan karies yang sudah berlangsung pada permukaan gigi. Kombinasi keduanya dapat memberikan manfaat maksimal, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi individu, usia, risiko karies, serta ketersediaan layanan kesehatan.

Secara keseluruhan, baik fluoridasi sistemik maupun topikal memiliki peran penting dalam pencegahan karies. Pendekatan yang paling efektif adalah strategi komprehensif yang memadukan edukasi kesehatan mulut, penggunaan produk berfluor yang tepat, serta pengawasan profesional untuk mencegah risiko kelebihan paparan fluor. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan fluor secara optimal dan aman untuk menjaga kesehatan gigi sepanjang hayat.

References
SETYORINI, Agustin Lis, drg. Rinaldi Budi Utomo, MS.,SpKGA(K), Pengaruh topikal aplikasi sodium fluoride 1 persen terhadap kadar fluor dalam saliva dan jumlah koloni bakteri streptococcus alpha pada plak gigi :: Kajian pada anak perempuan umur 6-8 tahun di Pesantren Bin Baz, https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/48709

Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik

Tags

Share News

Related News
8 January 2026

Serah Terima Jabatan Manajerial di FKG UGM dan Ikhtiar Menjawab Tantangan Pendidikan Kedokteran Gigi Modern

6 January 2026

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama UNP & UGM, Pendirian Prodi Kedokteran Gigi UNP

30 December 2025

Belajar Mengelola Emosi & Menjadi Tim Kerja Sinergis di Kota Pahlawan

en_US