News

/

Artikel, Latest News

Perawatan Prostodonsia pada Pasien dengan Gigi yang Hilang

Kehilangan gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling sering dijumpai, terutama pada usia dewasa dan lanjut. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan fungsi mengunyah, berbicara, estetika wajah, serta mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Oleh karena itu, perawatan prostodonsia memiliki peran penting dalam mengembalikan fungsi dan kenyamanan pasien.

Prostodonsia mencakup berbagai bentuk rehabilitasi gigi yang hilang, mulai dari gigi tiruan sebagian lepasan (removable partial denture), gigi tiruan penuh, hingga gigi tiruan tetap dan implan. Salah satu aspek yang tak kalah penting dalam keberhasilan perawatan prostodonsia adalah mutu pelayanan dan kepuasan pasien, seperti yang diteliti oleh mahasiswa FKG UGM, Fadila Figatami dengan bimbingan Dr. drg. Endang Wahyuningtyas, M.S., Sp. Pros(K) dan Prof. drg. Titik Ismiyati, MS, Sp.Pros.(K) berjudul “Pengaruh Mutu Pelayanan Mahasiswa Kepaniteraan Prostodonsia Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pemakai Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (Kajian di RSGM UGM Prof. Soedomo Tahun 2018)”.

Prinsip Dasar Perawatan Prostodonsia

Perawatan prostodonsia bertujuan mengembalikan fungsi sistem stomatognatik yang optimal, mencakup:

  • Fungsi mastikasi (mengunyah)
  • Estetika wajah dan senyum
  • Fungsi fonetik (bicara)
  • Keseimbangan oklusi dan kenyamanan jaringan pendukung

Dalam praktik klinis, perawatan dimulai dengan evaluasi menyeluruh meliputi:

  1. Kondisi jaringan keras dan lunak rongga mulut.
  2. Desain prostesis yang sesuai dengan kebutuhan fungsional dan estetika.
  3. Pemilihan bahan (akrilik, logam, resin fleksibel, dll.) sesuai indikasi klinis.
  4. Edukasi pasien terkait penggunaan dan perawatan prostesis.

Temuan dari Penelitian UGM

Penelitian yang dilakukan di RSGM UGM Prof. Soedomo menyoroti hubungan antara mutu pelayanan klinis mahasiswa kepaniteraan prostodonsia dengan tingkat kepuasan pasien pengguna gigi tiruan sebagian lepasan.

Beberapa temuan penting dari penelitian tersebut antara lain:

  • Pasien menilai aspek komunikasi, keterampilan teknis, dan empati mahasiswa sebagai faktor dominan dalam kepuasan.
  • Tingkat kepuasan pasien meningkat seiring dengan peningkatan mutu pelayanan klinis.
  • Pelayanan yang baik mencakup ketelitian dalam pencetakan, penyesuaian oklusi, serta perawatan pasca-pemasangan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan perawatan prostodonsia tidak hanya bergantung pada teknik pembuatan gigi tiruan, tetapi juga pada interaksi profesional dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Aspek Klinis dan Etika dalam Perawatan Pasien

Perawatan prostodonsia menuntut keseimbangan antara kompetensi teknis dan pendekatan humanistik. Aspek-aspek yang harus diperhatikan meliputi:

  • Komunikasi terapeutik: membangun kepercayaan antara dokter gigi dan pasien.
  • Evaluasi kenyamanan pasca-pemakaian: mengatasi keluhan nyeri, sariawan, atau ketidaknyamanan awal.
  • Kontrol berkala: menyesuaikan retensi, stabilitas, dan kebersihan gigi tiruan.
  • Pendidikan pasien: mengajarkan cara membersihkan dan merawat gigi tiruan dengan benar.

Kualitas pelayanan yang optimal akan meningkatkan tingkat penerimaan pasien terhadap prostesis, memperpanjang masa pakai, dan meningkatkan kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.

***

Perawatan prostodonsia memiliki peranan vital dalam rehabilitasi pasien dengan kehilangan gigi. Penelitian UGM menunjukkan bahwa mutu pelayanan klinis berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pasien, yang menegaskan pentingnya kompetensi, empati, dan komunikasi dalam praktik kedokteran gigi.

Dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan prostodonsia, universitas dan klinik dapat mendukung tujuan global dalam meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

References
FADILA FIGATAMI, Dr. drg. Endang Wahyuningtyas, M.S., Sp. Pros(K); Prof. drg. Titik Ismiyati, MS, Sp.Pros.(K), Pengaruh Mutu Pelayanan Mahasiswa Kepaniteraan Prostodonsia Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pemakai Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (Kajian di RSGM UGM Prof. Soedomo Tahun 2018), https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/168258

Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik

Tags

Share News

Related News
13 January 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

12 January 2026

Dies Natalis ke-78 FKG UGM: Dari Jalan Sehat hingga Transformasi Kesehatan Gigi Berbasis Sociopreneurship

12 January 2026

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

en_US