News

/

Latest News

Pelatihan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) Batch 2 Resmi Digelar

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) melalui Departemen Radiologi Dentomaksilofasial menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) pada Kasus Dental Implant dan Lesi Endo-Perio bagi Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) di Pelayanan Kesehatan Gigi. Kegiatan ini resmi dimulai secara daring pada Senin (26/1).

Ketua pelaksana kegiatan, drg. Isti Rahayu S, M.Biotech., Sp.Rad.O.M (K)., Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan pelaksanaan batch kedua setelah sebelumnya mendapat respons positif peserta batch pertama yang telah dilaksanakan Oktober 2025 lalu. Pada batch kedua, pelatihan diikuti oleh 14 peserta yang tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Aceh.

“Peserta pelatihan berasal dari berbagai wilayah, ini menunjukkan kebutuhan peningkatan kompetensi CBCT cukup tinggi di berbagai daerah,” ujar Isti dalam laporannya.

Isti menambahkan, pelatihan ini didukung oleh 13 pembicara, terdiri dari 12 narasumber dalam negeri dan 1 pembicara internasional, serta melibatkan pemateri lintas disiplin dari berbagai program studi, seperti Bedah Mulut, Prostodonsia, Periodonsia, dan Konservasi Gigi. Kolaborasi lintas bidang ini diharapkan dapat memperkaya sudut pandang klinis peserta dalam memahami dan menginterpretasi hasil CBCT secara komprehensif.

Materi pelatihan kali ini difokuskan pada pembahasan mendalam terkait kasus dental implant, mulai dari perencanaan pemasangan berbasis CBCT, penanganan kasus kompleks, hingga desain implant. Selain itu, pelatihan juga mengulas penggunaan CBCT pada kasus lesi endo-perio yang membutuhkan ketelitian diagnosis dan perencanaan perawatan.

Pelatihan ini dilaksanakan secara daring pada 26 Januari hingga 3 Februari 2026, dengan kelas yang berlangsung setiap hari. Selanjutnya, peserta akan mengikuti sesi luring yang dijadwalkan pada 6 hingga 8 Februari 2026.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FKG UGM, drg. Trianna Wahyu Utami, MDSc., Ph.D., menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti pada batch kedua saja. Ia mendorong agar pelatihan serupa dapat terus dikembangkan dengan topik-topik lain yang relevan dengan kebutuhan klinis. “Saya berharap pelatihan ini dapat berlanjut dengan topik-topik lainnya, dan tidak hanya diperuntukkan bagi dokter gigi spesialis RKG. Pelatihan bisa ditujukan untuk radiografer,” ucapnya.

Trianna menyebut bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kemampuan klinis dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi, khususnya dalam menghadapi kompleksitas kasus di pelayanan kesehatan gigi yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi pencitraan.

Bekti Nur Aini, S.Kp.G., M.P.H. selaku Koordinator Lembaga Diklat iDSDC FKG UGM, mengatakan bahwa pelatihan CBCT ini merupakan kelanjutan dari Pelatihan CBCT tahun 2025 yang sebelumnya mendapat respon posidit dari para peserta. Oleh karena itu, iDSDC bersama Departemen Radiologi Dentomaksilofasial FKG UGM kembali menyelenggarakan pelatihan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi imaging dentomaksilofasial berbasis CBCT bagi dokter gigi spesialis.

Author: Fajar Budi Harsakti

Tags

Share News

Related News
26 January 2026

FKG UGM & FKG UNEJ Perkuat Fondasi Biomedika, Siapkan Kolaborasi Riset Sebagai Core Science Berkelanjutan

26 January 2026

Dukung Pemerataan Kesehatan, FKG UGM Rencana Kirim Tenaga Kesehatan ke Daerah melalui Skema AHS

26 January 2026

Masyarakat Indonesia Menua Lebih Cepat, Kesehatan Gigi Lansia Jadi ‘Alarm’ Sistem Kesehatan Nasional

en_US