Ketekunan, kolaborasi, dalam semangat menjaga mutu & meningkatkan kualitas jurnal ilmiah akhirnya berbuah manis. Majalah Kedokteran Gigi Klinik (MKGK) yang dikelola Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) resmi meraih akreditasi nasional SINTA peringkat 2, sebuah capaian penting yang menandai pengakuan kualitas ilmiah jurnal kedokteran gigi di tingkat nasional.
Pencapaian ini tercantum dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 2/C/C3/KPT/2026 yang diumumkan melalui surat pemberitahuan hasil akreditasi jurnal ilmiah periode 2 tahun 2025.
Bagi Editor in Chief, Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech keberhasilan ini bukanlah proses yang kilat, perjalanan panjang yang dimulai dari upaya sederhana untuk menjaga keberlanjutan penerbitan hingga membangun ekosistem jurnal ilmiah yang kuat & berkualitas.
Lahir dari Kebutuhan Ilmiah
MKGK lahir pada tahun 2015, berangkat dari kebutuhan nyata di lingkungan akademik kedokteran gigi. Saat itu, banyak karya ilmiah, khususnya laporan kasus dari para residen yang belum memiliki ruang publikasi yang memadai.
Menurut Sasmita Gandawanti, SE selaku pengelola jurnal ilmiah, sebelum MKGK berdiri, sebagian besar naskah ilmiah diterbitkan di Majalah Kedokteran Gigi (MKG) yang kini berkembang menjadi Majalah Kedokteran Gigi Indonesia (MKGI). Namun, seiring meningkatnya jumlah naskah yang masuk, membuat ruang publikasi menjadi terbatas.
“Waktu itu jumlah naskah yang masuk sangat banyak. Karena itu pada 2015 diputuskan membuat jurnal baru, MKGK, yang secara khusus memuat laporan kasus klinis dari dokter gigi,” ungkap Mita.
Dengan demikian, kasus-kasus klinis yang ditangani residen di rumah sakit pendidikan tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi dapat menjadi referensi ilmiah bagi komunitas kedokteran gigi yang lebih luas.

Sumber: Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 2/C/C3/KPT/2026
Bertahan di Tengah Keterbatasan
Namun, perjalanan MKGK pada awalnya tidak mudah. Tantangan terbesar adalah menjaga keberlanjutan penerbitan. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yakni: April, Agustus, dan Desember. Pada masa awal, jumlah naskah yang masuk sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi satu edisi penuh.
Editor in Chief MKGK, drg. Rini Widyaningrum, menuturkan bahwa upaya mempertahankan ritme penerbitan sering kali membutuhkan kerja keras ekstra.
“Yang paling penting adalah memastikan jurnal tetap terbit teratur. Tantangan terbesar kami adalah menjaga keberlanjutan penerbitan,” ujarnya.
Dalam situasi tersebut, solidaritas komunitas akademik memainkan peran penting. Banyak dosen, peneliti, dan klinisi yang secara sukarela membantu dengan mengirimkan naskah agar jurnal dapat terus terbit.
“Bahkan saya sampai meminta bantuan para senior, dan teman sejawat untuk menyumbangkan naskah,” kata drg. Rini sambil mengenang masa-masa awal perjuangan jurnal tersebut.
Perjuangan di Balik Layar MKGK
Keberhasilan MKGK juga tidak lepas dari kerja cerdas tim editorial dan administrator jurnal. Pengelola jurnal terus melakukan berbagai perbaikan, mulai dari meningkatkan kualitas artikel, mempercepat proses review, hingga memperkuat tata kelola editorial.
Peran mitra bestari (reviewer) dan editor diperluas untuk memastikan setiap artikel memenuhi standar ilmiah yang semakin tinggi.
Di balik proses tersebut, peran administrator jurnal menjadi sangat vital. Pengelolaan sistem editorial, tata letak naskah, hingga pemenuhan standar indeksasi memerlukan ketelitian dan dedikasi tinggi.
“Admin jurnal memegang peran sangat penting dalam pengelolaan MKGK dan MKGI, termasuk dalam proses menuju akreditasi nasional,” tegas drg. Rini.
Dukungan Institusi FKG UGM
Perjalanan MKGK menuju SINTA 2 juga tidak lepas dari dukungan institusi FKG UGM yang secara konsisten memberikan dorongan serta fasilitas bagi pengelola jurnal agar dapat meningkatkan kualitas tata kelola dan reputasi ilmiah.
“Fakultas selalu mendorong serta menyediakan fasilitas agar MKGK dapat berkembang dan mencapai akreditasi nasional,” tutur drg. Rini.
Dukungan tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan fakultas.
Tim Redaksi berharap MKGK dapat menjadi ruang publikasi bagi berbagai karya ilmiah di bidang kedokteran gigi, mulai dari laporan kasus, hasil penelitian, hingga tinjauan literatur.
“Ke depan kami ingin terus memperbaiki tata kelola dan membuka kesempatan bagi penulis dari berbagai institusi, bahkan dari luar negeri,” kata drg. Rini.
Harapan lain yang mulai dibidik adalah indeksasi internasional, yang akan membawa MKGK lebih dekat ke panggung ilmiah global.

(Sumber: Arsip Pengelola Jurnal MKGK FKG UGM)
Akreditasi SINTA 2 yang kini diraih MKGK menjadi simbol bahwa ketekunan, kolaborasi, dan komitmen terhadap mutu ilmiah dapat mengubah keterbatasan menjadi prestasi.
Di tengah tuntutan global terhadap kualitas publikasi akademik, perjalanan MKGK menjadi pengingat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan sering kali dimulai dari kerja keras & cerdas yang dilakukan dengan konsisten, sabar, dan penuh keyakinan.
Reporter: Andri Wicaksono