News

/

Latest News

FKG UGM Pecahkan 3 Rekor MURI Sekaligus

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menorehkan tinta emas di kancah internasional dengan berhasil menduduki peringkat 1 dunia pada dua kategori sekaligus dalam pemeringkatan World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tertinggi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan penganugerahan tiga rekor sekaligus.

Penyerahan piagam penghargaan MURI tersebut dilangsungkan secara khidmat pada hari Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Gedung Margono Soeradji FKG UGM. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran dekanat, ketua departemen, kaprodi, pengurus POTMAGI (Persatuan Orang Tua Mahasiswa Kedokteran Gigi), KAKGIGAMA (Keluarga Alumni Kedokteran Gigi Gadjah Mada), serta ratusan orang tua mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Adapun 3 catatan rekor MURI yang berhasil diboyong oleh FKG UGM adalah:

  1. Fakultas Kedokteran Gigi Pertama yang Meraih Peringkat 1 Dunia dalam Kategori Innovative Representative Research Project.
  2. Fakultas Kedokteran Gigi Pertama yang Meraih Peringkat 1 Dunia dalam Kategori Financial Impact Driven Technology Transfer.
  3. Fakultas Kedokteran Gigi Pertama yang Memperoleh Peringkat 100 Besar Dunia Secara Berturut-turut dalam Waktu 3 Tahun (2024, 2025, dan 2026).

Piagam penghargaan diserahkan oleh Ari Andriani Senior Representative MURI, kepada Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Dekan FKG UGM, Prof. Suryono, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas rekognisi internasional dan apresiasi dari MURI ini. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKG UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

“Alhamdulillah, sore hari ini kita mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia terkait dengan pencapaian yang kami lakukan di tingkat global,” ujar Prof. Suryono.

Lebih lanjut, Prof. Suryono menjelaskan bahwa pemeringkatan WURI menilai inovasi dan dampak nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat. FKG UGM terbukti mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka dunia, bahkan melampaui posisi institusi elit seperti Harvard University dan Oxford University dalam kategori tertentu.

“Kompetisi ini tingkatnya universitas, dan kami mungkin satu-satunya fakultas di antara universitas yang berkompetisi di tingkat global. Kami bangga, dalam kategori inovasi ini, FKG UGM bisa berada di atas Harvard maupun Oxford,” tegasnya yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Keberhasilan meraih peringkat 1 dunia pada tahun 2026 ini ditopang oleh dua inovasi unggulan yang berhasil dihilirisasi dan dikomersialisasi (alih teknologi). Inovasi tersebut adalah:

  1. Pengembangan fiber dari serat sutra alam untuk aplikasi kedokteran gigi oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes.
  2. Pengembangan produk berbasis propolis dari lebah klanceng untuk pencegahan gigi berlubang dan penyakit gusi, yang dikembangkan oleh Prof. Suryono sendiri.

Sebelumnya, pada WURI 2025, FKG UGM juga telah mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati peringkat 8 dunia dalam kategori Industrial Application melalui produk Gamacha.

Pencapaian peringkat 1 dunia ini bukanlah instan, melainkan buah dari konsistensi FKG UGM dalam membangun ekosistem inovasi selama tiga tahun terakhir.Ari Andriani dari MURI menegaskan bahwa FKG UGM menunjukkan prestasi yang masif dan berkelanjutan.

“Ini merupakan tonggak sejarah tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi dunia pendidikan, terutama dunia pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. FKG UGM dalam waktu 3 tahun terakhir berhasil mempertahankan posisi di peringkat top 100 dunia pada 14 kategori berbeda, dan tahun ini meraih pencapaian tertinggi, peringkat 1 dunia,” papar Ari Andriani.

Di hadapan para orang tua mahasiswa baru, Prof. Suryono berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Beliau mendorong mahasiswa baru untuk ikut berkontribusi dalam meraih prestasi dan menjadikan FKG UGM sebagai bagian dari “Kampus Berdampak” yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat internal maupun eksternal.

Acara penyerahan MURI dan sambutan Dekan ini ditutup dengan unik oleh peragaan sulap ringan oleh Prof. Suryono, yang menyemarakkan suasana kebahagiaan di Gedung Margono Soeradji. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan kurikulum oleh para Ketua Program Studi kepada orang tua mahasiswa baru.

(Reporter: Andri Wicaksono, Nanda. Foto: Fajar Budi Harsakti)

Tags

Share News

Related News
4 August 2026

FKG UGM Bersama POTMAGI Bangun Sinergitas Pendidikan yang Kuat, Transparan, & Berorientasi Global

3 August 2026

Sinergi Digitalisasi Pendidikan: Prodi Profesi PDG FKG UGM Siapkan Implementasi SIMASPRO

30 July 2026

Para Kandidat Dekan FKG UGM, Serap Aspirasi Warga Kampus

en_US