Program Studi S1 Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK UNESA) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pertemuan yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Gedung OECF FKG UGM, berfokus pada tata kelola program studi, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penyusunan dokumen Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), serta pemutakhiran kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Prodi S1 Kedokteran Gigi FK UNESA dipimpin oleh drg. Dian Samuel Hasudungan, Sp.Pros. selaku Koordinator Program Studi S1 Kedokteran Gigi FK UNESA, drg. Sheryn Marcha Ramaniasari, M.Kes, drg. Dea Delicia, M.Kes, drg. Nadia Dwi Maharani, Sp.KG., drg. Evy Afiyah Syagran, Sp.KGA., M.M., drg. Adityarani Putranti, M.Kes. disambut oleh Dekan FKG UGM, Prof. Suryono, S.H., M.M., Ph.D beserta jajaran Dekanat, Kaprodi S1 Pendidikan Dokter Gigi, drg. Aryan Morita, M.Sc, Ph.D, .Kepala Jaminan Mutu FKG UGM, Dr. drg. Dyah Anindya Widyasrini, M.DSc., drg. Raras Ajeng Enggardipta, M.D.Sc., Sp.KG, Ph.D, Kepala Unit Kerja Sama FKG UGM, beserta tenaga kependidikan FKG UGM.

Dekan FKG UGM, Prof. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., menekankan pentingnya respons strategis institusi pendidikan tinggi gigi dalam menghadapi dinamika kebutuhan nasional dan kebijakan pemerintah. Menanggapi arahan efisiensi serta kebutuhan tenaga medis nasional, ia menyoroti bahwa penjaminan mutu harus dijalankan secara seimbang.
“Penjaminan mutu itu penting, cuman idealis boleh tapi harus humanis. Karena kalau idealis saja, kapan akan terpenuhi? Sangat sulit sekali,” ujar Prof. Suryono di hadapan tim delegasi FK UNESA. Ia menambahkan bahwa kompetisi antar-institusi kedokteran gigi harus didorong ke arah yang positif demi kemajuan bersama dan pemenuhan kebutuhan dokter gigi di Indonesia.

Sesi pemaparan materi menghadirkan jajaran pengelola dari FKG UGM. Ketua Program Studi S1 Kedokteran Gigi FKG UGM, drg. Aryan Morita, M.Sc., Ph.D. memaparkan strategi pengelolaan kurikulum terintegrasi berbasis topik, mekanisme evaluasi hasil belajar, hingga penataan tahapan akademik mahasiswa. Sementara itu, Kepala Unit Jaminan Mutu FKG UGM, Dr. drg. Dyah Anindya Widyasrini, M.DSc, membagikan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) serta pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) secara berkelanjutan.
Diskusi interaktif berkembang saat membahas penyesuaian kurikulum terhadap Standar Kualifikasi Dokter Gigi Indonesia (SKDGI) terbaru 2026, penerapan patient safety sejak fase skills labs awal, hingga mekanisme Early Clinical Exposure dan kesiapan wahana Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi program studi baru.
Di sela kegiatan, Koordinator Program Studi S1 Kedokteran Gigi FK UNESA, drg. Dian Samuel Hasudungan, Sp.Pros., menyampaikan alasan strategis memilih FKG UGM sebagai rujukan utama pengembangan institusinya.

“FKG UGM merupakan salah satu model atau tujuan yang baik dalam pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. Sebagai alumni Spesialis Prostodonsia UGM, saya tahu betul perkembangan teknologi, sarana prasarana, dan kurikulumnya. Kami di UNESA ingin belajar secara detail agar bisa menjadi institusi kedokteran gigi yang unggul di Indonesia,” ungkap drg. Dian Samuel Hasudungan, Sp.Pros.
Ketika ditanya mengenai tantangan terbesar yang dihadapi FK UNESA sebagai pengelola program studi kedokteran gigi yang relatif baru, drg. Dian Samuel menegaskan aspek kuantitas sumber daya manusia menjadi fokus utama percepatan dalam waktu terdekat.

Melalui kegiatan studi banding dan peninjauan fasilitas di Gedung Dental Learning Center (DLC) FKG UGM, FK UNESA berkomitmen untuk mengadopsi standar tata kelola dan kurikulum modern guna mencetak lulusan dokter gigi yang kompeten, responsif terhadap teknologi digital, dan berdaya saing tinggi.
(Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Fajar Budi Harsakti & Andri Wicaksono)