News

/

Artikel, Latest News

Efek Konsumsi Minuman Isotonik pada Struktur Gigi

Konsumsi minuman isotonik semakin meningkat pada populasi remaja dan dewasa muda, terutama mereka yang aktif secara fisik. Namun, di balik manfaat jangka pendeknya, minuman tersebut memiliki potensi risiko terhadap kesehatan gigi, terutama terkait erosi email dan perubahan struktur permukaan gigi. Erosi gigi terjadi ketika lingkungan rongga mulut menjadi terlalu asam, menyebabkan email kehilangan mineral secara bertahap hingga menipis dan rentan terhadap kerusakan.

Kebiasaan mengonsumsi minuman tersebut secara berulang tanpa dibarengi kebersihan mulut yang optimal dapat memperburuk kondisi. Pelari, atlet, dan pekerja dengan aktivitas tinggi sering menjadi kelompok berisiko karena frekuensi konsumsi yang lebih sering dan kondisi mulut yang cenderung kering selama aktivitas fisik—faktor yang semakin memperkuat potensi erosi email.

Temuan relevan mengenai efek minuman isotonik terhadap erosi gigi juga disampaikan dalam penelitian dari mahasiswa FKG UGM, Norma Dias Lindaningrum dengan bimbingan Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes. dan Prof. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc. berjudul “Efek Konsumsi Minuman Isotonik Terhadap Faktor Erosi Gigi pada Saliva Pelari”. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan berulang terhadap minuman isotonik dapat mengubah parameter saliva, menurunkan kemampuan buffer, dan meningkatkan kerentanan terhadap proses erosi.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, penting untuk meningkatkan edukasi mengenai dampak konsumsi minuman isotonik berlebihan terhadap kesehatan mulut. Alternatif yang lebih aman seperti peningkatan konsumsi air putih serta menjaga kebersihan mulut yang baik setelah mengonsumsi minuman asam patut digalakkan. Peran tenaga kesehatan gigi juga krusial dalam memberikan konseling terkait kebiasaan konsumsi dengan batas wajar.

References
NORMA DIAS LINDANINGRUM, Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes.; Prof. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc., Efek Konsumsi Minuman Isotonik Terhadap Faktor Erosi Gigi pada Saliva Pelari, https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/86000

Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik

Tags

Share News

Related News
3 February 2026

Ketika Gigi Hilang, Gizi Menjadi Soal: Ikhtiar ‘Senyum Baru’ dari Lereng Blado, Kabupaten Batang

3 February 2026

Mencecap Ilmu Klinis di ‘Negeri Singa’, Mahasiswa FKG UGM Memperluas Horizon Pembelajaran Global

3 February 2026

Meretas Cerita Dibalik Koas & Residen Untuk Menjadi Dokter Gigi

en_US