Pemanfaatan teknologi digital kian mengubah lanskap praktik kedokteran gigi, khususnya dalam prosedur bedah implan. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) memperkenalkan penerapan digital workflow berbasis CAD/CAM dalam pemasangan implan gigi melalui Workshop Digital Dentistry bertajuk Digital Workflow for CAD/CAM Guided Implant Surgery, Rabu (28/1/2026).
Workshop yang berlangsung di Ruang 114 Technician Room, Gedung Dental Learning Center (DLC) Lantai 1 ini menyoroti integrasi teknologi pemindaian digital, perancangan surgical guide, hingga proses manufaktur berbasis 3D printing sebagai satu kesatuan alur kerja klinis yang presisi.
Kepala Laboratorium Preklinik dan Skill Lab FKG UGM, drg. Ivan Arie Wahyudi, M.Kes., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam pendidikan dan pelayanan kedokteran gigi modern.
“Pendekatan digital memungkinkan perencanaan bedah yang lebih akurat, terukur, dan aman. Mahasiswa dan dosen perlu memahami workflow ini secara menyeluruh, dari diagnosis hingga eksekusi klinis,” ujarnya saat membuka kegiatan.

DARI DESAIN DIGITAL KE APLIKASI KLINIS
Materi utama disampaikan oleh drg. Mohammad Fadyl Yunizar, M.P.H., Ph.D., yang memaparkan konsep perancangan surgical guide berbasis perangkat lunak CAD/CAM. Peserta diajak memahami tahapan mulai dari intraoral scanning, perencanaan posisi implan secara virtual, hingga konversi desain digital menjadi panduan bedah fisik.
Pada sesi praktik, peserta mengikuti simulasi desain surgical guide menggunakan perangkat lunak Atomica. Desain tersebut kemudian diwujudkan melalui mesin 3D printing Shining, memperlihatkan bagaimana teknologi manufaktur aditif dapat mendukung ketepatan pemasangan implan.
Selain itu, diperkenalkan pula penggunaan intraoral scanners Elite yang mengusung teknologi photogrammetry. Teknologi ini dinilai sangat relevan untuk perawatan implan karena mampu menghasilkan data spasial dengan tingkat akurasi tinggi. Pemanfaatan face scanner turut dipaparkan sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam perencanaan estetik dan fungsional.

PENGUATAN KOMPETENSI AKADEMIK
Workshop ini diikuti perwakilan dosen dari berbagai departemen di lingkungan FKG UGM, antara lain Radiologi Dentomaksilofasial, Bedah Mulut dan Maksilofasial, Periodonsia, Prostodonsia, hingga Biomaterial Kedokteran Gigi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat keselarasan antara pengajaran akademik, penguasaan teknologi, dan kebutuhan klinis.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM FKG UGM, drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K), menilai penguasaan teknologi digital menjadi investasi strategis bagi institusi pendidikan kedokteran gigi.
“Integrasi teknologi CAD/CAM dan guided surgery tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global,” katanya.

MENUJU PRAKTIK IMPLAN YANG LEBIH AMAN
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan antusiasme peserta terhadap penerapan guided implant surgery di lingkungan pendidikan dan klinik. Dengan pendekatan berbasis data digital, risiko kesalahan operator dapat ditekan, sementara prediktabilitas hasil perawatan meningkat.
FKG UGM menargetkan digital dentistry tidak berhenti pada pelatihan sesaat, melainkan menjadi bagian integral dari kurikulum dan pengembangan kompetensi berkelanjutan. Transformasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan praktik kedokteran gigi yang kian menuntut presisi, efisiensi, dan keselamatan pasien.
(Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)