Dalam endodontik, preparasi saluran akar adalah tahap krusial yang mempengaruhi kesuksesan desinfeksi dan obturasi. Khususnya pada molar maksila dengan kanal akar yang sering bengkok, risiko error seperti transportasi saluran akar menjadi lebih tinggi. Evaluasi yang akurat terhadap perubahan dimensi dan bentuk kanal akar pasca-preparasi sangat penting agar hasil endodontik maksimal. Teknologi seperti Cone Beam Computed Tomography (CBCT) memberikan gambaran tiga dimensi (3D) yang lebih komprehensif dibanding radiografi dua dimensi.
Studi dan Metodologi
Penelitian oleh mahasiswa FKG UGM, Tedi Pramayanto, dengan bimbingan Dr. drg. Wignyo Hadriyanto, M.S, Sp.KG (K) dan Dr. drg. Raphael Tri Endra Untara, M.Kes., Sp.KG(K) mengkaji pengaruh desain dan gerakan single file system yang berbeda terhadap transportasi saluran akar di sepertiga apikal bengkok, dengan menggunakan CBCT sebagai alat ukur. Spesimen berupa gigi premolar mandibula dengan kanal akar bengkok dipreparasi menggunakan dua jenis desain single file system (cross-section parallelogram taper 7% dan cross-section S-shape taper 8%), dan dua mode gerakan (rotasi kontinu / continuous rotation, serta gerakan reciprocating motion). Perubahan ketebalan dinding dentin sebelah mesial dan distal di ketinggian 3 mm dari apex diukur melalui CBCT setelah preparasi.
Referensi Terkait
Tiga puluh dua gigi premolar mandibula dilakukan foto radiografi CBCT untuk mendapatkan data kriteria inklusi sampel gigi, ketebalan dinding mesial, dan distal dentin di ketinggian 3 mm dari apikal. Spesimen dipreparasi akses kavitas dan diukur dengan panjang kerja. Spesimen penelitian ini dibagi dalam 2 kelompok. Hasil preparasi difoto radiografi CBCT untuk mendapatkan data ketebalan dinding mesial dan distal dentin di ketinggian 3 mm dari apikal. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dua jalur.
Uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh desain dan gerakan single file system yang berbeda terhadap transportasi saluran akar di sepertiga apikal bengkok (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada pengaruh desain dan gerakan single file system yang berbeda terhadap transportasi saluran akar di sepertiga apikal bengkok (kajian CBCT).”
Temuan dan Arti Klinis
- Berdasarkan hasil CBCT, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam transportasi saluran akar di sepertiga apikal bengkok antara sistem single file dengan desain yang berbeda dan mode gerakan yang berbeda.
- Hal ini menunjukkan bahwa, dalam kondisi spesimen yang diuji, baik desain (parallelogram cross-section vs S-shape) maupun gerakan (continuous vs reciprocating) tidak menyebabkan deformasi yang besar pada bagian kritis apikal.
- Dari segi klinis, ini berarti bahwa praktisi endodontik bisa memilih sistem single file berdasarkan aspek lain seperti efisiensi, kenyamanan, biaya, atau pengalaman pengguna, tanpa khawatir bahwa pilihan tersebut akan menyebabkan kerusakan berat pada bagian apikal yang bengkok—selama prosedur dilakukan dengan benar.
***
CBCT terbukti sebagai alat evaluasi yang efektif untuk menilai transportasi kanal akar pada bagian apikal yang bengkok. Penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam kondisi spesimen yang diujikan, perbedaan desain dan gerakan single file system tidak mengakibatkan transportasi signifikan, sehingga pilihan sistem bisa didasarkan pada faktor lain selain risiko perubahan bentuk kanal akar. Untuk praktik klinis, ini menyajikan peluang untuk memilih sistem yang optimal dengan mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi, keamanan, dan hasil klinis.
References
MKGI, TEDI PRAMAYANTO, Dr. drg. Wignyo Hadriyanto, M.S, Sp.KG (K), Dr. drg. Raphael Tri Endra Untara, M.Kes., Sp.KG(K), PENGARUH DESAIN DAN GERAKAN SINGLE FILE SYSTEM YANG BERBEDA TERHADAP TRANSPORTASI SALURAN AKAR DI SEPERTIGA APIKAL BENGKOK (KAJIAN CONE BEAM COMPUTED TOMOGRAPHY), https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/183299
Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik