News

/

Artikel, Latest News

CBCT for Evaluating the Relationship Between Maxillary Molar Roots and the Maxillary Sinus Floor

Saluran akar molar maksila—terutama akar mesiobukal molar kedua—sering berada dekat atau bahkan menembus dasar sinus maksilaris. Kedekatan ini dapat menimbulkan risiko komplikasi seperti komunikasi oroantral, infeksi sinus, atau kesulitan saat melakukan prosedur seperti ekstraksi, implantasi, atau perawatan saluran akar. Pemindaian 3-dimensi seperti Cone Beam Computed Tomography (CBCT) memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai posisi akar terhadap sinus maksilaris dibandingkan radiografi dua dimensi seperti panoramik.

Studi Referensi dan Temuan Panoramik

Studi yang dilakukan  oleh mahasiswa FKG UGM, Ni Luh Putu Sandrina Putri, dengan bimbingan Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech. dan drg. Erdananda Haryosuwandito, Sp.BMM.  mengevaluasi hubungan akar mesiobukal molar kedua maksila terhadap dasar sinus maksilaris menggunakan radiograf panoramik digital pada 164 radiograf panorama (pria dan wanita usia 20-40 tahun).

Radiograf panoramik memberikan gambaran dua dimensi yang bermanfaat untuk penilaian morfometrik hubungan tulang secara akurat sehingga dapat menjadi pemeriksaan penunjang sebelum prosedur perawatan untuk mengetahui hubungan anatomis antara akar gigi-gigi posterior maksila terhadap sinus maksilaris.” 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe keterdekatan paling umum adalah tipe 1 (akar berkontak dengan batas kortikal dasar sinus maksilaris), dan tipe 0 (akar tidak berkontak) paling sedikit. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara jenis kelamin atau sisi (kanan/kiri) dengan tipe keterdekatan akar terhadap sinus maksilaris. 

Peran CBCT dalam Evaluasi Saluran Akar

Meskipun penelitian tersebut menggunakan radiografi panoramik, banyak penelitian lain menunjukkan bahwa CBCT memiliki keunggulan berikut:

  • Menyediakan gambaran tiga dimensi yang memperlihatkan posisi akar secara lebih presisi termasuk kedekatan, penetrasi, dan risiko ke arah sinus maksilaris.
  • Memungkinkan visualisasi dalam berbagai potongan (axial, coronal, sagittal) yang tidak bisa diperoleh pada panoramik dua dimensi.
  • Sangat berguna dalam perencanaan implant, perawatan saluran akar (endodontik), operasi sinus lift, atau ekstraksi molar posterior.

Clinical Implications

Menggunakan CBCT untuk evaluasi saluran akar molar maksila dapat membantu:

  • Penentuan risiko sebelum prosedur ekstraksi molar kedua atau gigi posterior lainnya, termasuk kemungkinan komunikasi sinkus-oroantral.
  • Perencanaan endodontik: tahu seberapa dekat akar terhadap sinus, seberapa besar kemungkinan perforasi atau penetrasi.
  • Penilaian untuk prosedur implantologi terhadap daerah posterior maksila, memilih lokasi dan orientasi implant agar menghindari komplikasi sinus.

***

Walaupun penelitian dasar menggunakan radiografi panoramik menunjukkan tipe keterdekatan akar mesiobukal molar kedua terhadap sinus maksilaris paling sering tipe 1 dan tidak ada perbedaan berdasarkan jenis kelamin atau sisi, CBCT menawarkan kemampuan yang lebih tinggi dalam visualisasi 3D. Untuk pasien dengan risiko tinggi, prosedur besar, atau anatomi yang kompleks, CBCT sangat dianjurkan sebagai alat evaluasi sebelum perawatan. Dengan demikian, penggunaan CBCT dalam evaluasi akar molar maksila dapat meningkatkan ketepatan klinis, keselamatan pasien, dan selaras dengan tujuan SDGs terkait kesehatan, inovasi, dan keberlanjutan.

References
MKGK, Ni Luh Putu Sandrina Putri, Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech., drg. Erdananda Haryosuwandito, Sp.BMM., Hubungan akar gigi molar kedua maksila dengan dasar sinus maksila pada pria dan wanita: studi pada radiograf panoramik, https://jurnal.ugm.ac.id/mkgk/article/download/100565/40490

Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik

Tags

Share News

Related News
27 February 2026

Departemen Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM Siap Dukung Ekspansi Pengembangan Layanan RSA UGM

27 February 2026

Dua Tim FKG UGM Borong Juara di IMUNITY 2026, Wujud Ketangguhan Akademik FKG UGM di Kancah Nasional

23 February 2026

Prodi Kedokteran Gigi UNP Belajar ke FKG UGM: Merintis Prodi Kedokteran Gigi dengan Semangat Tak Kunjung Padam

en_US