News

/

Artikel, Latest News

Biocompatibility of Root Canal Barrier Materials

Material pembatas saluran akar (root canal barrier) memiliki peran krusial dalam prosedur endodontik, yaitu menjaga integritas sel jaringan periapikal, mencegah kebocoran, dan mendukung penyembuhan. Salah satu aspek penentu dalam pemilihan material adalah biokompatibilitasnya terhadap jaringan lunak di sekitarnya, seperti ligament periodontal dan jaringan mukosa.

Relevansi Hidroksiapatit dan Karbonat Hidroksiapatit

Meskipun penelitian yang dijadikan referensi membahas implan tulang, prinsip biokompatibilitas yang diuji juga sangat relevan dengan material pembatas saluran akar. Dua material yang sering digunakan dalam konteks implan adalah Hidroksiapatit (HA) and Karbonat hidroksiapatit (CHA), varian yang lebih reaktif dan resorbable. Kedua material diuji dalam konteks interaksi dengan jaringan lunak—mirip situasi di mana eksposur material endodontik terhadap jaringan periapikal mungkin terjadi.

Penelitian UGM

Hasil penelitian yang diterbitkan di artikel Jurnal MKGK yang ditulis oleh dr. Dyah Listyarifah, M.Sc.., D.Med.Sci, Gloria Fortuna, Ryan Christian Pramuditya, Dr. drg. Anne Handrini D., M.Kes., Dr. drg. Retno Ardhani, M.Sc. menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kuantitas dan kualitas kapsul setelah implantasi CHA dan HA pada periode yang sama dan antar periode (p ≥ 0,05). Jumlah FBGCs di CHA setelah 14, 21, 28 hari implantasi secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan HA, akan tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah nuklei FBGC antara implantasi HA dan CHA.” 

Interpretasi dan Implikasi Klinis

  • Respons jaringan lunak yang setara atau lebih baik terhadap CHA menunjukkan potensi biokompatibilitas tinggi.
  • Jumlah sel raksasa benda asing (FBGCs) yang lebih rendah pada CHA menandakan reaksi inflamasi atau foreign-body yang lebih minimal dibanding HA.
  • Tidak adanya perbedaan kualitas kapsul fibrosa dan jumlah nuklei FBGC menambah keyakinan bahwa CHA tidak memicu respon jaringan negatif.

Dalam konteks pembatas saluran akar, material bekas endodontik sering berpotensi bersentuhan dengan jaringan periapikal. Dengan biokompatibilitas seperti CHA, risiko inflamasi atau reaksi jaringan bisa diminimalkan, sehingga mendukung penyembuhan dan stabilitas jangka panjang.

***

Walaupun studi ini berfokus pada implan tulang, hasilnya memberikan wawasan penting bahwa CHA memiliki biokompatibilitas yang sama atau bahkan lebih unggul dibanding HA, khususnya dalam interaksi dengan jaringan lunak. Ini menjadi pertimbangan menarik dalam desain dan pengembangan material pembatas saluran akar yang aman, tahan lama, dan ramah terhadap lingkungan biologi.

References
MKGK, dr. Dyah Listyarifah, M.Sc.., D.Med.Sci, Gloria Fortuna, Ryan Christian Pramuditya, Dr. drg. Anne Handrini D., M.Kes., Dr. drg. Retno Ardhani, M.Sc., Compatibility of Hydroxyapatite and Carbonate Hydroxyapatite Bone Implant Materials in Soft Tissue, https://jurnal.ugm.ac.id/mkgk/article/view/83547

Author: Rizky B. Hendrawan | Photo: Freepik

Tags

Share News

Related News
27 February 2026

Departemen Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM Siap Dukung Ekspansi Pengembangan Layanan RSA UGM

27 February 2026

Dua Tim FKG UGM Borong Juara di IMUNITY 2026, Wujud Ketangguhan Akademik FKG UGM di Kancah Nasional

23 February 2026

Prodi Kedokteran Gigi UNP Belajar ke FKG UGM: Merintis Prodi Kedokteran Gigi dengan Semangat Tak Kunjung Padam

en_US