News

/

Latest News

Myofuncare, Inovasi KGA FKG UGM untuk Cegah Kebiasaan Buruk Rongga Mulut Anak Sejak Dini

Melalui aplikasi skrining dan modul edukasi berbasis bukti, Departemen Kedokteran Gigi Anak FKG UGM mendorong orang tua dan guru menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang rongga mulut anak.

Upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan ketika masalah sudah muncul. Pencegahan perlu dimulai lebih awal, melalui pengenalan kebiasaan sehari-hari yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan perkembangan rongga mulut. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada (KGA FKG UGM), memperkenalkan inovasi Myofuncare dalam Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) ke-IV Tahun 2026 di Universitas Warmadewa, Bali, pada 10–11 September 2026 yang diikuti 95 peserta dari Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Inovasi tersebut dipresentasikan oleh drg. Andi Muhammad Fuad Ansar, Sp.KGA., melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Orang Tua dan Guru dalam Pencegahan Dini Kebiasaan Buruk Rongga Mulut Anak Melalui Penerapan Myofuncare sebagai Aplikasi Skrining dan Modul Edukasi Berbasis Bukti.”

Program ini menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan teknologi digital, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Myofuncare dirancang sebagai aplikasi skrining yang dilengkapi modul edukasi berbasis bukti untuk membantu orang tua dan guru mengenali kebiasaan buruk rongga mulut pada anak serta memahami langkah-langkah pencegahannya.

Partisipasi KGA FKG UGM dalam KNPPM IV Bali 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ruang berbagi pengetahuan dan inovasi pengabdian masyarakat. Konferensi tersebut diikuti oleh 95 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia, sehingga membuka kesempatan untuk memperkenalkan pendekatan promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut anak kepada komunitas akademik dan praktisi pengabdian masyarakat.

Dari skrining menuju pencegahan: Mengapa deteksi dini penting?

Kesehatan rongga mulut anak merupakan bagian penting dari upaya mendukung tumbuh kembang yang optimal. Dalam praktik sehari-hari, perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut tidak semestinya terbatas pada kebersihan gigi atau penanganan keluhan. Kebiasaan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak juga perlu dikenali dan diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kesehatan serta perkembangan rongga mulut.

Tantangannya, orang tua dan guru tidak selalu memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengenali kebiasaan yang perlu diwaspadai. Padahal, keluarga dan sekolah merupakan dua lingkungan yang dekat dengan kehidupan anak. Orang tua mendampingi anak di rumah, sementara guru berinteraksi dengan mereka dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Di sinilah Myofuncare menawarkan pendekatan yang relevan: membantu mendekatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut kepada orang-orang yang berinteraksi langsung dengan anak. Integrasi aplikasi skrining dan modul edukasi berbasis bukti menjadi aspek penting dalam pendekatan ini. Skrining diarahkan untuk membantu proses pengenalan awal, sedangkan edukasi diharapkan memperkuat pemahaman mengenai pencegahan. Dengan demikian, informasi tidak berhenti pada pengenalan suatu kebiasaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju tindakan yang lebih tepat.

Meski demikian, skrining tidak menggantikan pemeriksaan dan diagnosis oleh tenaga kesehatan profesional. Perannya adalah mendukung kewaspadaan dini, memperkuat literasi kesehatan, dan membantu orang tua maupun guru memahami kapan konsultasi lebih lanjut diperlukan.

Orang tua dan guru bukan sekadar pendamping, melainkan mitra perubahan

Salah satu kekuatan program Myofuncare terletak pada penekanannya terhadap pemberdayaan. Pendekatan ini menempatkan orang tua dan guru sebagai pihak yang memiliki peran aktif dalam pencegahan, bukan sekadar penerima informasi kesehatan.

Pemberdayaan menjadi penting karena keberhasilan upaya preventif tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pengetahuan, tetapi juga oleh kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Informasi yang mudah dipahami, relevan dengan kebutuhan anak, dan dapat digunakan dalam lingkungan keluarga maupun sekolah berpotensi membantu membangun kebiasaan yang lebih sehat.

Orang tua dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan perhatian terhadap kebiasaan anak di rumah. Guru, di sisi lain, dapat memperkuat kesadaran kesehatan melalui lingkungan belajar yang mendukung. Ketika kedua pihak memiliki pemahaman yang sejalan, pesan pencegahan berpeluang menjadi lebih konsisten.

Pendekatan ini juga mengandung pesan penting: tanggung jawab menjaga kesehatan anak tidak seharusnya dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Dokter gigi dan tenaga profesional tetap memiliki peran penting dalam penilaian klinis dan penanganan, tetapi keluarga serta sekolah dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sadar terhadap pencegahan.

Dalam konteks tersebut, teknologi digital bukan tujuan akhir. Nilai utamanya terletak pada kemampuannya mendukung penyampaian informasi, memudahkan proses edukasi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan anak.

Inovasi digital harus berujung pada manfaat nyata

Kehadiran Myofuncare memperlihatkan peluang pemanfaatan teknologi digital dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya untuk menjembatani pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan sehari-hari. Inovasi yang berbasis bukti memiliki landasan penting karena informasi kesehatan perlu disampaikan secara tepat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan tujuan pencegahan.

Namun, keberhasilan suatu inovasi tidak semata-mata diukur dari tersedianya aplikasi atau kesempatan untuk mempresentasikannya dalam forum ilmiah. Dampak yang lebih bermakna terletak pada sejauh mana teknologi tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

Karena itu, pengembangan dan penerapan Myofuncare memiliki ruang untuk terus diperkuat melalui evaluasi keterpahaman materi, penerimaan pengguna, kemudahan penggunaan, serta perubahan pengetahuan dan perilaku pencegahan. Jika diterapkan secara berkelanjutan dan dievaluasi dengan metode yang tepat, pendekatan tersebut dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan perbaikan sekaligus memperjelas manfaat program.

Aspek aksesibilitas juga perlu menjadi perhatian. Tidak semua keluarga memiliki tingkat literasi digital, akses perangkat, atau kesempatan belajar yang sama. Dukungan edukasi langsung, pendampingan, dan kolaborasi dengan sekolah dapat menjadi bagian dari strategi agar manfaat inovasi tidak hanya menjangkau kelompok masyarakat tertentu.

Dengan demikian, Myofuncare dapat dipandang bukan sekadar sebagai produk digital, melainkan sebagai bagian dari proses membangun ekosistem pencegahan yang menghubungkan pengetahuan, keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan.

Harapan baru bagi kesehatan gigi & mulut anak Indonesia

Keikutsertaan Departemen Kedokteran Gigi Anak FKG UGM dalam KNPPM IV Bali 2026 menegaskan pentingnya menghubungkan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat. Forum nasional seperti ini menyediakan ruang untuk memperkenalkan gagasan, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kolaborasi lintas perguruan tinggi maupun institusi.

Bagi program Myofuncare, momentum tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini kebiasaan buruk rongga mulut anak serta memperkuat pendekatan promotif dan preventif berbasis pemberdayaan.

Harapan yang dibawa program ini berangkat dari gagasan sederhana, tetapi bermakna: semakin baik pengetahuan orang dewasa yang mendampingi anak, semakin terbuka pula kesempatan untuk mengenali risiko lebih awal dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Tentu, perubahan tidak terjadi hanya melalui satu aplikasi atau satu kegiatan konferensi. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan, keterlibatan keluarga dan sekolah, akses terhadap layanan kesehatan, serta evaluasi untuk memastikan bahwa program benar-benar memberikan manfaat.

Namun, setiap langkah yang memperkuat kesadaran dan kemampuan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya jangka panjang menjaga kesehatan anak. Departemen Kedokteran Gigi Anak FKG UGM terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini melalui inovasi berbasis bukti dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui Myofuncare, upaya tersebut diharapkan dapat semakin mendekatkan pengetahuan kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekolah.

Pada akhirnya, masa depan kesehatan anak tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat masalah ditangani, tetapi juga oleh seberapa dini risiko dikenali dan seberapa kuat lingkungan di sekitarnya mendukung pencegahan. Dari ruang akademik hingga rumah dan sekolah, Myofuncare membawa harapan bahwa langkah kecil yang dilakukan lebih awal dapat menjadi bagian dari perubahan besar bagi generasi mendatang.

(Kontributor Pemberitaan: drg. Fita Fathya Iriana, Departemen IKGA FKG UGM, Redaksi: Andri Wicaksono)

Tags

Share News

Related News
28 October 2026

Ketika Luka di Mulut Menjadi Petunjuk Penyakit di Balik Tubuh

28 October 2026

Torehkan Prestasi di OMeGA 2026, Residen Penyakit Mulut FKG UGM Buktikan Pentingnya Ketelitian Klinis & Kepedulian terhadap Kesehatan Anak

26 October 2026

FKG UGM Pertajam Keahlian Tendik Melalui Pelatihan Keprotokolan & Public Speaking