News

/

Artikel, Latest News

Obat Jantung yang Membunuh Sel Kanker Mulut: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM

Vesnarinone bukan nama yang akrab di telinga kebanyakan orang. Obat ini dirancang untuk mengatasi gagal jantung kronis, bekerja dengan cara memengaruhi aliran kalium dan kalsium dalam sel otot jantung. Tapi di sebuah laboratorium Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Prof. drg. Supriatno, M.Kes, MDSc, PhD menemukan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan: senyawa itu ternyata mampu membunuh sel kanker limfoma ganas yang tumbuh di rongga mulut.

Penemuan ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja panjang yang dipublikasikan dalam jurnal Current Signal Transduction Therapy pada 2020, mengupas mekanisme molekuler di balik kemampuan vesnarinone menekan pertumbuhan sel Burkitt’s Lymphoma (BL) oral, salah satu keganasan limfoid yang tergolong agresif dan masih minim pilihan terapi efektif.

Ketika Sel Kanker Berhenti Bergerak

Burkitt’s Lymphoma adalah kanker sel B yang tumbuh cepat dan ganas. Di rongga mulut, tumor ini paling sering muncul di area maksila atau mandibula. Kasusnya tidak jarang ditemukan pada anak-anak, dengan hampir 40 persen penderita non-Hodgkin’s lymphoma pada kelompok usia tersebut adalah pasien BL. Di wilayah ekuatorial Afrika dan Papua Nugini, angka kejadiannya bahkan mencapai 50 hingga 70 persen dari seluruh keganasan pediatrik. Ironisnya, pemahaman ilmiah tentang BL oral masih sangat terbatas.

Dalam penelitian ini, Prof. Supriatno menggunakan sel Raji, yakni sel B-limfosit yang merupakan model standar laboratorium untuk mempelajari Burkitt’s Lymphoma. Sel-sel ini dipapar vesnarinone dalam berbagai konsentrasi, lalu diamati reaksinya melalui tiga uji utama: migrasi kemotaktik, aktivitas kaspase-9, dan ekspresi protein lewat analisis Western blot.

Hasilnya gamblang. Sel Raji yang diberi vesnarinone pada konsentrasi 5,0×10⁻² Molar menunjukkan hambatan migrasi hingga 70,5 persen dibandingkan kelompok kontrol. Artinya, kemampuan sel kanker untuk bergerak, menyebar, dan menginvasi jaringan sekitar anjlok drastis hanya dalam 24 jam perlakuan.

Dua Protein Kunci yang Dipadamkan

Temuan paling menarik dari penelitian ini ada di level molekuler. Prof. Supriatno menemukan bahwa vesnarinone bekerja dengan menurunkan ekspresi dua protein penting: Skp2 dan NF-κB.

Skp2, atau S-phase kinase-associated protein-2, adalah protein yang dalam kondisi normal membantu sel melewati fase siklus sel menuju pembelahan. Pada banyak jenis kanker, termasuk limfoma, kolorektal, dan kanker paru, Skp2 justru bekerja berlebihan dan mempercepat pertumbuhan tumor. Sementara NF-κB adalah molekul kunci dalam jalur sinyal proinflamasi yang turut mendorong kelangsungan hidup sel kanker.

“Vesnarinone menurunkan ekspresi Skp2 dan NF-κB, yang mengindikasikan bahwa molekul-molekul ini dapat dijadikan target terapi baru untuk Burkitt’s Lymphoma oral.”

Begitu kedua protein itu ditekan, efek domino pun terjadi. Protein p27Kip1, yang berfungsi sebagai penghambat siklus sel dan dianggap sebagai “penjaga” pertumbuhan normal, justru meningkat ekspresinya. Sel kanker terjebak, tidak bisa membelah, dan akhirnya memicu jalur kematian sel yang terprogram, yaitu apoptosis.

Kematian Sel yang Terencana

Apoptosis bukan kematian biasa. Ini adalah mekanisme bunuh diri sel yang teratur dan terkontrol, berbeda dari nekrosis yang merusak jaringan di sekitarnya. Dalam penelitian ini, apoptosis diukur lewat aktivitas kaspase-9, enzim yang menjadi pemicu awal kaskade kematian sel.

Hasilnya mengejutkan. Sel Raji yang dipapar vesnarinone pada konsentrasi 2,5×10⁻² M menunjukkan peningkatan aktivitas kaspase-9 sebesar 3,7 kali lipat dibandingkan kontrol. Pada konsentrasi 5,0×10⁻² M, angka itu melonjak hingga 7,6 kali lipat. Semakin tinggi dosis vesnarinone, semakin banyak sel kanker yang “memilih” untuk mati.

Mekanisme ini sejalan dengan temuan peneliti lain yang melaporkan bahwa kaspase-9 diaktifkan oleh kompleks Apaf-1 apoptosom, yang kemudian memicu kaspase-3 dan kaspase-7 untuk mengeksekusi kematian sel secara tuntas.

Jalan Panjang Menuju Terapi

Vesnarinone sebelumnya telah dilaporkan efektif melawan berbagai kanker manusia: kanker lambung, kanker paru, karsinoma hepatoselular, leukemia mieloid akut, hingga kanker kelenjar ludah. Penelitian Prof. Supriatno memperluas daftar itu dengan menambahkan Burkitt’s Lymphoma oral sebagai target baru yang menjanjikan.

Tentu, perjalanan dari laboratorium ke klinik masih panjang. Uji pada sel di cawan petri adalah langkah awal yang penting, tapi belum cukup untuk langsung diterapkan pada pasien. Diperlukan uji praklinis pada hewan, lalu uji klinis bertahap, sebelum sebuah senyawa bisa benar-benar disebut obat. Namun temuan ini membuka pintu yang sebelumnya nyaris tertutup: bahwa molekul Skp2 dan NF-κB bisa menjadi sasaran terapi presisi untuk kanker mulut yang selama ini sulit ditangani.

Di sinilah letak pentingnya penelitian dasar seperti ini. Bukan untuk langsung menyembuhkan, melainkan untuk memetakan medan, memahami musuh, dan menemukan titik lemah yang bisa diserang. Vesnarinone mungkin bukan obat final. Tapi ia telah menunjukkan ke mana seharusnya kita mencari.

Sumber DOI : https://doi.org/10.2174/1574362413666180912113856

Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto : Freepik

Tags

Share News

Related News
28 July 2026

Kuliah Pakar Prof. Dr. drg. Setyo Harnowo, Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat-D., FICD., FICCDE di Prodi Bedah Mulut & Maksilofasial FKG UGM

27 July 2026

FKG UGM Pacu Akselerasi Budaya Mutu Akademik Melalui Sistem AMI 2026

27 July 2026

Tebal Aligner Beda, Nasib Gigi Bisa Berbeda: Riset FKG UGM Ungkap Formula Optimal Clear Aligner

en_US