News

/

Latest News

FKG UGM Bina FKG UMS Dirikan Prodi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi

Kerja sama pembinaan pendidikan spesialis konservasi gigi menjadi bagian dari strategi menjawab ketimpangan distribusi tenaga medis kedokteran gigi di Indonesia.

Upaya memperluas akses layanan kesehatan gigi melalui penguatan pendidikan dokter gigi spesialis kembali mendapat pijakan. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) hadir yakni: Dekan Dr. drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp. KG, Wakil Dekan Bidang Akademik drg. Morita Sari, MPH., Dr. PH, Wakil Dekan Bidang Keuangan & Aset drg. Septriyani Kaswindiarti, MDSc., Sp.KGA menandatangani perjanjian kerja sama dengan FKG UGM terkait pembinaan pendirian Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Konservasi Gigi.

Rombongan FKG UMS disambut jajaran lengkap Dekanat FKG UGM & Kepala Unit Kerjasama FKG UGM beserta jajarannya. Kerja sama ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan diarahkan sebagai respons atas persoalan struktural yang selama ini dihadapi Indonesia: kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter gigi spesialis, terutama di luar Pulau Jawa.

Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM menegaskan bahwa kebutuhan dokter gigi spesialis khususnya konservasi gigi masih jauh dari ideal. Kementerian Kesehatan, berulang kali menyoroti minimnya jumlah spesialis dibandingkan kebutuhan riil pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, inisiatif pendirian PPDGS di perguruan tinggi yang telah siap secara akademik perlu mendapat dukungan konkret

“Pendirian program ini bukan sekadar kepentingan institusi, tetapi bagian dari solusi nasional. Tantangannya bukan hanya jumlah, melainkan pemerataan,” ujar Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D.

DARI PEMBINAAN KE TANGGUNG JAWAB WILAYAH

FKG UGM akan berperan sebagai institusi pembina, mulai dari penyusunan kurikulum, sistem pembelajaran, hingga penguatan sumber daya manusia. Model pembinaan ini sebelumnya telah diterapkan UGM dalam pengembangan pendidikan spesialis di berbagai wilayah.

Lebih jauh, UGM menekankan pentingnya pendekatan afirmatif dalam penerimaan mahasiswa PPDGS, dengan memberi ruang lebih besar bagi calon peserta dari daerah-daerah yang selama ini kekurangan tenaga spesialis.

Wilayah tanggung jawab akademik UGM, khususnya Jawa Tengah dan Kalimantan, disebut sebagai prioritas awal pemenuhan kebutuhan. Pendekatan serupa diharapkan dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lain sesuai wilayah pengabdiannya, sehingga terbentuk jejaring pemerataan nasional tenaga dokter gigi spesialis

UMS: KERJA SAMA INI AWAL, BUKAN AKHIR

Dari pihak UMS, Dekan FKG UMS menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan tahap awal dari proses panjang pendirian program studi spesialis konservasi gigi. Pendampingan dari FKG UGM dipandang krusial agar prodi yang akan dibuka benar-benar memenuhi standar mutu pendidikan dan regulasi nasional.

“Kami sangat membutuhkan masukan, pembinaan, dan pendampingan—baik dari sisi kurikulum, pembelajaran, maupun kesiapan akademik—agar program ini nantinya dapat berjalan sesuai harapan,” ujar Dekan FKG UMS dalam sambutannya

Ia menambahkan, keberadaan PPDGS Konservasi Gigi di UMS diharapkan dapat memperluas akses pendidikan spesialis bagi dokter gigi di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta dalam pembangunan kesehatan nasional.

MENJAWAB KETIMPANGAN SISTEMIK

Data Kementerian Kesehatan selama ini menunjukkan bahwa sebagian besar dokter gigi spesialis masih terkonsentrasi di kota-kota besar di Pulau Jawa. Sementara itu, banyak daerah di luar Jawa harus menghadapi keterbatasan layanan konservasi gigi, yang berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kerja sama FKG UGM – FKG UMS mencerminkan pergeseran paradigma pendidikan tinggi kesehatan: dari kompetisi menuju kolaborasi, dari sekadar keunggulan institusional menuju tanggung jawab sosial.

Ke depan, keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari terbitnya izin pembukaan program studi, melainkan dari sejauh mana lulusan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di daerah tempat dokter gigi spesialis masih menjadi barang langka.

(Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)

Tags

Share News

Related News
20 January 2026

121 Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi & 8 Mahasiswa Program Studi Higiene Gigi FKG UGM, Dinyatakan Lulus Pada Yudisium Periode Januari 2026

20 January 2026

PPDGS Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM, Seleksi Angkatan Pertama Calon Radiolog Kedokteran Gigi

13 January 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

en_US